Blog Archive

Friday, 2 June 2023

Menyelami Batas Jiwa dalam Pertukaran Tak Terduga: (S)witch Karya Jili Nai

Hai, Sobat Ahya!

Senang sekali menyambut awal Juni dengan mengisi dengan suatu yang bisa mengembangkan skill, aku juga selalu menantikan saat-saat ketika menyapa sobat Ahya berharap semua dalam keadaan baik-baik saja. Kali ini aku akan mengulas sebuah buku yang menjadi TBR-ku, (S)witch karya Jili Nai. Yuk, ulas lebih dekat #bersamaAhya.

foto:doc.pribadi

Aku suka sampulnya yang putih, siluet orang membuat covernya terkesan misterius.



Buku ini masih baru, terbit akhir tahun 2022. Dan ini penampakan blurbnya. Kebaca nggak?



Pertama kali mendengar Switch, otakku langsung nyangkut sama anime Your Name, tetapi keduanya sangat berbeda. Ketika membaca kisah ini aku langsung suka dengan idenya. Meski pertukaran jiwa bukan hal baru, Kak @jili_nai mampu membidik dari sudut pandang yang berbeda yaitu seorang pemuda kaya raya bernama Satya yang bertukar tubuh dengan seorang ibu rumah tangga bernama Luna. Ini membuat ide cerita terasa segar. Terlebih lagi gaya bahasanya yang renyah membuat kisah Satya-Luna asyik untuk diikuti.




Sejak awal penulis menyuguhkan konflik dengan kurva yang bagus, konflik utama langsung dimunculkan dan narasi yang disampaikan dari PoV Satya dan Luna menggiring spekulasi pada satu titik kejadian di Jogya sebagai penyebab pertukaran jiwa. Konflik demi konflik muncul mengiringi proses agar tubuh mereka segera kembali. Aku suka karakter Satya di sini dia punya perubahan karakter yang jelas dari awal sampai akhir.

Sayangnya di sepertiga awal tensi menurun, ada beberapa adegan yang menurutku membuat tujuan utama nyaris dilupakan. Dan detail info ada yang terlambat dimunculkan, tetapi nggak apa, meski terlambat nggak sampai membuat plothole. Ketika sampai pada halaman 200-an cerita kembali stabil aku suka banget di bagian ini dialognya lebih renyah, mungkin karena pengaruh mereka sudah beradaptasi jadi tidak sekaku di asal yang menonjolkan kecanggungan bertemu dengan orang asing dalam situasi yang tak terduga sebelumnya.

Cuma penyampaian konsep dengan PoV bergantian seperti ini agak riskan di suara tokohnya. Aku merasa keduanya memiliki suara yang sama meski pada PoV Satya pakai gue dan Luna pakai aku. Cara mereka melontarkan pun setipe dan aku suka lelucon mereka. Aku nggak mempermasalahkan perbedaan subjek, cuma logatnya Luna kurang ditunjukkin dalam dialognya cuma diceritakan sama beberapa orang bahwa Logat Luna medok.

Konsep cerita begini memang pas buat pertukaran jiwa di mana fokus mereka adalah perasaan bagaimana tokohnya menghadapi itu, tetapi seandainya interaksi dengan orang-orang terdekat mereka dieksplor lebih dalam lagi aku yakin cerita ini bakal menggigit banget. Bayangin aja batita sadar dia nggak kayak ibunya, kecurigaan tetangga, teman-teman, mertua dll.

Yang cukup mengganggu ada di perubahan PoV Satya dari gue menjadi aku. Aku menemukan alasan dan memang dijelaskan beberapa kali dari sudut pandang Luna kenapa penyebutan subjeknya berubah. Namun, perubahannya ini nggak konsisten. Aku kira abis Satya ganti aku, nggak akan pernah nemu gue lagi. Atau penggunaan akunya hanya ketika dalam dialog/ interaksi bersama Luna saja, tetapi di sini terletak pada narasi. Apalagi ini PoV 1 di mana suara tokoh harus bisa dibedakan dan namanya logat udah terbentuk bertahun-tahun dan butuh waktu untuk berubah total. Aku berasumsi agar pembaca bisa mendapat feel sedih dan berempati ke Satya.

Untuk jenis kontennya, di awal aku rasa cukup sensitif, perdukunan. Kalau tidak hati-hati bisa menimbulkan interprestasi yang berbeda bagi pembacanya bahwa dukun itu sangat sakti bisa mengutuk orang dll. Untuk resolusi menuju ending aku suka, amanatnya tersampaikan ke pembaca dengan baik. Untuk genre magical realism bersetting modern ending seperti itu ending yang paling masuk akal dan dapat diterima. Keseluruhan aku suka novel ini apalagi pembawaan Kak Nai yang asyik aku merekomendasikan buku ini untuk kamu baca~

[🌟Rate: 3/5]

Baca juga buku terbitan Batik Publisher: Rankaku

Rekomendasi Bacaan Minggu ini: The Time We Walk Together karya Lee Kyu Young

No comments:

Post a Comment

Unggulan

Mengurai Kisah Inspiratif: Menembus Portal Maple Universe Melalui Maple Media

1. Menembus Portal Maple Universe Mundus est plenus magicis et prodigiis, s atu kalimat ini menggambarkan Maple Universe sebagai dunia yang ...

Populer