Blog Archive

Saturday, 22 February 2025

Review Buku: Ketika Aku Tak Tahu Apa yang Inginkan Karya Jeong Seungwan

Ketika Aku Tak Tahu Apa yang Aku Inginkan – Jeong Seunghwan

Pernah nggak sih Sobat Ahya merasa berada di persimpangan hidup, bingung gitu menentukan arah, atau bahkan tidak tahu apa yang sebenarnya kamu inginkan? Semua seakan terlihat sangat rumit. Jika iya, maka buku Ketika Aku Tak Tahu Apa yang Aku Inginkan karya Jeong Seunghwan adalah teman yang tepat untuk menemanimu saat ini dalam perjalanan mencari jawaban atas berbagai kegelisahan hidup.

Buku ini bukan sekadar kumpulan kata-kata, tetapi seperti cermin besar yang memantulkan bayangan diri kita sendiri. Sebuah buku yang mengajak pembacanya untuk berhenti sejenak, merenung, dan kembali memahami emosi, hubungan, serta tujuan hidup.







Apa yang Membuat Buku Ini Berbeda?

Salah satu hal yang membuat buku ini begitu istimewa adalah cara penyampaiannya. Buku ini dipenuhi dengan kumpulan kutipan, puisi, serta refleksi yang berasal dari pengalaman pribadi penulis dan buku-buku lain yang memengaruhinya. Setiap halaman terasa seperti percakapan mendalam antara penulis dan pembaca—santai, jujur, tetapi penuh makna.

Ketika membacanya, aku merasa seperti dipeluk oleh kata-kata. Ada semacam penghiburan yang menyusup ke hati saat kita dihadapkan pada kalimat-kalimat yang seolah memahami apa yang sedang kita rasakan. Misalnya, saat sedang merasa kehilangan arah, kalimat pada halaman 227 ini benar-benar menyentuh:

“Kita tidak hidup secara kebetulan, ingat itu.”

Kalimat ini sederhana, tetapi begitu mendalam. Rasanya seperti sebuah pengingat bahwa meskipun hidup terasa berat dan membingungkan, setiap kejadian punya makna.

Struktur Buku yang Menggugah

Buku ini dibagi menjadi empat bagian besar, masing-masing mengangkat fase-fase penting dalam kehidupan. Dari setiap babnya, kita diajak untuk memahami berbagai aspek kehidupan, seperti emosi, hubungan dengan orang lain, hingga tujuan hidup.

Meski buku ini tergolong dalam genre self-help, jangan berharap menemukan solusi instan untuk masalahmu di sini. Sebaliknya, buku ini mengasah kemampuanmu untuk memahami perasaan, menelaah masalah, dan melihat hidup dari sudut pandang yang lebih jernih.

Beberapa poin menarik dari setiap bagian:

  1. Fase Kehidupan dan Gejolak Emosi
    Di bagian ini, penulis menggambarkan bagaimana setiap orang pasti pernah menghadapi titik terendah dalam hidupnya. Penulis dengan lembut mengingatkan bahwa perasaan negatif seperti kesepian, keraguan, dan ketakutan adalah bagian dari perjalanan hidup. ketika kita berada di fase ini, coba untuk terima, jangan sekali-kali merasa emosi seperti ini adalah kesalahan. Ini manusiawi banget. 

  2. Hubungan dengan Orang Lain
    Bab ini berbicara tentang pentingnya membangun hubungan yang sehat dengan orang-orang di sekitar kita. Ada banyak refleksi tentang bagaimana kita sering kali lupa memprioritaskan diri sendiri dalam hubungan, dan betapa pentingnya menjaga keseimbangan antara memberi dan menerima.

  3. Mengeksplorasi Diri
    Bagian ini mengajak pembaca untuk lebih berani menghadapi perasaan dan keinginan terdalamnya. Bukan hal yang mudah, tetapi proses ini sangat diperlukan untuk menemukan jati diri.

  4. Tujuan Hidup
    Bab terakhir menjadi penutup yang manis. Penulis memberikan perspektif bahwa setiap orang memiliki tujuan unik dalam hidupnya, dan proses menemukannya adalah perjalanan yang patut dihargai.

Kekuatan Utama Buku Ini

1. Gaya Bahasa yang Personal
Bahasa yang digunakan Jeong Seunghwan terasa hangat dan tidak menggurui. Setiap kalimat seperti suara teman lama yang dengan sabar mendengarkan keluh kesah kita. Ini yang membuat buku ini sangat relatable, terutama bagi remaja atau dewasa muda yang sedang mencari arah hidup.

2. Kaya dengan Kutipan Inspiratif
Sebagian besar isi buku ini adalah kumpulan kutipan dari buku-buku populer yang pernah dibaca penulis. Kutipan-kutipan ini memberikan perspektif baru sekaligus memperkaya pembaca dengan referensi bacaan lain yang mungkin belum pernah mereka dengar.

3. Refleksi yang Mendalam
Buku ini tidak hanya menyajikan kalimat-kalimat indah, tetapi juga membantu pembaca untuk mengeksplorasi pikiran dan perasaan mereka sendiri. Bacaan seperti ini sangat cocok untuk siapa saja yang ingin lebih memahami diri mereka.

Hal yang Kurang Nyaman

Meski aku menikmati proses membaca buku ini, ada beberapa bagian yang menurutku kurang pas. Salah satunya adalah kutipan puisi-puisi panjang yang kadang terasa tidak relevan dengan pembahasan. Beberapa di antaranya terasa sedikit dipaksakan, sehingga membuat alur refleksi yang sudah mengalir jadi agak tersendat. Namun, hal ini bukan berarti buku ini tidak layak dibaca. Secara keseluruhan, pengalaman membacanya tetap memberikan banyak pelajaran dan inspirasi yang berharga.

Siapa yang Harus Membaca Buku Ini?

Buku ini cocok untuk siapa saja yang sedang merasa kehilangan arah atau sekadar ingin berhenti sejenak untuk merenungi hidup. Aku sangat merekomendasikan buku ini untuk:

  • Remaja atau dewasa muda yang sering merasa bingung dengan masa depan.
  • Pecinta buku self-help yang mencari bacaan dengan gaya personal dan relatable.
  • Siapa pun yang sedang melalui masa-masa sulit dan membutuhkan penghiburan.

Buku ini adalah pelukan hangat dalam bentuk kata-kata. Saat kamu membacanya, kamu akan merasa ditemani dalam setiap emosi yang kamu rasakan.

Kutipan Favorit

Buku ini penuh dengan kalimat-kalimat inspiratif, tetapi salah satu kutipan yang paling berkesan bagiku adalah:

“Kita tidak hidup secara kebetulan, ingat itu.”

Kalimat ini seperti alarm pengingat bahwa setiap momen, baik yang menyenangkan maupun menyakitkan, punya tujuan. Bagi siapa pun yang sedang merasa putus asa, membaca kalimat ini rasanya seperti sebuah pelukan yang berkata, “Kamu nggak sendirian. Semua ini ada maknanya.”

Kesimpulan: Bacaan yang Menginspirasi dan Menenangkan

Ketika Aku Tak Tahu Apa yang Aku Inginkan adalah buku yang akan membuatmu merenung, merasa dipahami, sekaligus termotivasi. Meski ada bagian yang terasa kurang relevan, secara keseluruhan buku ini memberikan pengalaman membaca yang menyentuh hati.

Jika kamu sedang merasa bingung dengan hidup, buku ini bisa menjadi teman yang menemanimu mencari jalan keluar. Jeong Seunghwan dengan lembut mengingatkan bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidupnya masing-masing, dan itu adalah hal yang patut dirayakan.

Jadi, jika kamu mencari bacaan yang penuh makna dan cocok untuk menemanimu di tengah kebingungan, aku sangat merekomendasikan buku ini. Siapkan secangkir teh hangat, duduk santai, dan biarkan buku ini menemanimu dalam refleksi yang mendalam.

Identitas Buku:

  • Judul: Ketika Aku Tak Tahu Apa yang Aku Inginkan
  • Penulis: Jeong Seunghwan
  • Halaman: 282
  • Bahasa: Indonesia
  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
  • ISBN: 9786020656
  • Tanggal Terbit: 1 Januari 2021

Selamat membaca, dan semoga buku ini membantumu menemukan kedamaian yang kamu cari! 😊

Jangan lupa, baca juga: Menyelami Batas Jiwa dalam Pertukaran Tak Terduga: Switch Karya Jili Nai

No comments:

Post a Comment

Unggulan

Mengurai Kisah Inspiratif: Menembus Portal Maple Universe Melalui Maple Media

1. Menembus Portal Maple Universe Mundus est plenus magicis et prodigiis, s atu kalimat ini menggambarkan Maple Universe sebagai dunia yang ...

Populer