Blog Archive

Showing posts with label Solusi Literasi ala AhyaBee. Show all posts
Showing posts with label Solusi Literasi ala AhyaBee. Show all posts

Thursday, 27 February 2025

Trend Konyol Literasi: Book Shaming-Tanpa Sadar, Kita Sering Melakukannya!


Trend Konyol Dunia Literasi: Book Shaming – Tanpa Sadar Kita Sering Melakukannya

Pernah nggak Sobat Ahya ngerasa minder saat menyebut buku favoritmu? Entah itu karena rasa takut dianggap tidak berkualitas atau ... justru kamu sendiri pernah memandang sebelah mata seseorang karena jenis bacaan mereka? Jika iya, kamu mungkin pernah bersinggungan dengan fenomena yang disebut book shaming.

Memangnya, apa sih book shaming itu?

Simpelnya, book shaming mempermalukan seseorang karena jenis buku yang dibacanya baik dengan merendahkan seleranya, melabeli dengan berkomentar seenaknya, bahkan menghakimi buku-buku yang dibacanya. Sayangnya, fenomena ini justru marak terjadi di kalangan pegiat literasi loh, kayak komunitas baca, kumpulan penulis, book reviewer. Kadang kala kita nggak sadar komentar kita termasuk book shaming. Ironis bukan? Di dunia di mana perkumpulan itu merupakan wadah merayakan kebebasan membaca, malah ada oknum yang mempermasalahkan bacaan orang lain.

Untuk lebih jelasnya, yuk bahas lebih dalam lagi dalam segmen serba-serbi literasi kali ini.

"Serius kamu suka baca komik di usia sekarang? Nggak cocok tahu."

Kalian pernah mendengar kalimat itu? Aku pernah. Bahkan seseorang dari keluargaku menegurku gara-gara komik yang sedang kubaca di usia 22 tahun. Hal itu melukai egoku, malu, dan nggak berani lagi membaca komik untuk waktu yang lama. Selain itu juga aku membaca postingan X beberapa waktu lalu yang menggegerkan jagad dunia maya. Kurang lebih begini: 

"Generasi Gen Z yang membaca Tereliye dan Fiersa tidak mengenal Pramoedya Ananta Noer."

Tentu saja respons dari tulisan itu beragam dan menimbulkan kerusuhan. Membandingkan buku yang dibaca, menghakimi genre bacaan, tidak menunjukkan kamu memiliki nilai lebih. Justru menunjukkan betapa sempit dan kakunya pola pikir seperti itu. Contoh lain yang lebih familier:

"Baca nonfiksi atuh biar pinter." 

Sering banget kan lihat anak sekolah baca novel ditegur seperti ini? Pengulas buku dikritik seperti ini. Faktanya, kita membaca buku sesuai dengan kebutuhan. Beberapa orang yang membutuhkan bacaan ringan akan lari mencari fiksi kontemporer, teenfict bahkan komik. Sementara mereka yang membutuhkan data, analisis, dan bacaan berat mungkin akan mencari buku-buku sastra, filsafat atau semacamnya.

Lantas, mengapa book shaming bisa terjadi?

Seperti fenomena shaming lainnya, body shaming, mommy shaming, fenomena itu muncul dari asumsi seseorang yang beranggapan bahwa sesuatu harus memenuhi standar tertentu. Book shaming bisa muncul karena beberapa alasan diantaranya:
  1. Merasa Lebih Superior
    Mereka merasa selera bacaan mereka dianggap lebih berkualitas dan pintar daripada buku yang lebih ringan dan populer.
  2. Kurang Paham Tentang Genre
    Mereka menganggap buku ya sama aja buku! Mereka belum paham setiap jenis buku membawa nilai dan tujuan yang berbeda.
  3. Tekanan Media Sosial
    Banyak yang berekspektasi tinggi terkait buku tertentu. Buku-buku apa yang layak dan pantas dibaca, diulas, dan direkomendasikan. Menganggap buku-buku tertentu lebih prestisius. Keberadaan sosial media membuat book shaming lebih mudah terjadi dengan adanya bebas berkomentar di postingan ulasan buku. Tanpa sadar menyebar opini pribadi yang membuat orang lain tidak dihargai dan merasa rendah.
Sekilas, book shaming ini hal yang biasa semacam lelucon. Namun, dampaknya cukup serius.

Book Shaming dan Dampaknya bagi Pembaca

  1. Membuat Orang Malu Membaca:

    • Banyak orang jadi ragu untuk menunjukkan buku yang mereka baca, bahkan bisa kehilangan minat membaca karena takut dihakimi.

  2. Menyempitkan Ruang Literasi:

    • Komunitas literasi seharusnya inklusif dan mendukung semua jenis pembaca. Tapi dengan adanya book shaming, ruang ini jadi eksklusif dan tidak ramah.

  3. Menghambat Kebebasan Berekspresi:

    • Setiap orang punya hak untuk membaca apa yang mereka suka. Book shaming bisa menghilangkan kebebasan ini dengan menanamkan rasa takut akan penghakiman.

  4. Menciptakan Lingkungan yang Tidak Sehat:

    • Dalam komunitas literasi, book shaming bisa menimbulkan perpecahan dan persaingan yang tidak sehat. Padahal, tujuan utama membaca adalah menikmati dan belajar, bukan berkompetisi.

Bagaimana Menghindari Book Shaming?

Mengingat dampak yang terjadi sebegitu mengerikan, penting untuk mulai menghindari kebiasaan book shaming. Mungkin, beberapa cara ini perlu dicoba secara bertahap:

  1. Menghargai Pilihan Orang Lain:

    • Ingat, setiap orang punya preferensi masing-masing. Buku yang menurutmu kurang menarik bisa jadi sangat berarti bagi orang lain.

  2. Pahami Fungsi Setiap Buku:

    • Tidak semua buku harus berat dan intelektual. Ada buku yang ditulis untuk hiburan, motivasi, atau sekadar pelarian dari rutinitas. Semua itu sah-sah saja.

  3. Jangan Memberi Label Negatif:

    • Hindari melabeli buku atau genre tertentu dengan stereotip. Setiap buku punya nilai uniknya sendiri.

  4. Fokus Pada Hal Positif:

    • Alih-alih mengkritik buku yang tidak kamu suka, coba beri apresiasi pada usaha seseorang untuk membaca, terlepas dari jenis bukunya.

  5. Jadilah Pendukung, Bukan Hakim:

    • Sebagai pembaca, tugas kita adalah mendukung sesama untuk terus membaca, bukan menghakimi pilihan mereka.

Serunya Merayakan Keberagaman dalam Membaca

Dunia literasi tak selebar daun kelor, ada banyak buku untuk banyak pembaca. Setiap buku memiliki pembacanya sendiri dan setiap buku akan bermanfaat bagi pembacanya masing-masing. Daripada terjebak dalam lingkaran book shaming, yuk, putus mata rantai itu dengan fokus pada pertumbuhan diri sendiri. Nikmati keragaman yang ada.

Bung Hatta pernah berkata,  
"Aku rela dipenjara asalkan bersama dengan buku, karena dengan buku aku bebas."

Beliau dengan berani mengatakan bahwa dia merdeka hanya dengan membaca. Loh, kok kita yang sudah maju teknologinya masih senewen dengan kemerdekaan orang lain? Ya, nggak sih!

Kalau kamu suka postingan kayak begini, aku suka membahasnya di page aku, yuk follow untuk lebih update lagi~

Jangan lupa baca juga:

Ingin Membaca Buku, Tetapi Tidak Memiliki Buku

5 Alasan Mengapa AhyaBee Menulis Fiksi, Poin Terakhir Membuatmu Tak Habis Pikir

 

Tuesday, 18 February 2025

Babat Habis Writer's Block: 10 Strategi Supaya Nggak Kehabisan Ide Saat Menulis!

Strategi Supaya Kamu Nggak Kehabisan Ide Saat Menulis


image:/bing.com

Hei, Sobat Ahya! Pernah nggak sih, duduk di depan buku catatan atau laptop, siap menulis, tapi tiba-tiba pikiranmu kosong? Kamu udah niat banget mau bikin cerita atau artikel keren, tapi ide malah nggak muncul-muncul, buntu, dan rasa pengen banget jedotin aja kepalanya ke meja saat itu juga. Kalau iya, santai aja karena kamu nggak sendiri kok. Hampir semua penulis—baik pemula maupun yang sudah profesional—pernah mengalami hal semacam ini. Fenomena ini dikenal sebagai writer's block atau kebuntuan ide.

Jadi, gimana caranya biar ide nggak mandek? Yuk, aku kasih beberapa tips supaya kamu tetap bisa menulis tanpa kehabisan inspirasi. Nggak susah kok, dan aku yakin kamu pasti bisa mencobanya!

1. Banyak-Banyak Baca Buku (Beneran, Deh!)


Aku tahu, kamu pasti sering dengar kalau membaca itu penting. Tapi beneran, ini salah satu cara paling ampuh buat ngisi otakmu dengan ide-ide baru. Buku itu seperti pintu ke dunia lain. Setiap cerita yang kamu baca bisa jadi inspirasi buat tulisanmu sendiri.Kamu bisa memulai dengan memilih buku yang kamu suka. Kalau kamu suka thriller, coba baca Keigo Higashino, Ruth Ware. Kalau suka horor, baca cerita-cerita Stephen King. Genre komedi bisa baca buku karya Radtya Dika. Genre Young Adult ada karya-karya Akaigita.

Ketika membaca, coba perhatikan alur ceritanya, gimana karakter dibangun, atau konflik apa yang bikin cerita itu menarik. Perhatikan semua unsur intrinstik, ekstrinsik, bedah dan gali ilmunya. Hal yang nggak disangka-sangka, kadang-kadang, hanya dengan baca satu paragraf aja bisa bikin kamu punya ide buat cerita baru. Ada yang pernah mengalami hal seperti itu?

2. Punya "Notebook Ajaib" Buat Catat Ide

Nggak ada ide yang terlalu kecil atau nggak penting buat dicatat. Kalau aku, selalu punya buku catatan atau aplikasi di HP buat nulis ide-ide yang tiba-tiba muncul. Percaya deh, ini bakal bantu banget saat kamu buntu. gampang kok, kamu hanya perlu mencatat apa pun yang terlintas di kepala, bahkan kalau idenya cuma satu kalimat.

Misalnya, “Gimana kalau ada kucing yang bisa ngomong?” atau “Cerita tentang anak sekolah yang nyasar ke dimensi lain.”

Saat kamu butuh inspirasi, tinggal buka catatan itu lagi, dan voila! Kamu punya banyak bahan buat dikembangkan.

3. Coba Teknik Brainstorming (Santai Saja)

Kalau otakmu lagi stuck, jangan langsung panik. Coba duduk santai, ambil kertas, dan mulai tulis apa aja yang ada di pikiranmu. Ini namanya brainstorming, dan ini salah satu cara favoritku buat nyari ide.

Langkahnya kayak gini:

  • Tulis satu topik besar, misalnya “liburan.”
  • Dari situ, tulis semua hal yang berhubungan, kayak “pantai,” “jalan-jalan naik kereta,” atau “hujan waktu liburan.”

Kadang, ide terbaik muncul dari hal-hal yang awalnya kelihatan sederhana.

4. Cari Inspirasi dari Sekitarmu

Kamu pernah nggak, cuma duduk di taman atau kafe, lalu ngeliatin orang-orang di sekitarmu? Kalau belum, coba deh! Kadang, ide cerita bisa muncul dari hal-hal kecil yang kamu amati.

Ini tipsnya:

  • Misalnya, kamu lihat seseorang di taman lagi duduk sendirian. Kenapa dia sendirian? Apa yang dia pikirkan?
  • Atau kamu dengar percakapan lucu di warung kopi. Bisa banget itu jadi dialog di ceritamu.

Lingkungan sekitar itu sumber inspirasi yang nggak ada habisnya, asal kamu jeli melihatnya.

5. Ngobrol Sama Teman yang Juga Suka Nulis

Percaya nggak, ngobrol itu bisa jadi cara seru buat nyari ide? Apalagi kalau kamu ngobrol sama teman yang juga suka menulis. Kamu bisa saling tukar cerita, saling kasih masukan, atau bahkan bikin proyek bareng.

Yang bisa kamu coba:

  • Ajak temanmu brainstorming bareng. Misalnya, kamu punya ide setengah matang, dan temanmu bisa bantu kasih sudut pandang baru.
  • Gabung ke komunitas penulis remaja. Banyak banget komunitas online di Instagram atau Discord yang seru buat saling sharing ide.

Kadang, ide-ide terbaik muncul dari diskusi santai kayak gini.

6. Tonton Film atau Dengerin Musik Favoritmu

Kalau lagi mentok banget, aku biasanya ambil jeda sebentar buat nonton film atau dengerin musik. Serius, ini bisa banget bikin pikiranmu rileks dan ide-ide baru muncul.

Caranya:

  • Pilih film atau lagu yang sesuai sama suasana hati. Lagi sedih? Coba dengerin lagu mellow. Lagi semangat? Pilih lagu upbeat!
  • Tantangan buatmu: coba bikin cerita berdasarkan lirik lagu favoritmu. Misalnya, lirik “City of Stars” dari La La Land bisa banget jadi inspirasi buat cerita romansa.

Kadang, ide muncul dari hal-hal kecil yang kamu nikmati.

7. Biasakan Menulis Rutin (Walau Cuma Sedikit)


Kadang, alasan kamu nggak punya ide itu simpel: kamu jarang menulis. Kalau kamu mulai membiasakan diri buat nulis rutin, otakmu akan lebih mudah "terlatih" buat menemukan ide baru. Jujur ini hal yang paling sulit kupertahanin. Meski begitu, ini adalah hal yang kulakukan:

  • Menetapkan waktu tertentu buat nulis setiap hari, meskipun cuma 15 menit. Biasanya aku pagi menjelang siang ketika semua pekerjaan domestik sudah beres.
  • Jangan khawatir soal bagus atau nggaknya tulisanmu. Yang penting kamu mulai dulu. Ini juga aku masih belajar. Kadang sering kali insecure dan overthinking bikin mandeg dalam segala hal.

Semakin sering kamu menulis, semakin mudah ide itu mengalir dengan sendirinya.

8. Eksplorasi Genre Baru

Kalau kamu mulai merasa bosan dengan genre yang biasa kamu tulis, coba sesuatu yang baru. Ini bisa jadi pengalaman seru sekaligus cara untuk memperluas kreativitasmu.

Misalnya:

  • Kalau biasanya kamu nulis cerita fantasi, coba bikin cerita horor atau misteri.
  • Kalau kamu suka puisi, coba tulis cerita pendek (flash fiction).

Eksperimen kayak gini nggak cuma bikin kamu lebih kreatif, tapi juga bikin pengalaman menulismu makin kaya.

9. Gunakan Writing Prompts

Writing prompts itu semacam tantangan menulis kecil. Biasanya berupa kalimat pembuka, pertanyaan, atau ide acak yang bisa kamu kembangkan jadi cerita.

Coba ini:

  • Cari writing prompts di Google. Banyak banget yang gratis, lho!
  • Tantang dirimu buat menulis cerita dari satu prompt setiap minggu.

Latihan ini bikin otakmu tetap aktif dan ide-ide segar terus muncul.

10. Jangan Takut dengan Writer's Block

Writer's block itu hal yang wajar banget, dan semua penulis pasti pernah mengalaminya. Jadi, jangan panik kalau ide terasa mentok. Kadang, yang kamu butuhkan cuma waktu istirahat buat menyegarkan pikiran.

Apa yang bisa kamu lakukan?

  • Ambil jeda sejenak. Jalan-jalan, dengerin musik, atau bikin kopi favoritmu.
  • Jangan terlalu keras pada diri sendiri. Writer's block itu cuma sementara, kok.

Yang penting, jangan menyerah. Teruslah mencoba, dan ide-ide pasti akan datang lagi.

Ayo Mulai Menulis!

Menulis itu nggak harus selalu sempurna. Yang penting adalah kamu menikmati prosesnya. Kalau kamu mencoba beberapa tips di atas, aku yakin kamu nggak akan kehabisan ide lagi.

Sekarang, coba deh ambil kertas dan pena, atau buka laptopmu. Tulis apa pun yang terlintas di pikiranmu. Nggak harus panjang, nggak harus sempurna. Yang penting kamu mulai. Selamat menulis, ya! Siapa tahu, tulisanmu bisa menginspirasi orang lain. 😊


Thursday, 13 February 2025

Bingung Mau Baca Buku Apa? 4 Tips Ini Akan Membantu Kamu!



Kata orang, membaca itu membosankan, bikin ngantuk, dan ya ... buang-buang waktu. Mungkin buat sebagian orang membaca bukanlah sebuah kebutuhan. Namun, tidak bagi pegiat literasi dan bookslover yang menjadikan kegiatan membaca adalah seperti napas dalam hidup mereka. Ketika membaca, mereka akan hanyut dan berkelana dengan berimajinasi.

Awal aku membaca, seorang mentor nulisku menyarankan aku membaca sebuah buku fiksi. Awalnya genre favorit sejuta umat, romance. Namun, aku nggak bisa menyelesaikannya. Kemudian beliau menyarankan aku beberapa genre yang berbeda. Akhirnya, aku memilih judul thriller. Aku melahapnya dalam waktu yang singkat. Perkembangan membacaku pun melejit pesat dari yang cuma empat lembar sehari sampai pernah tiga buku dalam sehari. Yuk, merapat biar kubocorkan tipsnya!

Panduan Memilih Buku Sesuai Kepribadianmu

Membaca bisa jadi cara yang seru untuk mengisi waktu luang. Selain segudang manfaatnya yang tak bisa dijabarin satu-satu di sini, membaca akan memperbaiki kebiasaan remaja yang seiring dengan perkembangan zaman sangat sibuk dengan gadget dan dunia maya. Di tengah tren digital saat ini, buku bertransformasi dalam bentuk digital juga menyesuaikan dengan perubahan zaman. Meski begitu tidak semua buku bakal cocok untuk kamu. Untuk itu aku akan membagikan pengalaman memilih buku yang cocok dengan kepribadian masing-masing. Bisa jadi ini adalah langkah penting untuk membuat aktivitas membaca kamu semakin seru dan menyenangkan.

Alasan Kenapa Harus Memilih Buku yang Sesuai

Setiap orang punya kepribadian dan minat yang berbeda-beda, begitu juga kamu! Membaca buku yang sesuai dengan kepribadian bisa bikin pengalaman membaca jadi lebih menyenangkan dan bermakna. Selain itu, buku yang tepat bisa jadi sumber inspirasi, teman saat bosan, atau bahkan membantu kamu menemukan solusi untuk masalah yang sedang dihadapi.

Namun, dengan banyaknya genre buku seperti fantasi, romansa, thriller, hingga buku pengembangan diri, memilih yang pas memang nggak mudah. Tapi tenang, panduan ini akan membantumu menemukan buku yang cocok dengan kepribadianmu!

Kenali Diri Sendiri dan Gaya Membaca

Sebelum memilih buku, coba pahami dulu kepribadianmu. Beberapa cara mudah untuk mengenal dirimu adalah:

  1. Refleksi Minat: Apa yang biasanya menarik perhatianmu? Kisah petualangan, romansa, atau topik inspiratif? Memecahkan kasus?
  2. Tes Kepribadian Online: Tes seperti MBTI atau Enneagram bisa membantumu mengetahui tipe kepribadian dan genre yang sesuai.
  3. Pengalaman Membaca Sebelumnya: Ingat-ingat buku atau genre apa yang pernah kamu baca dan paling kamu nikmati.

Pilih Genre Sesuai Kepribadianmu

Setelah mengenal dirimu, saatnya memilih genre yang pas. Berikut beberapa rekomendasi genre berdasarkan tipe kepribadian:

1. Suka Petualangan dan Imajinasi Tinggi

Kalau kamu suka tantangan dan eksplorasi, buku fantasi atau petualangan cocok banget buatmu! Novel seperti Harry Potter karya J.K. Rowling bisa membawa kamu ke dunia baru yang penuh keajaiban.

Kamu juga bisa mencoba genre dystopia seperti The Hunger Games karya Suzanne Collins atau Divergent karya Veronica Roth. Kisah-kisah ini nggak hanya seru, tapi juga bikin kamu berpikir lebih kritis tentang kehidupan.

2. Romantis dan Perasa

Kalau kamu tipe yang baper saat nonton film atau dengar lagu, buku romansa bisa jadi pilihan terbaik. Coba baca Obsessive Girl karya AhyaBee. Collen Hover atau buku-buku Almira Bastari. Untuk yang suka cerita cinta dengan twist, Me Before You karya Jojo Moyes bisa jadi pilihan. Buku ini mengajarkan makna cinta dan pengorbanan yang mendalam.

3. Kritis dan Ingin Tahu Segalanya

Kalau kamu suka merenung dan berpikir mendalam, buku-buku misteri, psikologi, atau filsafat cocok untukmu. The Psychology of Money karya Morgan Housel adalah pilihan tepat untuk memahami pola pikir manusia soal uang. Vermilion Rain karya Kai Elian, Rankaku karya Yandi Asd. Mayfly karya Gusti Riant. Jejak Balak karya Ayu Welirang.

Atau kamu bisa mencoba novel seperti Gone Girl karya Gillian Flynn yang penuh teka-teki dan intrik. Buku ini cocok banget buat kamu yang suka cerita dengan ending tak terduga.

4. Ingin Belajar dan Mengembangkan Diri

Kalau kamu suka belajar hal baru, buku pengembangan diri adalah pilihan yang tepat. Atomic Habits karya James Clear atau Seni Hidup Minimalis dari Francine Jay bisa membantumu meningkatkan kebiasaan sehari-hari.

Buku pengembangan diri ini juga cocok buat kamu yang ingin hidup lebih produktif dan tertata. Jangan lupa catat poin-poin penting saat membaca, ya!

5. Suka Drama dan Emosi Kompleks

Kalau kamu suka cerita yang penuh konflik dan emosi, novel drama seperti As Long as the Lemon Treess Grow karya Khaled Zoulfa Katouh atau It End With Us karya Collen Hover, Voiceless karya Yandi Asd bisa jadi pilihan.

Buku-buku ini biasanya mengeksplorasi isu-isu sosial dan hubungan antar manusia yang mendalam. Cocok buat kamu yang ingin memahami sisi emosional kehidupan.

Tren Membaca Masa Kini

Di era digital, membaca tidak hanya dilakukan melalui buku fisik. Banyak remaja kini beralih ke e-book dan audiobook karena lebih praktis. Beberapa platform populer untuk membaca digital adalah:

  • E-book: Ideal buat kamu yang suka membaca sambil bepergian. Kindle, Gramedia Digital, iPusnas atau Google Books punya banyak pilihan judul yang bisa diakses kapan saja.
  • Audiobook: Cocok buat multitasker yang ingin mendengarkan cerita saat olahraga atau perjalanan. Platform seperti Audible dan Storytel adalah pilihan favorit.

Tips Memilih Buku dengan Bijak

Berikut beberapa tips agar kamu bisa menemukan buku yang tepat dan cepat tanpa perlu membuang waktu:

  1. Cari Rekomendasi: Ikuti akun media sosial atau blog yang sering membahas rekomendasi buku.
  2. Baca Ulasan: Sebelum membeli, baca ulasan di platform seperti Goodreads untuk tahu pendapat pembaca lain.
  3. Coba Genre Baru: Jangan takut mencoba genre yang belum pernah kamu baca. Siapa tahu kamu menemukan favorit baru!
  4. Gunakan Aplikasi Buku: Banyak aplikasi yang menyediakan sinopsis dan ulasan sehingga memudahkan kamu memilih.

Mulai Petualangan Literasimu Sekarang!

Membaca buku yang tepat adalah cara seru untuk mengeksplorasi dunia baru, memahami dirimu sendiri, dan bahkan memperkaya hidupmu. Jadi, mulai sekarang, kenali kepribadianmu dan temukan buku yang sesuai. Jangan lupa bagikan pengalaman membaca kamu di kolom komentar!

Ikuti terus blog ini untuk mendapatkan rekomendasi buku terkini dan tips seru seputar literasi. Selamat membaca, dan nikmati setiap halaman yang kamu buka!

Saturday, 8 February 2025

Resolusi Membaca: Cara Seru Membuat Target Baca Buku, Nomor 5 Ampuh Banget!



image bing.com

Resolusi Membaca 2025: Cara Seru Membuat Target Buku untuk Remaja

Apa kamu salah satu Sobat Ahya yang ingin membaca lebih banyak buku tahun ini? Masalahnya, kadang kita bingung bagaimana caranya. Iya, nggak? Membuat resolusi membaca bisa menjadi cara seru untuk membentuk dan meningkatkan kebiasaan membaca terutama bagi remaja nih yang mulai terkontaminasi teknologi. Membaca menjadi hal yang sangat sulit. Padahal begitu banyak manfaat bisa dipetik ketika kita membaca. Selain menambah wawasan, membaca juga bisa menjadi pelarian stres loh.

Nah, kali ini aku mau share cara membuat target baca ala AhyaBee. Tahun kemarin, aku memang hanya membaca sekitar 75 judul buku dan itu jauh lebih rendah dari yang biasanya kulakukan. Meski begitu, tidak masalah. Karena membaca bukan ajang siapa tercepat atau siapa terbanyak bukan? 

Alasan Membuat Resolusi Membaca Itu Penting

Nggak cuma kamu kok yang bertanya-tanya, “Kenapa harus bikin resolusi membaca? Apa manfaatnya buat aku?” 

Karena aku pun pernah di fase itu. Ada di fase di mana aku mikirnya bakal buang-buang waktu. Daripada begitu mending gas baca aja. Tapi, setelah berdampak banget buat aku dan perkembangan akunku, aku sadar bahwa ada beberapa alasan penting membuat rencana. Dalam hal ini rencana target membaca buku dalam waktu tertentu.

1. Meningkatkan Imajinasi dan Kreativitas


image:/pinterest

Membaca cerita akan menggugah daya imajinasi dan kreativitas otak, terutama untuk genre fantasi, horor, thriller yang memiliki daya pikat luar biasa dari world building, karakternya yang unik, kejadian di luar nalar.

Tanpa sadar, kreativitas kita ikut meningkat saat membaca Harry Potter misalnya maka akan membuka dunia baru di kepala kamu. Imajinasi yang berkembang ini akan membantu kamu berpikir kreatif, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

2. Meningkatkan Keterampilan Menulis

Jika Sobat Ahya bercita-cita menjadi penulis, membaca adalah guru terbaik. Dengan membaca berbagai genre, kamu bisa mempelajari gaya menulis dan memperkaya kosakata.

3. Mengurangi Stres

Setelah lelah dengan tugas sekolah, bekerja, bahkan mengerjakan rutinitas harian, melarikan diri ke dunia buku bisa menjadi cara ampuh untuk menenangkan pikiran. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa membaca selama 30 menit sehari bisa mengurangi stres hingga 68%.

Cara Membuat Resolusi Membaca yang Seru

Untuk pemula, sebaiknya kita fokus pada proses. Supaya resolusi membaca yang kamu rencanakan berhasil, penting untuk membuat target yang realistis dan menyenangkan. Jika bingung memulainya, tips ini bisa kamu coba!

  1. Tentukan Target Buku yang Sesuai dengan Kemampuan
    Ingat, jangan langsung menetapkan target membaca 100 buku dalam setahun jika kamu belum terbiasa. Mulailah dengan 12 buku (1 buku per bulan). Setelah berhasil, kamu bisa menaikkan target di tahun berikutnya. Ini akan memicu semangat kamu dalam membaca.

  2. Gunakan Alat Bantu Digital
    Aplikasi seperti Goodreads atau Bookmory sangat membantu dalam melacak kemajuan membaca. Kamu juga bisa membuat daftar buku yang ingin dibaca, memberikan rating, dan membaca ulasan dari orang lain. Ini bakal memotivasi kamu untuk segera mencapai target membaca tahunan kamu.

  3. Pilih Buku dengan Genre yang Beragam
    Jangan hanya membaca buku dari satu genre saja. Gabungkan buku fiksi dan non-fiksi, novel grafis, atau bahkan puisi. Karena membaca ini adalah proses yang akan memakan waktu dan diharapkan proses ini akan berkelanjutan, variasi bacaan akan membantu kamu menjaga mood baca tetap terjaga.

    • Misalnya, minggu pertama baca Voiceless karya Yandi Asd yang bergenre Young Adult, minggu selanjutnya baca fantasi berjudul Arachne, minggu depannya lagi horor Di Balik Jenela, kemudian novel remaja Behind The Stage dll.
  4. Luangkan Waktu Khusus untuk Membaca
    Ini akan sulit, tapi harus banget cari waktu yang nyaman setiap hari. Misalnya sebelum tidur atau saat istirahat sekolah. Sediakan 20-30 menit untuk membaca tanpa gangguan. Aku pribadi lebih suka membaca sebelum tidur meski sesekali tetep diajak ngobrol sama anak, tapi aku tahu ini momen terbaik yang kupunya.

  5. Ajak Teman untuk Membaca Bersama
    Baca bareng itu seru banget! Bisa ngobrolin banyak hal terkait isinya. Diskusi dan bertukar pikiran setelah membaca bersama itu hal yang aku nantikan.

Rekomendasi Buku untuk Resolusi Membaca 2025

Terakhir, aku akan kasih beberapa lis buku yang bisa kamu baca di tahun 2025.

1. Voiceless karya Yandi Asd

2. Aroma Karsa karya Dee Lestari

3. Tragedi Pedang Keadilan karya Keigo Higashino

4. Margo karya Aghnia Sofyan

5. Laut Bercerita karya L. Chudhori

6. Semua Ikan di Langit karya Ziggy Z

7. Si Cerdas Tak Naik Kelas karya Qomichi

8. Panduan Jalan-jalan Aman bersama Mama Macan karya Kai Elian

9. Educated karya Tara Westover

10. As Long as the Lemon Tress Grow karya Zoulfa Katouh


Membuat resolusi membaca merupakan langkah kecil yang bisa membawa perubahan besar. Tidak hanya memperluas wawasan, kebiasaan membaca juga bisa membantu menemukan jati diri dan mimpi baru. Jadi, apa resolusi membaca kamu tahun ini? Yuk, mulai petualanganmu bersama buku sekarang juga!


Wednesday, 15 January 2025

Attack on Titan Contoh Golden Fleece? Yuk, Mengenal Golden Fleece dalam Save the Cat!

Mengenal Golden Fleece dalam Save the Cat

Save the Cat pasti nggak asing bagi sebagian besar dari kita, iya kan? Meski begitu aku akan memberi tahu sedikit yang kupelajari karena ini penting dan berguna banget buat kamu yang hobi nulis. Kalau kamu selama ini menulis sekadar nulis aja tanpa memedulikan struktur, kamu wajib tahu metode ini! Salah satu jenis cerita yang pernah ditulis Blake Snyder dalam buku Safve the Cat adalah Golden Fleece. Sebenarnya apa itu?


pinterest


Golden Fleece adalah salah satu dari sepuluh genre cerita yang diidentifikasi Snyder dalam Save the Cat!. Genre ini nggak melulu tentang perjalanan literal, tapi lebih pada perjalanan seorang tokoh menuju pencapaian tujuan tertentu. Tokoh ini nggak hanya mencari sesuatu yang berharga, tapi juga mengalami transformasi pribadi selama perjalanan.

Elemen Utama dalam Golden Fleece

Untuk membangun cerita dengan struktur Golden Fleece, ada beberapa elemen utama yang selalu muncul. Dengan kata lain, ini adalah yang harus ada dalam cerita ketika kamu memutuskan menulis dengan metode ini.

  1. Hero

    Tokoh utama (hero) memiliki misi atau tujuan spesifik. Dia sering kali memulai perjalanan dengan kekurangan tertentu—baik secara emosional maupun karakter—yang menjadi fokus transformasi selama cerita.




    Contoh cerita Golden Fleece di antaranya dalam Lord of The Rings - J.R.R. Tolkien , Frodo Baggins, hobbit biasa yang diberi tugas luar biasa yaitu untuk menghancurkan cincin kekuasaan. 
    Marlin dalam Finding Nemo Marlin, ikan badut yang overprotektif terhadap anaknya, Nemo. Dia melakukan perjalanan untuk mencarinya dan Katniss Everdeen, yang menjadi sukarelawan menggantikan adiknya di ajang Hunger Games.


  2. Road

    Perjalanan adalah elemen kunci. Perjalanan ini bisa berupa perjalanan fisik (seperti bepergian ke tempat tertentu) atau metaforis (proses internal untuk mencapai sesuatu).

  3. Perjalanan panjang menuju Mordor, penuh bahaya seperti serangan orc, godaan cincin, dan pengkhianatan terjadi dalam Lord of The Rings. Sementara dalam Finding Nemo terjadi perjalanan melintasi lautan luas untuk menyelamatkan Nemo dari akuarium. Road dalam Hunger Game Arena penuh ancaman mematikan, dari serangan langsung peserta lain hingga jebakan dari Panem.

  4. Team

    Hero jarang berjalan sendirian. Dia sering ditemani tim yang mendukung, menguji, atau bahkan memperumit perjalanan itu. Setiap anggota tim biasanya membawa dampak unik pada perjalanan hero.

  5. Prize

    Apa yang dikejar tokoh utama? Bisa berupa sesuatu yang nyata, seperti harta karun, atau sesuatu yang abstrak, seperti kedamaian batin. Namun, biasanya
    prize sesungguhnya adalah pelajaran yang didapat dari perjalanan itu sendiri.

Attack on Titan sebagai Contoh Golden Fleece

Attack on Titan (AoT) karya Hajime Isayama merupakan salah satu karya yang dapat dianalisis sebagai contoh dari struktur Golden Fleece dalam metode Save the Cat. Walaupun permukaan ceritanya menonjolkan konflik epik melawan para Titan, perjalanan yang dihadirkan mencakup elemen-elemen utama dalam struktur ini: misi besar, perjalanan fisik dan emosional, transformasi karakter, serta team dynamics.



Elemen Golden Fleece dalam Attack on Titan:

  1. Hero (Eren Yeager)
    Sebagai protagonis, Eren memulai cerita dengan motivasi sederhana: membalas dendam pada Titan setelah melihat ibunya dimakan. Namun, seiring perjalanan, misinya berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar, yaitu membebaskan umat manusia dari rasa takut terhadap Titan. Kekurangan utama Eren adalah emosinya yang impulsif dan visinya yang sering kali terlalu fokus pada kebencian, yang menjadi sumber utama transformasinya.



  2. Road (Perjalanan Fisik dan Emosional)
    Elemen "road" dalam AoT sangat jelas melalui perjalanan literal yang dilakukan Eren bersama Survey Corps untuk mengungkap rahasia di balik keberadaan Titan. Mereka melintasi tembok, medan perang, dan bahkan menuju konflik besar yang melibatkan politik dan pengkhianatan. Namun, perjalanan ini tidak hanya bersifat fisik; ia juga berupa perjalanan batin. Eren dan timnya menghadapi tantangan moral yang memaksa mereka mempertanyakan siapa sebenarnya "musuh" dan apa arti kebebasan yang mereka kejar.

  3. Team (Survey Corps)
    Eren tidak pernah berjalan sendirian. Mikasa, Armin, Levi, Hange, dan anggota Survey Corps lainnya membentuk tim yang mendukung (dan kadang memperumit) perjalanan Eren. Setiap anggota tim ini tidak hanya memberikan kekuatan fisik atau taktik, tetapi juga menghadirkan perspektif yang berbeda yang memperkaya pengembangan cerita. Armin, misalnya, sering menjadi suara rasional di tengah impulsivitas Eren, sementara Mikasa mewakili kesetiaan tanpa syarat.




  4. Prize (Kebebasan dan Pemahaman)
    Awalnya, "prize" bagi Eren tampak sederhana: membebaskan umat manusia dari ancaman Titan. Namun, di akhir cerita, tujuan ini berkembang menjadi pemahaman kompleks tentang kebebasan, siklus kebencian, dan pengorbanan. "Prize" sebenarnya adalah transformasi Eren sebagai individu yang menyadari bahwa perjuangannya memiliki konsekuensi jauh melampaui ambisinya sendiri.

Rintangan dan Transformasi Karakter

Cerita AoT dipenuhi rintangan yang relevan dan signifikan. Mulai dari kematian tragis anggota tim, pengkhianatan dari karakter yang mereka percayai, hingga dilema moral tentang siapa yang sebenarnya layak dilindungi. Setiap rintangan ini mendorong perkembangan Eren dan timnya. Mereka dipaksa untuk tumbuh, menghadapi trauma, dan menemukan cara baru untuk mendefinisikan diri mereka di dunia yang penuh ketidakpastian.

Eren, misalnya, memulai cerita sebagai individu yang dipenuhi kebencian dan semangat balas dendam. Namun, seiring waktu, dia berubah menjadi sosok yang memahami harga kebebasan dan akhirnya menerima tanggung jawab atas tindakan-tindakannya, meskipun itu berarti menjadi musuh bagi banyak orang.

Attack on Titan adalah contoh sempurna bagaimana struktur Golden Fleece dapat diterapkan dalam cerita yang kompleks dan epik. Dengan protagonis yang memiliki misi jelas, perjalanan penuh rintangan, dinamika tim yang kuat, dan pencapaian "prize" yang lebih dari sekadar tujuan material, AoT mencerminkan elemen-elemen utama dari genre ini. Transformasi Eren dan rekan-rekannya adalah inti dari cerita, membuktikan bahwa perjalanan sejati bukan hanya tentang melawan musuh eksternal, tetapi juga menghadapi kebenaran tentang diri sendiri dan dunia.

Ini Tipsnya, Yuk, Tulis Ceritanya!

Kalau kamu ingin mencoba menerapkan struktur ini untuk ceritamu, berikut adalah tips yang bisa diikuti:

  1. Tetapkan Tujuan yang Jelas
    Pastikan hero memiliki tujuan spesifik di awal cerita, baik itu eksplisit (seperti menemukan seseorang) atau implisit (seperti mencari jati diri). Ini penting banget untuk mempertajam cerita kamu. 

  2. Buat Rintangan yang Bermakna
    Tantangan yang dihadapi hero harus relevan dengan perjalanan transformasinya, bukan hanya sekadar hiasan cerita. Rintangan harus menggerakan protagonis, terhubung, dan bukan tempelan saja. Ini akan membuat pembaca mudah berempati.

  3. Bangun Tim yang Dinamis
    Karakter pendukung harus memberikan warna unik pada cerita. Mereka bisa membantu atau malah menguji hero, tapi selalu memberikan kontribusi penting terhadap alur cerita. Hati-hati, kesalahannya biasanya kita terlalu fokus sama Hero sehingga side character yang sebenarnya penting kurang mendapat sorotan sehingga hanya sekadar numpang lewat saja.

  4. Tunjukkan Transformasi Hero
    Akhir cerita harus menggambarkan perubahan nyata pada hero—baik secara emosional, mental, atau bahkan spiritual. Ini adalah poin penting yang bisa dipetik para pembaca. jika keempat hal tersebut terpenuhi, Cerita Golden Fleece sering kali mengundang pembaca untuk ikut merenung tentang perjalanan hidup mereka sendiri.

Golden Fleece bukan hanya tentang perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin dan transformasi diri. Struktur ini mengajarkan kita bahwa yang terpenting dalam sebuah cerita bukanlah pencapaian akhirnya, melainkan proses dan pelajaran yang didapatkan sepanjang jalan cerita itu sendiri. Jadi, kalau kamu sedang mencari cara untuk menulis cerita dengan perjalanan penuh makna, coba terapkan struktur ini. Siapa tahu, Golden Fleece versimu akan menjadi kisah yang tak terlupakan!

Karena aku suka banget sama Levi Ackerman, kubonusin pict Levi!



Baca Juga: 
7 Tip Jitu Menulis Buku Pertamaku, Jangan Ragu Mulai Aja Dulu

Rankaku - Yandi Asd


Monday, 13 November 2023

Menyusup Ke Dunia Fantasi: Villain Academy

Golden Ticket for The Best Villain Student




1. Villain Academy dan Seleksinya

Villain Academy merupakan sekolah fiksi yang merupakan bagian dari semesta Maple Universe di bawah naungan Maple Media. Letaknya di wilayah fiksi teritorial Villaintale, Shadow Realms, Maple World. Sekolah ini diperuntukan untuk para penjahat terbaik yang dipilih khusus oleh O.N.E--Organitations of Nefarious's Eminen melalui surat invitasi berdasar rekam jejak kejahatan calon siswa.

Dari secuil info dari guide itu membuatku merasa tertarik untuk mengeksplor lebih jauh karakter protagonist villain. Salah satu tipe cerita yang belum pernah kugali sebelumnya dan ini menjadi tantangan tersendiri bagiku. Mengingat saat itu, tepatnya bulan Juni keadaan mood-ku kurang baik, masih mengalami reading slump, sudah setengah tahun tidak menulis apa pun. Burnout parah pokoknya sampai salah satu rekanku, sebut aja Crush mengajak mengobrol, kemudian yang kuingat selanjutnya adalah tumbuh keinginan yang kuat buat menulis lagi. Thanks, Kak Harris Radcliffe.

Tentu saja aku ketar-ketir, fantasi bukan duniaku. Genre ini sangat asing, bacaanku juga minim. Namun, temanku bilang coba aja dulu. Akhirnya dengan impulsif aku menghubungi tim, memenuhi SnK dan ikut seleksi. Setelah dua tahun tidak mengikuti perkembangan Penerbit Maple Media dan aku tiba-tiba ikutan seleksi event dadakan duniaku tersedot ke sana hampir sebulan penuh!

Kesanku selanjutnya, ternyata dunia fiksi Villain Academy sangat menarik.


2. Zeynithe dan Kisahnya

Terdapat empat asrama utama di Villain Academy yang mengelompokkan para siswa berdasarkan bakat dan kemampuan bawaannya. Hal ini menjadi pertimbangan pertama buatku dalam pembentukan Original Character Zey: Red Malekith, asrama berkumpulnya para calon pembunuh. Blue Swiper, pencuri. White Enigma, Penipu. Black Saki, penjudi.

Aku yang memiliki pemikiran cenderung realistis dan analitis langsung membidik antara White Enigma dan Black Saki. Namun, ketika penentuan latar belakang Zey akhirnya lebih cocok masuk di White Enigma. Sebanyak 35 terdaftar yang harus bersaing untuk merebutkan posisi 4 besar yang nantinya akan menuliskan perjalanan mereka. Dengan sistem gugur setiap tahap dilalui dengan dramatis khususnya untuk Zey. Namun, hal itu jadi momen yang berkesan buatku. 

Deception of Whispering Sand menjadi cerita debut pertamaku di akun wattpad Maple Universe yang menorehkan kisah perjalanan misi The Golden Ticket ke Ramaadtaal Sand.

3. Preorder Villain Academy Season 1

Aku tidak menyangka proses kreatif Zey akan berjalan dengan sangat gesit seperti pembawaan karakternya. Seleksi bulan Juni, menulis bulan Juli, dan Preorder awal November 2023. Aku sangat senang ketika melewati setiap prosesnya. Ada pembelajaran yang bisa dipetik selain teknis kepenulisanku yang kurasa semakin membaik dengan kritik dan saran dari panitia, aku juga mendapat relasi yang tak pernah terduga.

Proses Zey tak semulus dari ketiga rekannya yang terpilih: Ellie, Adamar, Ziva. Ada step tambahan yang sempat bikin aku down. Proses itu membuatku semakin bergairah menuliskan kisah Zey. Keempat cerita terbaik ditulis oleh AhyaBee, Akbar Suganda, Galatumn, dan Oase. Dan akan dibukukan dalam satu antologi bersama Villain Academy: Golden Ticket for The Best Villain Student.


Deception of Whispering Sand - AhyaBee

Zeynithe terpilih bersama The Golden Ticket yang lain melakukan sebuah misi besar yang berbeda. Setelah memecahkan prompt, melakukan persiapan secara otodidak selama sebulan, Zey berangkat ke tujuan. Sialnya, pihak akademi tidak membiarkannya pergi sendiri, dua makhluk menjengkelkan bersamanya Tie dan Dwarf.

Dokumen ilegal tersimpan di WhisperingGlobe, perusahaan kilang minyak terbesar di Whispering Sand. Zey harus mendapatkan dokumen rahasia yang berisi daftar nama perusahaan kilang minyak ilegal di Maple Word agar O.N.E bisa menguasainya. Bisakah Zey dan tim berhasil mencuri The Rare Item itu dengan selamat dan menghancurkan kilang minyak tanpa ketahuan?


Masquerade of The Guilty - Akbar Suganda

Karena hasutan dari anggota Blue Swiper, Ellie Unibelle Betelgeuse mendapat kesialan menjadi salah satu perwakilan dalam misi berbahaya mencuri "rare item" dari Professor Valkyrae.

Ellie mendapat rute menuju Rainvylle, kota yang dikenal sebagai sarang peramal, seer. Bersama Astranyx, lelaki dari asrama Red Malekith, mereka harus membawa sebuah Cermin Bulan Biru yang tersimpan di Moon Castle milik seorang Archimage dalam keadaan utuh. Ellie berjanji bahwa misi ini akan selesai dalam waktu kurang dari seminggu. Namun, tanpa disangka gerak-gerik mereka sudah diperhatikan. Gawat! Bagai dua ekor kelinci malang nasib mereka berada di ambang batas karena masuk dalam perangkap. Bisakah Ellie dan Astranyx selamat dari sana hidup-hidup?

"Aku akan menciptakan sebuah pertunjukan Opera Spektakuler. Namanya Masquerade of The Guilty. Ketika itu terwujud, kalian harus bertepuk tangan meriah."


Form of Memory -  Oase

Pembunuh yang satu ini tidak hanya mengambil nyawa dari setiap korbannya. Dia juga mengambil kenangan berharga milik setiap korban, termasuk wujud berharga mereka akan dicuri oleh pembunuh tersebut. 

Namanya adalah Ziva Briella, siswa dari Villain Academy yang mendapat misi untuk membunuh komandan ternama di Atlanthopia, sering disebut-sebut sebagai komandan Triton. Sebagai penjahat yang memiliki bakat dalam membunuh dan menghapus jejak pembunuhan. Dia harus menjalankan pembunuhan dengan rapi.

Tak disangka-sangka, komandan Triton adalah sosok yang sangat kuat dan berpengaruh besar di badan militer Atlanthopia. Dia juga dikenal jenius dan jeli saat meneliti jejak kriminal di kota bawah laut tersebut. Membunuh Komandan Triton tidak hanya menguntungkan O.N.E, tetapi juga dapat menguntungkan Ziva sebagai seorang pembunuh. Namun, mampukah Ziva membunuh sosok tersohor tersebut?

Below The Scared Tree - Galatumn

Adamar Oribella sangat senang mengetahui dirinya terpilih untuk mengikuti misi The Golden Ticket. Sebuah misi khusus yang diperuntukkan untuk murid tingkat tiga Villain Academy seperti dirinya. Dengan berhasil lolos, Adamar Oribella merasa tujuannya yang paling ia dambakan akan tercapai.

Yaitu, semakin cepat membalas sakit hati kehilangan dan kesepiannya. Namun, rupanya misi itu bukanlah perkara yang mudah. Sesuai dengan namanya, misi The Golden Ticket memiliki tujuan yang rumit di ujungnya. Ia harus mencari cara untuk melengserkan penguasanya saat ini, sedangkan yang hanya bisa melengserkan hanyalah roh penjaga ras tersebut!

Seperti "Sudah jatuh, tertimpa tangga pula" Adamar Oribella harus memastikan bahwa orang-orang yang terlibat di dalam rencananya berjalan sesuai harapannya sekaligus bisa bekerja sama dengan pihak yang tidak diduga muncul. Apalagi dalam misi ini, Adamar dituntut untuk menggunakan kemampuan sesuai dengan identitas asramanya.

Black Saki. Tempat bagi mereka yang ingin menghancurkan lawan tanpa perlu mengotori tangannya langsung. Asrama yang mementingkan strategi di kepala tanpa harus tangan berbicara. Ia harus menghadapi dan membaw misi The Golden Ticket dari sudut yang berbeda dari kebanyakan orang. Kali ini ia akan melawan keseimbangan.

Keempat cerita tersebut terlalu menarik untuk dilewatkan. Kapan lagi mendapatkan berbagai sensasi membaca dalam satu buku!

4. Misi Selesai!

Masa Preorder Villain Academy Season 1: Golden Ticket for The Best Villain Student sudah dibuka sejak tanggal 9 November 2023 sampai tanggal 23 November 2023. Catat tanggalnya, jangan sampai lupa, ya!




Ada berbagai jenis paket yang bisa kamu pilih sesuai dengan kondisi dompetmu:

Isi paket satu: Novel, Guide, Tumbler, bookmark
Isi paket dua: Novel, Bookmark
  • Paket satu Hard Cover/ Rp. 185.000,-
  • Paket satu Soft Cover/ Rp. 165.000,-
  • Paket dua Hard Cover/Rp. 105.000,-
  • Paket dua Soft Cover/Rp. 85.000,-




Kabar baiknya, tidak hanya Villain Academy saja yang sedang masa preorder. Ada beberapa buku Maple Universe yang sedang preorder serentak. Kamu bisa membeli paket bundling dengan Villain Academy biar lebih hemat. Villain Academy bisa kamu bundling dengan Fairytale Academy Quintale, Fairytale Academy Wondertale, Nobles University, Erable Dungeon 1.1.





Ini adalah paket harga yang bisa dipilih!
  • Paket Duo Soft Cover/ Rp. 145.000,-
  • Paket Trio Soft Cover/ Rp. 195. 000,-
  • Paket Kuarto Soft Cover/ Rp. 235.000,-
  • Paket Bundling Lima SC/ Rp. 275.000,-
  • Paket Bundling Lima HC/ Rp. 355.000,-
Wahhh, banyak banget yang bisa Sobat Ahya pilih, ya.
Gimana caranya kalau mau ikutan Preordernya?

DM instagram AhyaBee /penerbit: Maple Media, Maple Universe.

Seru dan menarik banget ya proses kreatif karakter Zeynithe bagaimana perjalanannya sampai menjadi siswi Villain Academy dan mendapat misi. Abis ini enaknya bahas apa lagi ya?



Thursday, 29 June 2023

iPusnas: Portal Menuju Akses Buku Tanpa Batas

 Hai, Sobat Ahya!

Yuk, kenalan sama iPusnas!


foto:google.com

Tahukah kamu bahwa demi meningkatkan minat baca di Indonesia, pada tahun 2018 kementrian pendidikan dan kebudayaan meluncurkan perpustakaan digital bernama iPusnas yang merupakan singkatan dari (Indonesia Publication National System). Tujuannya jelas, untuk mempermudah kita mengakses ribuan judul buku baik fiksi, nonfiksi, tesis, dan jurnal sekalipun. Dan, semakin ke sini, iPusnas semakin berkembang, loh. Berikut adalah beberapa perkembangan iPusnas yang semakin ramah bagi penggunanya.

1. Konten di iPusnas Beragam

Penambahan konten di iPusnas terus diupayakan sehingga koleksi buku digitalnya semakin beragam. Ribuan judul baru terus ditambah setiap tahun. Keren, kan? Apalagi di sana nggak cuma bisa baca fiksi. Buku-buku terkenal, jurnal ilmiah, publikasi akademik, dan berbagai jenis bahan bacaan lainnya.

2. Peningkatan Aksesibilitas

Sekarang login ke iPusnas lebih mudah dan gampang banget, loh. iPusnas terus berupaya meningkatkan aksesibilitas bagi penggunanya. Melalui aplikasi mobile dan situs web yang dioptimalkan, jadi Sobat Ahya bisa dengan mudah mengakses iPusnas dari perangkat apa pun, kapan saja, dan di mana saja.

3. Peningkatan Fungsionalitas

Ini yang paling aku suka, iPusnas terus berkembang. Semakin ke sini semakin mudah menggunakannya. iPuanas menambahkan fitur-fitur baru yang memudahkan pengguna dalam pencarian, navigasi, dan interaksi dengan konten. Ini termasuk fitur pencarian canggih, rekomendasi buku yang dipersonalisasi, serta integrasi dengan media sosial. iPusnas juga menambahkan fitur penanda buku dan catatan. Di mana kamu bisa menyimpan, menandai hal penting, dan membuat catatan pribadi saat membaca.

4. Kolaborasi dengan Penerbit dan Institusi

iPusnas telah menjalin kemitraan dengan berbagai penerbit dan institusi terkemuka, baik dalam dan luar negeri. Hal ini memungkinkan iPusnas untuk menyediakan akses ke buku-buku terbaru dan informasi terkini dari berbagai sumber terpercaya.

Perkembangan ini menunjukkan komitmen iPusnas dalam menyediakan platform bacaan digital yang berkualitas tinggi, memberikan akses mudah bagi pengguna untuk mengeksplorasi dunia literasi, dan mendukung pengembangan minat baca di kalangan masyarakat.

Setelah mengenal lebih jauh iPusnas, sobat Ahya harus membuat akun sebelum meminjam buku-buku keren di sana. Ini adalah langkah-langkah membuat akun di iPusnas.

Langkah 1: Download aplikasi iPusnas di playstrore

Langkah 2: Klik pada tombol "Daftar" Pada halaman utama iPusnas, cari tombol "Daftar" atau "Buat Akun" dan klik di atasnya.


foto:screenshoot

Langkah 3: Lengkapi Data pada Formulir Pendaftaran

Setelah mengklik tombol "Daftar", kamu akan diarahkan ke halaman pendaftaran. Jangan lupa melengkapi data pada formulir pendaftaran. Pastikan jangan ada detail yang terlewatkan.

Langkah 4: Verifikasi Email

Setelah mengisi formulir pendaftaran, periksa kotak masuk email yang Anda berikan saat pendaftaran. Cari email verifikasi dari iPusnas dan buka pesan tersebut. Klik tautan verifikasi yang disediakan dalam email untuk mengaktifkan akun kamu. Langkah 5: Masuk ke Akun iPusnas Setelah mengaktifkan akun kamu melalui tautan verifikasi, kembali ke situs web iPusnas. Klik ikon "Masuk" atau "Login" kemudian masukkan alamat email dan kata sandi yang kamu daftarkan pada langkah sebelumnya dan klik tombol "Masuk". Langkah 6: Mulai Menjelajahi iPusnas Setelah berhasil masuk, kamu bisa mulai mengeksplorasi koleksi buku dan fitur-fitur lain yang tersedia di iPusnas. kamu bisa melakukan pencarian buku berdasarkan judul, pengarang, atau kategori, menyimpan buku favoritmu, membuat penanda halaman, dan menikmati membaca di platform iPusnas. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu akan dapat membuat akun di iPusnas dan menikmati akses ke koleksi buku digital yang kaya serta berbagai fitur bermanfaat yang disediakan oleh platform tersebut.

Berikut adalah langkah-langkah untuk meminjam buku di iPusnas: Langkah 1: Masuk ke Akun iPusnas Buka aplikasi iPusnas dan masuk ke akun kamu dengan menggunakan alamat email dan kata sandi yang telah didaftarkan sebelumnya. Langkah 2: Cari Buku dan Pilih Buku Kamu bisa menggunakan fitur pencarian atau jelajahi koleksi buku di iPusnas untuk menemukan buku yang ingin kamu pinjam. Kamu dapat mencari berdasarkan judul buku, pengarang, atau kategori. Setelah menemukan buku yang ingin kamu pinjam, klik pada gambar atau judul buku untuk membuka halaman detail buku.


Langkah 3: Periksa Ketersediaan dan Konfirmasi Peminjaman Pada halaman detail buku, periksa ketersediaan buku tersebut untuk dipinjam. Jika buku tersedia, kamu akan melihat tombol "Pinjam" atau "Borrow" yang dapat diklik. Setelah mengklik tombol "Pinjam", kamu akan diminta untuk mengonfirmasi peminjaman buku. Periksa kembali detail peminjaman, seperti periode peminjaman dan batas maksimum peminjaman, lalu klik tombol "Konfirmasi" atau "Confirm". Langkah 4: Buku Dipinjam dan Baca Buku Setelah konfirmasi peminjaman, buku akan dipinjamkan ke akun kamu. Kamu akan bisa mengakses buku tersebut melalui perpustakaan digital di akun iPusnas kamu. Untuk membaca buku yang dipinjam, klik pada buku di perpustakaan digital kamu. Buku akan terbuka di pembaca buku digital iPusnas, di mana Anda dapat membaca buku secara online. Langkah 5: Mengembalikan Buku Setelah selesai membaca, kamu bisa memilih buku untuk dikembalikan sebelum batas waktu peminjaman berakhir. Untuk mengembalikan buku, pergi ke perpustakaan digital kamu dan temukan buku yang ingin dikembalikan. Klik tombol "Kembalikan" atau "Return" untuk mengembalikan buku ke iPusnas. Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut dapat meminjam buku digital di iPusnas dan menikmati membaca koleksi buku yang tersedia. Pastikan untuk mematuhi batas waktu peminjaman yang ditetapkan dan mengembalikan buku tepat waktu agar dapat memanfaatkan layanan iPusnas dengan baik. Gimana sobat Ahya? Sudah siap menjelajah dunia tanpa batas di iPusnas?

Buat kamu yang lebih suka liat tutoial meminjam buku di iPusnas dalam bentuk video singkat, kami bisa menontonnya di sini~


See you next post!

AhyaBee


Thursday, 22 June 2023

Ingin Membaca Buku, tetapi Tidak Punya Buku? Solusi Alternatif Ini Akan Membantumu!

Halo, Sobat Ahya!

Seneng banget bisa muncul lagi di sini, belakangan aku mendapat DM kira-kira begini bunyinya: Kakak aku pengen banget baca buku biar kayak Kakak, tapi bingung mulainya, nggak punya buku soalnya ....


foto: pixabay


Untuk menjawab keresahan salah satu followers-ku itu, aku menulis artikel ini. Semoga solusi alternatif ini akan membantumu. Memang, kadang-kadang, ketika kita ingin memperluas pengetahuan, menjelajahi dunia baru, atau sekadar bersantai dengan cerita yang menghibur, membaca adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan. Sayangnya, terkadang kita mungkin tidak memiliki akses langsung ke buku fisik atau nggak punya anggaran untuk membelinya. Jangan khawatir, dalam artikel ini, kami akan menjelaskan solusi kreatif untuk membaca ketika tidak memiliki buku.


foto: pixabay


Di zaman modern seperti ini, membaca tidak selalu terbatas pada buku cetak. Era digital mempermudah segalanya. Cara mengaksesnya pun sederhana selama ada internet. Jadi nggak ada alasan lagi untuk tidak membaca hanya karena tidak punya buku cetak. Kita punya akses ke berbagai alternatif yang memungkinkan kita untuk terus menikmati kegiatan membaca tanpa harus memiliki buku fisik. Yuk, jelajahi beberapa solusi yang dapat digunakan ketika kita ingin membaca, tetapi tidak memiliki buku.

1. Perpustakaan Digital

Internet sudah membawa perubahan besar dalam cara kita mengakses buku. Dengan perpustakaan digital seperti Google Books, iPusnas, i-Jak, i-Jateng, Kominfo, Gramedia digital, platform online dll kamu bisa menemukan dan mengakses ribuan buku klasik dan kontemporer secara gratis maupun berbayar. Cukup dengan mengakses situs web/aplikasi perpustakaan digital, Sobat Ahya bisa membaca dan menikmati berbagai jenis buku.

2. E-Book

Format e-book semakin populer, Sobat Ahya dapat mengaksesnya melalui perangkat elektronik seperti smartphone, tablet, atau e-reader. Toko buku online seperti Amazon Kindle Store atau Kobo menyediakan berbagai judul e-book yang dapat dibeli atau bahkan diunduh secara gratis. Selain itu, terdapat juga platform berlangganan seperti Gramedia Digital, Scribd, atau Kindle Unlimited yang memberikan akses tak terbatas ke koleksi e-book. Eist, tapi hati-hati ... belakangan marak sekali penyebaran e-book illegal, web yang menyediakan e-book illegal, pokoknya jangan sampai tergelincir mengonsumsi e-book haram, okey?

3. Audiobook

Nggak cuma baca buku, loh. Buat kamu yang lebih suka mendengarkan cerita, audiobook bisa jadi pilihan yang tepat. Dengan aplikasi seperti Audible, Storytel, Google Play Books dll. Sobat Ahya dapat menemukan berbagai judul buku dalam format audio. Beberapa aplikasi seperti iPusnas juga sudah dilengkapi dengan fitur audiobook ini. Kamu bisa banget mendengarkan di perjalanan, saat berolahraga, atau sambil melakukan kegiatan lainnya.

4. Blog dan Situs Web

Situs web dan blog memenuhi dunia online, mereka menawarkan konten bermanfaat, termasuk artikel, cerpen, atau esai. Temukan penulis favorit atau topik yang menarik dan nikmati kegiatan membaca secara online melalui platform-platform ini.

Meski nggak punya buku fisik, pokoknya hal itu tidak boleh menjadi hambatan bagi kegiatan membaca kita. Dengan adanya alternatif digital dan akses mudah ke berbagai platform, kita masih bisa menikmati dunia literatur dan mengeksplorasi berbagai buku. Ingatlah untuk mengakses perpustakaan digital, memanfaatkan e-book dan audiobook, serta menjelajahi blog dan situs web yang menawarkan konten menarik. Keep reading and let the magic unfold!

Kira-kira minggu depan bahas apalagi, ya? Yuk, komen!

See you next post!

AhyaBee

Unggulan

Mengurai Kisah Inspiratif: Menembus Portal Maple Universe Melalui Maple Media

1. Menembus Portal Maple Universe Mundus est plenus magicis et prodigiis, s atu kalimat ini menggambarkan Maple Universe sebagai dunia yang ...

Populer