Blog Archive

Showing posts with label Books and Review. Show all posts
Showing posts with label Books and Review. Show all posts

Saturday, 22 February 2025

Review Buku: Ketika Aku Tak Tahu Apa yang Inginkan Karya Jeong Seungwan

Ketika Aku Tak Tahu Apa yang Aku Inginkan – Jeong Seunghwan

Pernah nggak sih Sobat Ahya merasa berada di persimpangan hidup, bingung gitu menentukan arah, atau bahkan tidak tahu apa yang sebenarnya kamu inginkan? Semua seakan terlihat sangat rumit. Jika iya, maka buku Ketika Aku Tak Tahu Apa yang Aku Inginkan karya Jeong Seunghwan adalah teman yang tepat untuk menemanimu saat ini dalam perjalanan mencari jawaban atas berbagai kegelisahan hidup.

Buku ini bukan sekadar kumpulan kata-kata, tetapi seperti cermin besar yang memantulkan bayangan diri kita sendiri. Sebuah buku yang mengajak pembacanya untuk berhenti sejenak, merenung, dan kembali memahami emosi, hubungan, serta tujuan hidup.







Apa yang Membuat Buku Ini Berbeda?

Salah satu hal yang membuat buku ini begitu istimewa adalah cara penyampaiannya. Buku ini dipenuhi dengan kumpulan kutipan, puisi, serta refleksi yang berasal dari pengalaman pribadi penulis dan buku-buku lain yang memengaruhinya. Setiap halaman terasa seperti percakapan mendalam antara penulis dan pembaca—santai, jujur, tetapi penuh makna.

Ketika membacanya, aku merasa seperti dipeluk oleh kata-kata. Ada semacam penghiburan yang menyusup ke hati saat kita dihadapkan pada kalimat-kalimat yang seolah memahami apa yang sedang kita rasakan. Misalnya, saat sedang merasa kehilangan arah, kalimat pada halaman 227 ini benar-benar menyentuh:

“Kita tidak hidup secara kebetulan, ingat itu.”

Kalimat ini sederhana, tetapi begitu mendalam. Rasanya seperti sebuah pengingat bahwa meskipun hidup terasa berat dan membingungkan, setiap kejadian punya makna.

Struktur Buku yang Menggugah

Buku ini dibagi menjadi empat bagian besar, masing-masing mengangkat fase-fase penting dalam kehidupan. Dari setiap babnya, kita diajak untuk memahami berbagai aspek kehidupan, seperti emosi, hubungan dengan orang lain, hingga tujuan hidup.

Meski buku ini tergolong dalam genre self-help, jangan berharap menemukan solusi instan untuk masalahmu di sini. Sebaliknya, buku ini mengasah kemampuanmu untuk memahami perasaan, menelaah masalah, dan melihat hidup dari sudut pandang yang lebih jernih.

Beberapa poin menarik dari setiap bagian:

  1. Fase Kehidupan dan Gejolak Emosi
    Di bagian ini, penulis menggambarkan bagaimana setiap orang pasti pernah menghadapi titik terendah dalam hidupnya. Penulis dengan lembut mengingatkan bahwa perasaan negatif seperti kesepian, keraguan, dan ketakutan adalah bagian dari perjalanan hidup. ketika kita berada di fase ini, coba untuk terima, jangan sekali-kali merasa emosi seperti ini adalah kesalahan. Ini manusiawi banget. 

  2. Hubungan dengan Orang Lain
    Bab ini berbicara tentang pentingnya membangun hubungan yang sehat dengan orang-orang di sekitar kita. Ada banyak refleksi tentang bagaimana kita sering kali lupa memprioritaskan diri sendiri dalam hubungan, dan betapa pentingnya menjaga keseimbangan antara memberi dan menerima.

  3. Mengeksplorasi Diri
    Bagian ini mengajak pembaca untuk lebih berani menghadapi perasaan dan keinginan terdalamnya. Bukan hal yang mudah, tetapi proses ini sangat diperlukan untuk menemukan jati diri.

  4. Tujuan Hidup
    Bab terakhir menjadi penutup yang manis. Penulis memberikan perspektif bahwa setiap orang memiliki tujuan unik dalam hidupnya, dan proses menemukannya adalah perjalanan yang patut dihargai.

Kekuatan Utama Buku Ini

1. Gaya Bahasa yang Personal
Bahasa yang digunakan Jeong Seunghwan terasa hangat dan tidak menggurui. Setiap kalimat seperti suara teman lama yang dengan sabar mendengarkan keluh kesah kita. Ini yang membuat buku ini sangat relatable, terutama bagi remaja atau dewasa muda yang sedang mencari arah hidup.

2. Kaya dengan Kutipan Inspiratif
Sebagian besar isi buku ini adalah kumpulan kutipan dari buku-buku populer yang pernah dibaca penulis. Kutipan-kutipan ini memberikan perspektif baru sekaligus memperkaya pembaca dengan referensi bacaan lain yang mungkin belum pernah mereka dengar.

3. Refleksi yang Mendalam
Buku ini tidak hanya menyajikan kalimat-kalimat indah, tetapi juga membantu pembaca untuk mengeksplorasi pikiran dan perasaan mereka sendiri. Bacaan seperti ini sangat cocok untuk siapa saja yang ingin lebih memahami diri mereka.

Hal yang Kurang Nyaman

Meski aku menikmati proses membaca buku ini, ada beberapa bagian yang menurutku kurang pas. Salah satunya adalah kutipan puisi-puisi panjang yang kadang terasa tidak relevan dengan pembahasan. Beberapa di antaranya terasa sedikit dipaksakan, sehingga membuat alur refleksi yang sudah mengalir jadi agak tersendat. Namun, hal ini bukan berarti buku ini tidak layak dibaca. Secara keseluruhan, pengalaman membacanya tetap memberikan banyak pelajaran dan inspirasi yang berharga.

Siapa yang Harus Membaca Buku Ini?

Buku ini cocok untuk siapa saja yang sedang merasa kehilangan arah atau sekadar ingin berhenti sejenak untuk merenungi hidup. Aku sangat merekomendasikan buku ini untuk:

  • Remaja atau dewasa muda yang sering merasa bingung dengan masa depan.
  • Pecinta buku self-help yang mencari bacaan dengan gaya personal dan relatable.
  • Siapa pun yang sedang melalui masa-masa sulit dan membutuhkan penghiburan.

Buku ini adalah pelukan hangat dalam bentuk kata-kata. Saat kamu membacanya, kamu akan merasa ditemani dalam setiap emosi yang kamu rasakan.

Kutipan Favorit

Buku ini penuh dengan kalimat-kalimat inspiratif, tetapi salah satu kutipan yang paling berkesan bagiku adalah:

“Kita tidak hidup secara kebetulan, ingat itu.”

Kalimat ini seperti alarm pengingat bahwa setiap momen, baik yang menyenangkan maupun menyakitkan, punya tujuan. Bagi siapa pun yang sedang merasa putus asa, membaca kalimat ini rasanya seperti sebuah pelukan yang berkata, “Kamu nggak sendirian. Semua ini ada maknanya.”

Kesimpulan: Bacaan yang Menginspirasi dan Menenangkan

Ketika Aku Tak Tahu Apa yang Aku Inginkan adalah buku yang akan membuatmu merenung, merasa dipahami, sekaligus termotivasi. Meski ada bagian yang terasa kurang relevan, secara keseluruhan buku ini memberikan pengalaman membaca yang menyentuh hati.

Jika kamu sedang merasa bingung dengan hidup, buku ini bisa menjadi teman yang menemanimu mencari jalan keluar. Jeong Seunghwan dengan lembut mengingatkan bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidupnya masing-masing, dan itu adalah hal yang patut dirayakan.

Jadi, jika kamu mencari bacaan yang penuh makna dan cocok untuk menemanimu di tengah kebingungan, aku sangat merekomendasikan buku ini. Siapkan secangkir teh hangat, duduk santai, dan biarkan buku ini menemanimu dalam refleksi yang mendalam.

Identitas Buku:

  • Judul: Ketika Aku Tak Tahu Apa yang Aku Inginkan
  • Penulis: Jeong Seunghwan
  • Halaman: 282
  • Bahasa: Indonesia
  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
  • ISBN: 9786020656
  • Tanggal Terbit: 1 Januari 2021

Selamat membaca, dan semoga buku ini membantumu menemukan kedamaian yang kamu cari! 😊

Jangan lupa, baca juga: Menyelami Batas Jiwa dalam Pertukaran Tak Terduga: Switch Karya Jili Nai

Monday, 3 February 2025

Review Buku Karya Peter Hollins: Jangan Memulai Apa yang Tidak Bisa Kamu Selesaikan

Jangan Memulai Apa yang Tidak Bisa Kamu Selesaikan Karya Peter Hollins


foto buku


Adakah Sobat Ahya di sini yang Tim Gas aja dulu baru mikir kemudian? 

Beberapa orang menilai bahwa memulai sesuatu sering kali terasa lebih mudah. Apalgi pas awal-awal memulai biasanya diiringi ledakan energi yang meluap dan semangat yang sangat membara. Namun, tantangan sesungguhnya ketika project sudah berjalan, kita berusaha untuk tetap konsisten hingga akhir dan mempertahankannya. Menyelesaikan sesuatu yang sudah kita mulai adalah hal yang lebih sulit dan membutuhkan effort besar: keahlian, disiplin, serta tekad yang kuat. 

Dalam buku "Jangan Memulai Apa yang Tidak Bisa Kamu Selesaikan" karya Peter Hollins, dibahas secara mendalam potensi penyebab mengapa suatu kegiatan sering terbengkalai dan cara mengantisipasinya. Yuk, kita bahas!



Buku ini mengupas banyak hal dari sudut pandang yang berbeda dibandingkan buku motivasi lainnya. Jika kebanyakan buku motivasi menekankan pentingnya perencanaan, buku ini justru menyoroti bahaya dari perencanaan yang terlalu detail. Peter Hollins berpendapat bahwa energi kita dapat terkuras habis saat membuat konsep yang terlalu sempurna, sehingga ketika tiba saatnya untuk mengeksekusi, kita sudah kehilangan minat dan semangat. 

Memiliki sebuah gambaran kasar tentang rencana tetap diperlukan, tetapi ada baiknya memberikan ruang untuk improvisasi, bahkan untuk membuat kesalahan.

Fokus pada Tindakan Nyata

Salah satu kekuatan utama buku ini adalah fokusnya pada tindakan nyata. Peter Hollins mengingatkan bahwa mimpi bukanlah sesuatu yang cukup hanya dipikirkan. Mimpi harus diwujudkan dalam dunia nyata, bukan sekadar angan-angan di kepala. Dalam setiap proses, konsistensi menjadi kunci, tetapi konsisten tidak tumbuh dan berkembang sendiri. Namun, kita perlu melatihnya dengan membiasakan diri dan membuang semua alasan yang membuat pekerjaan kita tidak selesai.

Beberapa penyebab umum yang membuat seseorang berhenti di tengah jalan, seperti yang dibahas dalam buku ini, termasuk:

  1. Perfeksionisme yang Berlebihan Kita sering kali ingin segala sesuatunya sempurna sebelum memulai. Padahal, sikap ini justru dapat menjadi penghalang. Ketika terlalu fokus pada detail kecil, kita kehilangan momentum untuk melangkah maju. Hollins menekankan bahwa kita harus belajar menerima ketidaksempurnaan sebagai bagian dari proses.

  2. Kebiasaan Menunda-nunda Menunda adalah musuh utama produktivitas. Hollins memberikan beberapa strategi untuk mengatasinya, seperti memecah tugas besar menjadi tugas kecil yang lebih mudah dikelola dan menetapkan tenggat waktu realistis untuk setiap tugas tersebut.

  3. Perjelas Niatnya Niat ibarat pemantik. Semakin jelas niatnya, langkah yang diambil pun semakin pasti. Buku ini mengajak pembaca untuk selalu mengingat "mengapa" di balik setiap tindakan mereka. Dengan niat yang jelas, kita memiliki dorongan lebih besar untuk tetap melangkah meskipun menghadapi rintangan.

  4. Manajemen Waktu yang Buruk Hollins juga membahas pentingnya mengatur waktu dengan baik. Kita semua memiliki waktu dan kesempatan yang sama dalam sehari, yaitu 24 jam. Namun, bagaimana kita mengatur dan menggunakannya akan menentukan hasil akhir yang kita capai. Buku ini memberikan tips praktis untuk memaksimalkan waktu, seperti memprioritaskan tugas yang paling penting terlebih dahulu.

Berhenti Mencari Alasan dan Mulai!

Salah satu pesan utama dalam buku ini adalah pentingnya berhenti mencari alasan. Ketika kita beralasan, kita sebenarnya sedang mencoba membenarkan ketidakmampuan kita untuk menyelesaikan sesuatu. Hollins mengajak pembaca untuk jujur pada diri sendiri dan mengambil tanggung jawab penuh atas tindakan mereka. Alasan seperti "saya tidak punya waktu" atau "saya terlalu lelah" hanyalah bentuk penundaan yang diperhalus.

Hollins juga memberikan langkah-langkah praktis untuk membantu pembaca mengatasi kebiasaan buruk ini, seperti:

  • Membuat daftar alasan yang sering digunakan dan mencari solusi untuk mengatasinya.
  • Mengidentifikasi pola pikir negatif yang sering muncul saat menghadapi tugas yang sulit.
  • Melatih diri untuk fokus pada solusi daripada masalah.

Membiasakan Hal Baik Secara Berkelanjutan

Konsistensi tidak hanya soal menyelesaikan tugas, tetapi juga soal membangun kebiasaan baik secara berkelanjutan. Hollins memberikan panduan tentang cara membangun kebiasaan baru yang efektif, mulai dari membuat target kecil yang realistis hingga menciptakan sistem penghargaan untuk diri sendiri. Dengan cara ini, kita dapat menjaga motivasi untuk terus melangkah maju.

Sebagai contoh, jika Anda ingin mulai berolahraga, jangan langsung menargetkan satu jam latihan setiap hari. Coba mulai dari beberapa menit setiap paginya, lalu pelan-pelan tambah durasinya secara bertahap. Fokuslah pada proses, bukan hasil akhir. Seiring waktu, kebiasaan ini akan menjadi bagian dari rutinitas Anda tanpa terasa berat.

"Ditampar Bolak-Balik"

Membaca buku ini sering kali terasa seperti ditampar bolak-balik. Hollins tidak membiarkan pembaca berlindung di balik alasan-alasan mereka. Dia mengingatkan kita bahwa waktu terus berjalan, dan kesempatan untuk mewujudkan sesuatu ada di depan mata. Tinggal kita pilih action sekarang, merampungkannya dengan baik atau tidak memulai sama sekali dan gagal saat itu juga.

Pesan ini sangat relevan bagi siapa saja yang sering merasa tertinggal atau kehilangan arah. Buku ini mengajarkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai, selama kita memiliki komitmen untuk menyelesaikannya. Yang penting adalah tindakan, bukan sekadar rencana atau impian.

Memulai Sekarang dan Lanjutkan!

"Jangan Memulai Apa yang Tidak Bisa Kamu Selesaikan" adalah buku yang sangat cocok untuk siapa saja yang ingin meningkatkan produktivitas dan mengatasi kebiasaan buruk yang sering menghambat mereka. Dengan gaya penulisan yang lugas dan langsung ke inti permasalahan, Peter Hollins berhasil menyampaikan pesan-pesan penting yang dapat mengubah cara pandang kita terhadap pekerjaan dan tanggung jawab.

Buku ini bukan hanya tentang motivasi, tetapi juga tentang tindakan nyata. Jika Sobat Ahya merasa sering memulai sesuatu tanpa pernah menyelesaikannya, buku ini bisa menjadi panduan berharga untuk membantu kamu berubah. Karena pada akhirnya, mimpi harus diwujudkan dalam dunia nyata, bukan di dunia mimpi.

Jadi, sudah siap untuk memulai dan menyelesaikan apa yang selama ini tertunda? Jangan tunda lagi. Buku ini mungkin adalah tamparan yang kamu butuhkan untuk akhirnya melangkah maju~




Kalau Sobat Ahya suka konten kayak gini bisa intip akun sosial media aku.

Baca Juga: Portal Menuju Buku Tanpa Batas

Cheers! Celebrate Your Life!


Wednesday, 13 December 2023

Cheers! Celebrate Your Life Karya Alya Putri

Mengulas Cheers! Celebrate Your Life Karya Alya Putri

Terkadang, masalah tidak lebih besar dan menakutkan daripada apa yang kita pikirkan. Peran kita adalah merayakan sebaik-baiknya walau mati-matian dikalahkan olehnya. Dalam bukunya Cheers! Celebrate Your Life, Kak Alya Putri atau yang lebih dikenal sebagai bacaanalya menuangkan pemikiran-pemikirannya dalam buku tersebut terkait "sebuah proses". Sobat Ahya pasti nggak sabar mengetahui detail buku ini menurut perspektifku.

Aku mendapatkan buku ini dari sebuah Komunitas Literasi yang berisi sekumpulan para bookstagramer dan penulis. Saat itu aku menjadi satu dari beberapa rekan dari yang beruntung membaca buku ini secara cuma-cuma. Meski begitu aku menilai buku ini dengan objektif.

doc. Pribadi


Identitas Buku

Judul: Cheers! Celebrate Your Life
Penulis: @bacaanalya
Penerbit:gradienmediatama , 2023 || 174 halaman
Genre: nonfiksi - self-improfment
ISBN:9786022083559


Dalam bukunya, Cheers! Celebrate Your Life, Kak Alya membagi pembahasan tersebut dalam empat garis besar yang masing-masing bagian menjelaskan detail proses, halangan, dan apa yang baiknya kita lakukan. Meski begitu buku ini tidak menggurui sama sekali. Justru buku ini menyajikan pemantik. Pemantik yang memancing pembaca untuk merenung, mengevaluasi, memahami sebuah proses ya begitu adanya. Setiap orang mengalaminya, hanya bentuknya saja yang berbeda.


doc. Pribadi


Membaca buku ini seperti sedang dikasih nasehat oleh seorang teman, seakan dia duduk di samping kita, membisikkan kata semangat, selamat, jangan menyerah, ayo coba lagi nanti kita rayakan!

Ketika membaca buku ini aku merasa senang, hangat, dan merasa seakan-akan buku ini ditulis khusus buatku karena relate. Menurutku, hal ini karena penulis mampu membuat pola yang bisa menyentuh semua kalangan. Terlebih dengan bahasanya yang ringan dan pengemasan yang unik membuat Cheers! tidak membosankan.

doc.pribadi
 



Memulai Perjalanan!

Seperti yang dibahas sebelumnya, buku ini menceritakan sebuah proses. Di mana sebuah proses tak akan lepas dari yang namanya memulai. Dalam bab ini Kak Alya menyajikan gagasan yang membuat pembaca merefleksikan diri. Fokus dalam bab ini mengurai halangan setiap orang yang memulai sesuatu seperti: kebimbangan dalam memulai, melepaskan belenggu asumsi, berkaca pada diri sendiri, menyadari seberapa besar peranan dan porsi yang harus diambil, menggali dengan tepat apa yang harus digali lebih dalam, dan masih banyak lagi.

Selain memulai perjalanan, tiga bab lainnya adalah Menentukan Arah, Merayakan Setiap Langkah, serta Melihat Kembali dan Memulai Lagi.

Empat fase itulah yang harus dilalui seseorang dalam berproses. Buku ini berbeda, aku yang suka kehilangan fokus ketika membaca nonfiksi terasa enjoy banget. Jadi untuk sobat Ahya yang mau mencoba membaca nonfiksi, self-improvement bisa banget baca Cheers! Celebrate Your Life karena buku ini bisa menyentuh semua kalangan dengan kesederhanaannya~

Wednesday, 6 December 2023

Spicy Memories Karya Idha Febriana: BRIDGE comeback!!!

BRIDGE Come back!!!

Satu kejadian traumatis membuat BRIDGE hiatus lama dari dunia hiburan! Sobat Ahya pasti penasaran banget apa, sih BRIDGE itu? Dalam postingan kali ini aku akan mengulas salah satu karya terbaru Idha Febriana yang diterbitkan oleh penerbit Ponyo Media Utama, 2022.


foto spicy memories


BRIGDE merupakan salah satu idol fiktif yang menjadi tempat bernaung Gendhis, Afi, Ayyik, dan Jana dalam mengembangkan karier mereka. Mereka mencapai puncak kejayaan dalam konser The Last Dance yang menjadi penampilan terakhir mereka dalam dunia hiburan sebelum satu kejadian besar menimpa mereka menjadi titik balik grup idol itu.





Identitas Buku

Judul: Spicy Memories
Penulis: Idha Febriana
Penerbit: Ponyo Media Utama, 2022 || 220 halaman
ISBN: 9786239980313

"It's not a bitter memory, though, better than spicy ...."

Luka-luka dan Trauma

Tak ada yang menduga kejadian itu merenggut nyawa salah satu personel BRIDGE dan menyisakan trauma mendalam dalam hati semua orang. Terutama Jana, Gendhis, Ayyik, dan Yaga manager mereka. Namun, setelah salah satu lagu mereka viral kembali di TikTok, CEO agensi menginginkan mereka comeback. Hal itu membuat Yaga selaku manager kalang kabut. Pasalnya, membawa mereka tidaklah mudah. Perjalanan membawa anak-anak berdamai dengan trauma itu sulit. Yaga memahaminya karena dia bagian dari luka itu. Dengan bantuan Aya, mereka membujuk member BRIDGE kembali. Berhasilkah mereka?

Spicy Memories

Perjalanan dalam kisah ini entah kenapa di aku sangat emosional. Satu kejadian menuntun pada luka-luka itu bikin aku nggak bisa baca cerita ini sekali duduk. Anak-anak wajib baca buku ini paling tidak sekali seumur hidup. Cerita yang inspiratif dan sangat memotivasi.




Pengemasan ceritanya membuat kisah berbobot ini terasa ringan. Banyak hal penting disinggung dalam buku setebal 200-an halaman ini dari persahabatan, cinta yang digambarkan sangat realistis, trauma yang bisa menyentuh pembacanya bahkan parenting yang kadang menamparku bahwa tanpa sadar telah melakukan kesalahan pengasuhan. Yang paling aku suka buku ini menghadirkan pilihan-pilihan yang terbuka di mana pendapat penulis memberi ruang pada pembaca untuk merenungi pendapatnya sendiri.





Adegan paling berkesan adalah ketika Yaga berbicara berdua dengan Ayik (spoiler) rasanya nyes banget. Butuh keberanian banget buat mengungkapkan sebuah kejujuran. Yaga juga menjadi karakter favorit aku pada akhirnya dia mengalami transformasi karakteristiknya ke arah yang baik. Seperti biasa aku suka after taste baca bukunya Kak @idhafebriana90 apalagi ada ilustrasi menggemaskan yang menunjang isinya. Kekurangan buku ini kurang tebal, aku pengen baca kisah mereka lagi. Namun, karena kalo dipanjangin bakal berlebihan, ini cukup~

Buku ini cocok banget dibaca anak-anak muda, remaja, dan orang tua karena menyentil di beberapa bagian. Perpustakaan sekolah wajib banget menyediakan buku ini ....

Setelah baca buku ini, aku sangat menantikan membaca buku Mbak Idha selanjutnya ✨

Buat kamu yang udah baca buku ini boleh share yuk di komen kesannya apa sama bapernya kayak aku?

Nantikan reviu menarik selanjutnya!


Wednesday, 29 November 2023

Jangan Pergi: Goodbye And Go Karya Rey Hidayata

Perpisahan selalu menjadi momen yang menjadi titik balik bagi kehidupan seseorang. Kegalauan memutuskan untuk pergi atau tinggal selalu menjadi dilema. Apakah hal itu dirasakan juga sama Sobat Ahya? Ini adalah salah satu buku yang kubaca tahun lalu. Sayang banget kalau tidak di-share karena buku ini bisa memberikan insight baru terkait konflik romansa, persahabatan, juga cinta yang biasanya dihadapi remaja yang memasuki dunia perkuliahan. 




Identitas Buku

Judul: Goodbye And Go

Penulis: @rayhidayata

Genre: Urban Romance

Penerbit: Penerbit Noura Books (Mizan Pustaka), 2020 || 425 halaman

ISBN: 9786232421684




Deskripsi Buku/Blurb




Goodbye And Go merupakan salah satu buku yang masuk top 5 Kompetisi Menulis Campus Couple di Wattpad @nourapublishing. Covernya yang ijo seger banget dipandang di mata dengan ilustrasi yang nggemesin bikin aku tertarik.

Tema yang diangkat pun lebih kompleks dari sekadar cinta segitiga. Ada tema favorit aku di sana membahas tentang keintiman dan kehangatan sebuah keluarga, lika-liku persahabatan, dan mengupas isue bullying secara mendalam. Ayasa pernah menjadi korban perundungan yang membuat rambutnya sampai rontok parah nyaris botak, dia pun mengenakan rambut ekstensi dan menahan sakitnya sepanjang hari demi menunjang penampilannya.



Siap-siap terluka jika ingin cantik. Setidaknya, itu yang Ayasa baca dan percaya. Ada harga di balik setiap penampilan yang Ayasa tunjukkan. Harga yang membuat Ayasa meringis. Namun, Ayasa tidak terlalu ambil pusing. Inilah jalan yang dia pilih. Selalu ada konsekuensi di balik setiap keputusan--halaman 71


Ternyata yang Ayasa lakukan tidak menghentikan oknum yang merisak nya jera. Tensinya terus meningkat, apalagi setelah halaman 200-an temponya lebih cepat dari bagian awal. Ini mengimbangi opening dengan tempo lambat. Aku suka tempo lambat dalam romance yang semakin mengikat kedekatan tokoh. Aku suka bagaimana para para tokohnya berinteraksi, terutama Cindy.

Penulis juga pandai membuat pembaca mudah baper dengan membuat karakter kayak Ollie yang kupikir awalnya dia fake ternyata punya sesuatu yang dia pendam, aku jadi paham kenapa Ollie mudah sekali mengungkapkan cintanya. Aku nggak nyangka ceritanya akan diakhiri dengan cara seperti itu, tapi menurutku pas, sih, memang cerita ini bakal cocok dengan ending kayak gini. Kayak apa memangnya? Yuk, bisa di baca, ya di novelnya.

Itu adalah ulasan singkat novel remaja minggu ini kira-kira novel apa lagi yang akan dibahas ya?

Baca juga ulasan novel remaja Frans dan Balerina 

Sampai ketemu lagi dipostinganku selanjutnya~

Wednesday, 22 November 2023

Komunikasi Lintas Waktu: Keajaiban Toko Kelontong Namiya Karya Keigo Higashino

Keajaiban Toko Kelontong Namiya Membawa Kita Ke dalam Kisah Menyentuh!

Sobat Ahya, ini adalah salah satu buku favoritku. Aku akan membagikan kesanku setelah membaca buku ini. Aku membaca buku ini sudah lama sekali. Sebelumnya hanya kureviu di akun goodreads-ku dan Instagram silakan di-follow dulu~



Identitas Buku

Judul: Keajaiban Toko Kelontong Namiya

Penulis: Keigo Higashino

Penerbit: @fiksigpu 2020 || 404 halaman

ISBN: 9786020648293

Baca di: iPusnas



Deskripsi Buku/ Blurb





Toko Kelontong Namiya memiliki sebuah keajaiban, tiga berandal bersembunyi di sana setelah mencuri, mereka mengalami kejadian yang tak terduga. Surat-surat konsultasi dari masa lalu berdatangan, Atsuya, Shota, dan Kohei berinisiatif membalas surat yang ditujukan kepada Kakek Namiya. Hal itu terus berlanjut, surat demi surat terus berdatangan dan mengubah mereka sehingga saat keluar dari toko kelontong itu, mereka tidak lagi sama

Saya mencoba memikirkan alasan apa yang mendorong Anda mengirimkan kertas kosong pada kakek-kakek seperti saya. Jelas ini suatu yang penting dan saya tidak boleh menulis jawaban yang asal-asalan--halaman 397

Ide yang diusung terlihat sangat sederhana. Namun, lima kisah yang saling terpaut memiliki kedalaman yang menyentuh. Terutama cerita tentang seorang laki-laki yang bermimpi menjadi musisi, tetapi dia dihadapkan pada situasi yang sangat sulit. Saat Katsuro berada pada persimpangan pilihan yang sulit, perasaanku seakan diperas, sesak, sakit, dan saat penulis juga membuka kebenaran tentang sosok ayah Katsuro beserta alasannya, aku merasa terharu, sedih, dan hangat sekaligus. Cerita yang menghanyutkan.

Sama seperti idenya, konsepnya juga sekilas terlihat tidak rumit, tetapi sebenarnya konsepnya cerdas. Kompleks, tetapi tidak membingungkan. Aku sangat menyukai bagaimana penulis menyusun setiap adegan dengan sangat baik. Semua terhubung dalam benang merah yang rapi dan dikemas dengan alur yang menarik.

Kita akan diajak berpetualang dalam lima kisah menakjubkan yang di ceritakan dalam sudut pandang dari masa lalu, masa kini, bahkan masa depan.

Aku paling suka sama Atsuya, dia pencuri. Bukan berarti aku membenarkan apa yang dia lakukan, tokoh Atsuya sangat nyata. Sikap dia masuk akal dan dia punya sesuatu yang membuatku berempati bahkan sampai menangis. Perubahan sikap Atsuya paling kentara, aku terharu setiap momen dalam kisah-kisah itu memberikan amanat yang bertebaran di setiap lembarnya. Meski buku ini membuatku menangis, aku merasakan hatiku hangat setelah membacanya. Aku menyadari sesuatu yang selama ini banyak disepelekan orang-orang. Terakhir, aku berharap akan banyak orang yang membaca buku ini dan memanen khikmahnya. Tentu saja Keajaiban Toko Kelontong Namiya menjadi salah satu buku yang memberikan kesan tak biasa seusai membacanya. Setelah membaca buku ini, aku nggak sabar pengin membaca karya Keigo yang lainnya.

Akhirnya inilah kutipan favoritku dari Kakek Namiya ... Bagi saya, ini adalah hal yang sangat menakjubkan. Percayalah pada diri sendiri. Saya doakan semoga Anda bisa menjalani hidup tanpa penyesalan--halaman 398

Sunday, 12 November 2023

Debar Mengerikan: Mayfly Karya Gusti Riant









pict://instagram.com/ahyabee_

Flynn Christopher ditemukan bunuh diri, meninggalkan catatan kematian berjudul Mayfly!

  
Apa yang kamu bayangkan ketika membaca blurb di atas? Yups, blurb satu kalimat sangat lugas, menggelitik keingintahuanku, mungkin pembaca yang lain juga. Mengapa? Meski satu kalimat, nge-hook banget!

Setuju tidak? Coba kasih emot api-api jika kamu setuju~

Setelah kesan pertama mengenai blurb yang tidak biasa itu, percaya nggak kamu kalau cinta itu awalnya dari mata? Agak nggak nyambung, sih, tapi nyatanya cover Mayfly itu memang paling eye-cathcing di antara yang lain. Warna emasnya elegan, Mayfly-nya manis. Ternyataaa ... Twist banget ceritanya nggak semanis itu!

Mayfly dibuka dengan copycat suicide, fenomena bunuh diri masal meniru figur publik/artis. Jelas cerita ini mungkin sulit diterima di beberapa kalangan karena banyaknya trigger yang bisa memicu trauma seseorang mencuat kembali seperti: adegan gore, kekerasan eksplisit, depresi. Mayfly merupakan naskah dengan tema yang berat yang menjadi novel favorit yang kubaca bulan Juli 2023. Mengapa? Alasannya sederhana, Mayfly memberikan after taste yang sulit dijabarkan dalam kata-kata. Ini aja bingung banget mereviunya. Alih-alih reviu aku mau curhat aja.

Ketertarikanku terhadap novel Mayfly bermula ketika aku berkesempatan membaca 3 bab pertama yang langsung bikin aku speechless. Selain Kelanar, Mayfly merupakan salah satu naskah yang paling ingin aku baca dari ketujuh besar novel TAT Akbar 2019.

Tabarakallah, namanya rezeki nggak akan kemana, meski ketinggalan hype, agak telat bacanya, aku berkesempatan membaca Mayfly versi utuh 😭 Dan itu dikasih langsung sama Kak @gusti_riant Seneng banget pokoknya. Seandainya aku membaca tahun 2019, mungkin aku belum sesiap sekarang. Thank you~

Bab awal, langsung disajikan dengan ketegangan tinggi, sensasinya kerasa dan berimbas ke nafsu makanku yang hilang seharian. Namun, kepiawaian Kak Gusti Riant menyajikan Mayfly membuatku tak mengambil jeda ketika membacanya. Penyampaiannya tegas, lugas, dan blakblakan membuatku nggak perlu meraba-raba maksudnya apa, maknanya apa, beberapa nilai bahkan sengaja disampaikan tersurat karena memang jika tidak dituliskan bakal menimbulkan kesalahpahaman. Selain itu Mayfly juga memiliki banyak nilai-nilai tersirat.

Buku ini tuh ngajak mikir banget, pembaca bebas berasumsi, aku sampai kesel ih dengan endingnya. Epilognya apalagi ... Rasanya perjalanan jauhku jadi ... Ya, begitulah karena bakal spoiler banget kalo aku katakan.

Mayfly dalam cerita ini memiliki porsi yang pas, aku jadi paham kenapa serangga yang hidupnya hanya sebentar ini menjadi sesuatu yang bermakna dalam, mengarahkan ke sebuah titik terang dari kasus kematian seseorang. Dan, aku nggak nyangka banget tema yang diusung saat itu adalah sesuatu yang dianggap sepele, tetapi berdampak besar bagi lingkungan. Dan novel ini mengangkat Mayfly!

Amazingnya dikemas menarik membuat semuanya masuk akal.

Aku menikmati banget perjalanan Delano mengusut kematian Daisy, motif dan tindakannya membuatku bersimpati. Namun, aku sulit memposisikan sebagai apa dan siapa dalam cerita ini. Karena ya ... normalnya kita akan masuk pada protagonis cerita dan tenggelam dalam ceritanya. Nyatanya, tenggelam dalam karakteristik MC bakal membuatmu gila 🀣

Banyak hal yang kusukai dari Mayfly ini pertama konsepnya, dari gaya bahasa yang nggak bertele-tele, pemilihan PoV dan alur yang sangat pas. Aku menantikan Delano dan aku akan bersinggungan di bab berapa, sejujurnya aku mulai kesal di bab 22 di bab sebelumnya udah kesal, tapi di bab ini kekesalanku memuncak. Aku salut banget bagaimana penulis mengupas identitas mereka satu per satu dengan sangat rapi kayak lagi ngupas bawang gitu. Setiap lapisannya terdapat lapisan lain yang memberi ruang buat kita berpikir, merenung, dan berasumsi. Aku nggak berharap banyak dengan twist berlapisnya, meski bisa menebak satu, ternyata dikejutkan beruntun dengan fakta-fakta lain~

Adegan yang paling aku suka ada di sepertiga terakhir di mana si aku berkata, "tapi aku bukan anakmu."

Di situ aku sampai menangis, cuma sebentar sih, soalnya langsung dibanting dengan adegan lain yang ... Ya, membaca Mayfly bakal menyedot banyak energi. Kalau bisa pastikan membaca ketika perut penuh, udah makan biar abis baca nggak apa-apa kalau nggak makan 🀣

Aku suka penggambaran hutannya, perbatasan hutan ketika musim dingin. Sejujurnya, seandainya ini film aku nggak bakal berani nonton. Penjabaran lewat kalimat aja visual banget. Aku bisa merasakan kesepiannya Lolita dan suami, kasih sayang mereka, dan aku bisa merasakan kemarahan demi kemarahan para tokohnya. Banyak banget info menarik di cerita ini, fakta Mayfly, kelainan psikologis, destinasi di mana kita seakan turun menyaksikan fenomena langka Mayfly. Ganjaran di cerita ini ada, tetapi alangkah baiknya epilognya jangan dibaca aja~

Hanya tiponya lumayan mengganggu, tetapi nggak masalah karena membaca Mayfly memberikan pengalaman membaca yang tidak biasa, berkesan banget ✨

Setelah membaca Mayfly aku pengen baca tulisan Kak @gusti_riant yang nggak sakit~

Gimana setelah membaca kesanku ketika membaca Mayfly apa kamu cukup tertarik untuk membacanya juga?

Thursday, 6 July 2023

Menyelami Dunia Mimpi: Respati Karya Ragiel JP

Aku rindu banget menyapa sobat Ahya, semoga sehat selalu~

Ketika menulis ini sejujurnya, aku merasa agak kurang sehat, tetapi aku ingat-ingat lagi, aku pernah baca buku bagus dan sayang banget kalo nggak di-share di sini. Seperti yang kalian tahu, aku bikin blog ini untuk dokumentasi buku-buku yang aku baca dan nggak semua bisa aku reviu di sini. Jadi, hanya buku-buku pilihan ... alias sesuai pilihan mood aku saat ini// glodaaakkk!

Oke, udah ya basa-basinya kali ini aku mau membahas reviu novel fantasi lokal yang sayang banget kalau dilewatin begitu aja. Memangnya novel apa, sih? Respati!


doc.instagram/ahyabee_


Sebelum menyimak detail reviu-nya, yuk baca dulu deskripsi bukunya!
Kebaca, nggak?


doc.instagram/ahyabee_

Respati

Penulis: Ragiel JP

Penerbit: Penerbit Clover, 2021 || 244 halaman

ISBN: 9786230303661

Baca di: @gramediadigital


"Kalau mimpi yang kamu alami bisa membuat luka fisik di tubuhmu, aku rasa ini ada sesuatu yang aneh." --hal 94


Respati adalah novel yang mengenalkanku pada karya-karya Ragiel JP.  Aku merasa cocok sama ceritanya. Respati mengisahkan sebuah pembunuhan kejam dan mengerikan yang terjadi di Jogjakarta. Semua mayat ditemukan dalam tergantung dalam keadaan terbalik. Tidak ada yang tahu siapa pelaku pembunuhan itu, setiap penyelidikan pun menemui jalan buntu. Melalui Wulan, Respati tahu serentetan kasus pembunuhan itu terkait dengan dirinya. Respati memiliki bakat unik menembus mimpi seseorang hanya dengan menyentuh orang yang tertidur. Dia menyadari hal itu jauh sebelum bertemu Wulan, remaja cantik yang baru pindah ke sekolahnya. Sayangnya dari sekian banyak mimpi, hanya mimpi Wulan yang tidak bisa ditembus Respati membuatnya tertarik kepada gadis itu.

Wulan adalah murid pindahan yang kehadirannya membuat cerita ini bergerak karenanya. Sosok wulan dalam Respati juga menjadi contoh bagaimana seorang bisa memosisikan diri dalam berteman. Aku suka karakter Wulan yang membumbui kisah fantasi mengerikan menjadi seimbang dengan kisah romansa ala-ala remaja SMA. Romansa dalam novel ini bukan menjadi topik utama, aku suka dengan porsinya yang nggak berlebihan.

Cerita remaja yang dibumbui fantasi selalu menarik perhatian. Terlebih unsur misteri yang terjaga sampai akhir membuat pembaca terus menuju ke halaman selanjutnya. Untuk aku yang jarang membaca fantasi, ide cerita ini merupakan ide yang segar. Aku suka sama dunia mimpinya juga sosok Respati yang positif banget. 

Hanya ada satu pertanyaan yang belum terjawab, aku penasaran bagaimana Wulan bisa memblokir akses Raunt ke mimpinya padahal aku cukup penasaran. Overall, setelah membaca cerita ini, aku mau banget baca karya Kak Ragiel JP yang lain. Cara penulis menutup ceritanya cukup bikin aku melongo nggak nyangka. Rasanya puas aja gitu pas dapet ganjarannya. Buat kamu yang suka cerita remaja dibumbui fantasi wajib banget baca Respati dan berkelana menyelami dunia mimpi.

Ini kutipan favoritku~

"Tapi segala sesuatu mempunyai sisi gelap, begitu juga dengan dunia mimpi. Ada efek negatif jika terlalu sering dan terobsesi dengan dunia mimpi. Kita akan terlalu terlena dengan kehidupan di dunia mimpi dan berimbas pada kehidupan di dunia nyata." --halaman 204 

Next, reviu buku apa lagi, ya? Jangan lupa baca juga reviu SWITCH karya Jili Nai

See you next post!


Friday, 2 June 2023

Menyelami Batas Jiwa dalam Pertukaran Tak Terduga: (S)witch Karya Jili Nai

Hai, Sobat Ahya!

Senang sekali menyambut awal Juni dengan mengisi dengan suatu yang bisa mengembangkan skill, aku juga selalu menantikan saat-saat ketika menyapa sobat Ahya berharap semua dalam keadaan baik-baik saja. Kali ini aku akan mengulas sebuah buku yang menjadi TBR-ku, (S)witch karya Jili Nai. Yuk, ulas lebih dekat #bersamaAhya.

foto:doc.pribadi

Aku suka sampulnya yang putih, siluet orang membuat covernya terkesan misterius.



Buku ini masih baru, terbit akhir tahun 2022. Dan ini penampakan blurbnya. Kebaca nggak?



Pertama kali mendengar Switch, otakku langsung nyangkut sama anime Your Name, tetapi keduanya sangat berbeda. Ketika membaca kisah ini aku langsung suka dengan idenya. Meski pertukaran jiwa bukan hal baru, Kak @jili_nai mampu membidik dari sudut pandang yang berbeda yaitu seorang pemuda kaya raya bernama Satya yang bertukar tubuh dengan seorang ibu rumah tangga bernama Luna. Ini membuat ide cerita terasa segar. Terlebih lagi gaya bahasanya yang renyah membuat kisah Satya-Luna asyik untuk diikuti.




Sejak awal penulis menyuguhkan konflik dengan kurva yang bagus, konflik utama langsung dimunculkan dan narasi yang disampaikan dari PoV Satya dan Luna menggiring spekulasi pada satu titik kejadian di Jogya sebagai penyebab pertukaran jiwa. Konflik demi konflik muncul mengiringi proses agar tubuh mereka segera kembali. Aku suka karakter Satya di sini dia punya perubahan karakter yang jelas dari awal sampai akhir.

Sayangnya di sepertiga awal tensi menurun, ada beberapa adegan yang menurutku membuat tujuan utama nyaris dilupakan. Dan detail info ada yang terlambat dimunculkan, tetapi nggak apa, meski terlambat nggak sampai membuat plothole. Ketika sampai pada halaman 200-an cerita kembali stabil aku suka banget di bagian ini dialognya lebih renyah, mungkin karena pengaruh mereka sudah beradaptasi jadi tidak sekaku di asal yang menonjolkan kecanggungan bertemu dengan orang asing dalam situasi yang tak terduga sebelumnya.

Cuma penyampaian konsep dengan PoV bergantian seperti ini agak riskan di suara tokohnya. Aku merasa keduanya memiliki suara yang sama meski pada PoV Satya pakai gue dan Luna pakai aku. Cara mereka melontarkan pun setipe dan aku suka lelucon mereka. Aku nggak mempermasalahkan perbedaan subjek, cuma logatnya Luna kurang ditunjukkin dalam dialognya cuma diceritakan sama beberapa orang bahwa Logat Luna medok.

Konsep cerita begini memang pas buat pertukaran jiwa di mana fokus mereka adalah perasaan bagaimana tokohnya menghadapi itu, tetapi seandainya interaksi dengan orang-orang terdekat mereka dieksplor lebih dalam lagi aku yakin cerita ini bakal menggigit banget. Bayangin aja batita sadar dia nggak kayak ibunya, kecurigaan tetangga, teman-teman, mertua dll.

Yang cukup mengganggu ada di perubahan PoV Satya dari gue menjadi aku. Aku menemukan alasan dan memang dijelaskan beberapa kali dari sudut pandang Luna kenapa penyebutan subjeknya berubah. Namun, perubahannya ini nggak konsisten. Aku kira abis Satya ganti aku, nggak akan pernah nemu gue lagi. Atau penggunaan akunya hanya ketika dalam dialog/ interaksi bersama Luna saja, tetapi di sini terletak pada narasi. Apalagi ini PoV 1 di mana suara tokoh harus bisa dibedakan dan namanya logat udah terbentuk bertahun-tahun dan butuh waktu untuk berubah total. Aku berasumsi agar pembaca bisa mendapat feel sedih dan berempati ke Satya.

Untuk jenis kontennya, di awal aku rasa cukup sensitif, perdukunan. Kalau tidak hati-hati bisa menimbulkan interprestasi yang berbeda bagi pembacanya bahwa dukun itu sangat sakti bisa mengutuk orang dll. Untuk resolusi menuju ending aku suka, amanatnya tersampaikan ke pembaca dengan baik. Untuk genre magical realism bersetting modern ending seperti itu ending yang paling masuk akal dan dapat diterima. Keseluruhan aku suka novel ini apalagi pembawaan Kak Nai yang asyik aku merekomendasikan buku ini untuk kamu baca~

[🌟Rate: 3/5]

Baca juga buku terbitan Batik Publisher: Rankaku

Rekomendasi Bacaan Minggu ini: The Time We Walk Together karya Lee Kyu Young

Unggulan

Mengurai Kisah Inspiratif: Menembus Portal Maple Universe Melalui Maple Media

1. Menembus Portal Maple Universe Mundus est plenus magicis et prodigiis, s atu kalimat ini menggambarkan Maple Universe sebagai dunia yang ...

Populer