Blog Archive

Thursday, 1 June 2023

Mengungkap Misteri Cangkang Telur dalam Novel Thriller Psikologis RANKAKU Karya Yandi.Asd

Hai, Sobat Ahya!

Aku menyelesaikan membaca sebuah novel dari genre favoritku, Thriller. Buku ini paling kunantikan, penasaran kenapa? Yuk, simak lebih dekat bersama Ahya~

Berikut ini adalah penampakan sampul Rankaku. Sebuah cangkang telur yang retak menyiratkan sebuah kerapuhan, cocok banget dengan konten di dalamnya. Dominasi putihnya membuat sang telur yang menjadi objek utama lebih menonjol. Percikan darah di sudut sampul pun menguatkan genre yang diusung oleh Rankaku adalah Thriller-Psikologis. Setidaknya, itu kesan pertamaku terhadap desain sampul Rankaku.





Rankaku - Cangkang Telur
Penulis: Yandi.Asd
Penerbit: ATpress2023 || 386 halaman
QRCBN: 622340758820
____
Aku akan mati. 
Mayatku akan dikremasi. 
Kepergianku tak akan ditangisi. Namun, itu dulu ketika aku belum bertemu denganmu, malaikatku–halaman 3
DESKRIPSI BUKU:



Rankaku dibuka dengan suara hati si aku yang mengungkapkan rasa syukurnya telah lolos dari maut setelah bertemu dengan Malaikatnya. Selanjutnya Rankaku tak hanya mengisahkan tentang bagaimana perjalanan aku saja, novel ini juga mengisahkan beberapa kisah dengan konflik yang berbeda. Konflik-konflik itu mengerucut pada satu titik singgung yang mengejutkan. Konsep seperti ini mengingatkanku dengan novel terjemahan Jepang. Mendengar konsep mentahnya saja aku langsung ingin membaca Rankaku sejak draf awalnya. Sejujurnya, aku bingung mereviu Rankaku yang memiliki konsep yang kompleks dan padat, banyak banget hal menarik yang aku hightlight!

Pertama, dengan mengusung tema Syndrom Asperger, Rankaku memberi warna tersendiri pada genre psikological-thriller. Menurutku ini menjadi kekuatan Rankaku. Jarang banget ada novel mengangkat tema seperti ini. Apalagi yang diulas dalam Rankaku bukan hanya satu konflik. Rankaku menjabarkan Syndrom Asperger dari berbagai perspektif yang berbeda sehingga aku yang awam dengan kelainan mental ini mendapatkan gambaran yang jelas.

Makna Rankaku yang berarti cangkang telur ini kegali banget, aku nggak nyangka "hal itu" bisa dianalogikan dengan cangkang telur alias Rankaku. Dan setiap orang berhak menjaga cangkang telur mereka. Seperti kisah-kisah dalam Rankaku ini. Setiap karakternya mencoba melindungi "Cangkang telur" mereka dengan cara mereka sendiri. Kerennya, penulis berhasil menggiring pembaca untuk menyelami kedalaman emosi para tokohnya, kompleksitas konfliknya, dan membuat pembaca mempercayai motif tindakan para karakternya.

Rankaku menceritakan anak dengan Syndrom Asperger, orang yang hidup bersama dengan penderita Syndrom Asperger, penyintas Syndrom Asperger (kondisinya sudah stabil), dan terapis wicara yang menangani penderita syndrom asperger. Menarik bukan?

Meski mengambil setting Jepang, jangan harap mendapati nuansa sakura bermekaran yang menambah suasana romantis. Rankaku justru menggambarkan sisi gelap Jepang: perundungan, abusive, sikap toksik, pembunuhan, KDRT dll. Nuansa Jepang tidak digambarkan dengan detail, tapi porsinya pas.

Rankaku: Lindungilah Cangkang Telurmu!

Rankaku mengisahkan lima kisah dengan konflik terpisah. Ditulis dalam alur maju sesuai sudut pandang masing-masing, tetapi memiliki rentang waktu yang berbeda. Setiap karakter Rankaku mengalami transformasi karakter yang membawa nilai-nilai untuk pembaca. Melalui kisah mereka, amanat Rankaku tersampaikan dengan baik.

Fumiko, seorang pekerja di restoran yang memiliki utama berbahan dasar telur bernama Kakoran. Dia terus dihantui masa lalunya karena sudah melahirkan anak menyerupai iblis. Fumiko harus menghentikan teror tersebut. Sementara Akio, anak berusia 4 tahun dari seorang aktris ternama bernama Seika dan ayahnya Hajime, Akio menderita Syndrom Asperger diperlakukan tidak baik oleh kedua orang tuanya. Selain itu ada Keiko, pegawai pabrik makanan kalengan, dia penyintas sindrom asperger yang harus menjaga keutuhan rumah tangganya yang di ambang kehancuran. Dia selalu ketakutan ditinggal Takuma. Di sisi lain, Hiroki seorang remaja yang tumbuh di lingkungan toksik dan hidupnya teramat malang harus mengurus ibu dan bibi kurang ajar serta adik kecil pengidap syndrom asperger. Hiroki melalui hari-hari yang buruk di sekolah karena perundungan terus menerus. Mereka semua ditempa masalah demi masalah.

Penyampaian Rankaku terasa hidup, aku masih tak mengerti ... Biasanya aku akan menempatkan diri pada salah satu tokoh dalam cerita. Namun, aku tidak bisa memihak siapa pun dalam cerita Rankaku. Anehnya, aku merasa terlibat di dalam cerita. Mungkin karena penyampaiannya yang sederhana yang mengalir dan ada beberapa kalimat yang menurutku menguatkan rasa setiap narasi Rankaku. Dialog polosnya Akio, interaksinya bersama Makoto membuatku tersentuh dan merasa hangat. Begitu juga dengan interaksi Hiroki-Aoi. Psikologi dalam Rankaku dikulik secara mendalam. Aku bisa merasakan empati kepada tiap tokohnya, tetapi juga merasa kesal dan marah disaat bersamaan.

Aku berusaha tidak over claim dalam mengulas Rankaku. Aku berusaha melupakan bahwa penulisnya adalah idolaku, editorku, guruku, bahkan orang yang aku percaya ketika merujuk sesuatu. Aku berusaha menilai dan melihat Rankaku ya Rankaku sebuah karya~

Kesimpulannya, Kenapa aku bisa suka banget Rankaku?

Pertama, meski ini bukan pertama kali membaca Rankaku, aku masih dibuat takjub sama konsepnya. Penyampaiannya asyik. Punya alur lambat yang page turner banget. Isu sosial yang diangkat dalam Rankaku banyak banget: parenting, perundungan, banyak informasi terkait berbagai jenis profesi, robotik, terkait telur, dan Jepang yang dijadikan sebagai latar utama penggerak cerita.

Membaca Rankaku itu kenyang dan puas banget. Hanya saja memang ada beberapa adegan yang masih bisa dieksplor lagi. Kayak adegan thriller-nya bakal lebih mantul kalau di-showing. Namun, kurasa penulis punya pertimbangan sendiri mengingat buku ini sudah cukup tebal. Penulisannya rapi banget aku bahkan hanya menemukan satu tipo nama. Hal itu wajar banget, apalagi Rankaku cerita dengan banyak tokoh.

Rankaku cocok untuk dibaca pembaca 21+ mengingat beberapa adegan mature konten diekspos secara eksplisit. Buat kamu yang punya ketakutan dengan darah, trauma dengan kekerasan cerita ini bisa memicu trigger warning. Cerita ini juga cukup gelap, menurutku tidak semua orang bakal cocok dengan buku ini. Namun, buat kamu pencinta thriller, misteri, kamu harus merasakan sensasi pergolakan perubahan emosi ketika membaca Rankaku!

Menjelang ending, kamu akan dihajar dengan double twist yang bikin kamu bahkan pengen melempar buku setebal itu ke muka orang ... Nggak nyangka banget akan disuguhi tipe ending kayak gitu~

🌟Rate Rankaku: 4.95/5


No comments:

Post a Comment

Unggulan

Mengurai Kisah Inspiratif: Menembus Portal Maple Universe Melalui Maple Media

1. Menembus Portal Maple Universe Mundus est plenus magicis et prodigiis, s atu kalimat ini menggambarkan Maple Universe sebagai dunia yang ...

Populer