Book Review by AhyaBee
Halo, sobat Ahyaaa~
Apakah kalian merindukanku? Hihi ...
Setelah mengulas Funiculi Funicula Before The Coffee Gets Cold kali ini aku akan mereviu buku keduanya yaitu Funiculi Funicula Kisah-Kisah Yang Baru terungkap. Buku ini menjadi penutup bacaanku di bulan Januari 2023. Yeayy ... aku menyelesaikan semua TBR bulan ini! Senangnya ....
Oke fokus, balik lagi ke buku yang akan kita bahas ini memiliki sampul buku yang sangat memikat. Menggambarkan musim semi di jalanan dekat kafe Funiculi Funicula. Nuansanya sangat hangat seperti efek yang ditimbulkan setelah selesai membacanya. Ini dia penampakan depan kover yang kece itu. Oh, iya buku ini tersedia juga di gramedia digital, loh! Sayangnya, bulan ini belum masuk paketan fiction premium, jadi harus beli satuan gitu. Hiks, sedih~
[Reviu Buku]
Funiculi Funicula - Kisah-Kisah Yang Baru Terungkap
Penulis: Toshikazu Kawaguchi
ISBN: 9786020663845
ISBN Digital: 9786020663852
_____
Selain sampul depan yang eye catching, sampul belakang tak kalah menarik. Burung-burung yang ada di kabel listrik. Awalnya, kukira ada kaitannya burung ini dengan isi cerita ternyata ... tahan sebentar, kita akan membahas blurb dari buku ini.
DESKRIPSI BUKU
Funiculi Funicula, sebuah kafe di gang sempit di Tokyo, masih kerap didatangi orang-orang yang ingin menjelajahi waktu. Peraturan-peraturan yang merepotkan masih berlaku, tetapi itu semua tidak menyurutkan harapan mereka untuk memutar waktu.
Kali ini ada seorang pria yang ingin kembali ke masa lalu untuk menemui sahabat yang putrinya ia besarkan, seorang putra putus asa yang tidak menghadiri pemakaman ibunya, seorang pria sekarat yang ingin melompat ke dua tahun kemudian untuk memastikan kekasihnya bahagia, dan seorang detektif yang ingin memberi istrinya hadiah ulang tahun untuk pertama sekaligus terakhir kalinya.
Kenyataan memang akan tetap sama. Namun dalam singkatnya durasi sampai kopi mendingin, mungkin masih tersisa waktu bagi mereka untuk menghapus penyesalan, membebaskan diri dari rasa bersalah, atau mungkin melihat terwujudnya harapan…
Luka psikologis tidak dapat dilihat. Selain itu, sulit menyembuhkan luka seseorang yang menganggap dirinya penyebab kematian orang yang penting dalam hidupnya. Lagi pula, orang yang mati tidak akan hidup kembali --halaman 176
Empat kisah mengharukan dikemas dengan apik menggunakan bahasa ringan yang nyaman. Mereka mengunjungi Funiculi Funicula, sebuah kafe di Tokyo yang terkenal dengan mitos lokalnya bisa membawa pengunjung ke masa lalu juga masa depan. Mereka datang dengan harapan masing-masing.
Kenyataan tak ada yang berubah. Aturan itu membuat cerita tidak mengalami efek domino yang membosankan. Punya batas-batas jelas yang kadang bikin pembaca menahan napas dan ingin berkata, "Habiskan kopinya sebelum dingin."
Seorang pria yang ingin menemui sahabatnya untuk mengungkap sebuah kebenaran. Kebenaran itu sudah dipendam 22 tahun lamanya, kini harus segera diakhiri. Selama 22 tahun, Gotaro Chiba berbohong pada Haruka, putrinya. Dia ingin kembali ke masa lalu menemui temannya bernama Suichi agar kebohongan yang dia tutupi dua puluh dua tahun segera berakhir. Apa hubungan Suichi dan Haruka? Kisah ini sangat mengharukan sampai membuatku berkaca-kaca saat membaca bagian pertemuan kedua sahabat ini. Keduanya memiliki hubungan persahabatan yang harmonis. Hubungan Gotaro dan Haruka juga sangat manis.

Kisah kedua, seorang putra yang putus asa tidak bisa menghadiri pemakaman ibunya dan ingin menemui ibunya yang sudah meninggal. Dia memutuskan menemui sang ibu sebelum wanita itu diopname. Suasana pertemuan itu lebih dari sekadar mengharukan karena aku sampai menangis di bagian ini. Alasan-alasan yang disampaikan Yukio sangat masuk akal. Kisah Yukio sangat emosional, dia diliputi penyesalan yang mendalam. Saat tahu, kembali ke masa lalu tidak akan mengubah apa, pun, dia tidak ingin kembali ke masa kini dan terjebak di sana selamanya. Namun, ada satu momen yang membuat hatiku juga menghangat saat membaca bagian ini.
Kisah keempat, seorang pria yang sekarat mengunjungi masa depan memastikan kekasihnya bahagia. Namanya Kurata, hidupnya divonis enam bulan lagi. Dia ingin ke masa depan memastikan Asami menjalani kehidupan normal. Kisah ini sangat manis, baik tindakan Asami ataupun Kurata menunjukkan ini, loh, yang seharusnya dilakukan seorang pendamping!
Kisah Kazu menjadi penutup yang memuaskan. Di bagian ini juga kepingan kisah yang belum terjawab di buku sebelumnya terjawab. Hal ini ditunjukkan oleh perjalanan lintas waktu yang dilakukan oleh seorang detektif tua yang ingin memberikan hadiah ulang tahun kepada istrinya untuk pertama dan terakhir kalinya. Buku yang sangat istimewa, menunjukkan penyesalan demi penyesalan yang mengendap pada manusia dalam berbagai bentuk. Kemudian buku ini memberi akhir pada kisah-kisah itu sebuah kepuasan dalam bentuk sebuah perubahan.
Bukan kenyataan pada masa kini yang berubah, melainkan diri mereka sendiri yang mengalami transformasi.
Kisah-kisah yang disajikan pada buku kedua menguak sebagian kisah rahasia dibuku pertama, kayak siapa sebenarnya hantu bergaun putih. Di buku ini juga memunculkan sosok lain yang ternyata bisa menuang kopi untuk mengantar pengunjungnya ke masa lalu atau masa depan. Bukan Kazu Tokita, loh! Siapa, ya?
Meski di buku ini diberi diagram karakter untuk memudahkan memahami hubungan antar karakter, hal itu sama sekali tidak mengganggu dan mengurangi ketertarikan membaca. Buku ini mengikat pembacanya secara emosional, buku yang memberi efek hangat selepas membaca kisah deep. Banyak pembaca lebih menyukai buku ini daripada buku pertamanya, tetapi buku pertama menurutku lebih berkesan.
Mungkin karena ada pengulangan info yang terlalu sering dan monoton seperti penggambaran keadaan interior kafe. Kalimatnya itu beneran sama, itu-itu aja.
... Dinding plester tanah sewarna tepung kedelai dengan noda samar tersebar yang sepertinya terbentuk dalam waktu lama di seluruh permukaannya. Karena berada di lantai bawah tanah, di kafe itu tak ada jendela dan hanya berpenerangan lampu remang yang menggantung di langit-langit, mewarnai ruangan itu dengan nuansa sepia.
Peraturan kembali ke masa lalu pun dijelaskan berulang kali baik di narasi juga dialog. Namun, hal itu sama sekali tidak mengurangi ketertarikan untuk membaca seri selanjutnya jika diterjemahkan. Meski demikian, tak mengurangi antusiasku untuk merekomendasikan buku ini buat kamu yang suka sama literatur Jepang. Buku ini sangat manis, hangat, dan menyenangkan~
No comments:
Post a Comment