Blog Archive

Wednesday, 15 January 2025

Attack on Titan Contoh Golden Fleece? Yuk, Mengenal Golden Fleece dalam Save the Cat!

Mengenal Golden Fleece dalam Save the Cat

Save the Cat pasti nggak asing bagi sebagian besar dari kita, iya kan? Meski begitu aku akan memberi tahu sedikit yang kupelajari karena ini penting dan berguna banget buat kamu yang hobi nulis. Kalau kamu selama ini menulis sekadar nulis aja tanpa memedulikan struktur, kamu wajib tahu metode ini! Salah satu jenis cerita yang pernah ditulis Blake Snyder dalam buku Safve the Cat adalah Golden Fleece. Sebenarnya apa itu?


pinterest


Golden Fleece adalah salah satu dari sepuluh genre cerita yang diidentifikasi Snyder dalam Save the Cat!. Genre ini nggak melulu tentang perjalanan literal, tapi lebih pada perjalanan seorang tokoh menuju pencapaian tujuan tertentu. Tokoh ini nggak hanya mencari sesuatu yang berharga, tapi juga mengalami transformasi pribadi selama perjalanan.

Elemen Utama dalam Golden Fleece

Untuk membangun cerita dengan struktur Golden Fleece, ada beberapa elemen utama yang selalu muncul. Dengan kata lain, ini adalah yang harus ada dalam cerita ketika kamu memutuskan menulis dengan metode ini.

  1. Hero

    Tokoh utama (hero) memiliki misi atau tujuan spesifik. Dia sering kali memulai perjalanan dengan kekurangan tertentu—baik secara emosional maupun karakter—yang menjadi fokus transformasi selama cerita.




    Contoh cerita Golden Fleece di antaranya dalam Lord of The Rings - J.R.R. Tolkien , Frodo Baggins, hobbit biasa yang diberi tugas luar biasa yaitu untuk menghancurkan cincin kekuasaan. 
    Marlin dalam Finding Nemo Marlin, ikan badut yang overprotektif terhadap anaknya, Nemo. Dia melakukan perjalanan untuk mencarinya dan Katniss Everdeen, yang menjadi sukarelawan menggantikan adiknya di ajang Hunger Games.


  2. Road

    Perjalanan adalah elemen kunci. Perjalanan ini bisa berupa perjalanan fisik (seperti bepergian ke tempat tertentu) atau metaforis (proses internal untuk mencapai sesuatu).

  3. Perjalanan panjang menuju Mordor, penuh bahaya seperti serangan orc, godaan cincin, dan pengkhianatan terjadi dalam Lord of The Rings. Sementara dalam Finding Nemo terjadi perjalanan melintasi lautan luas untuk menyelamatkan Nemo dari akuarium. Road dalam Hunger Game Arena penuh ancaman mematikan, dari serangan langsung peserta lain hingga jebakan dari Panem.

  4. Team

    Hero jarang berjalan sendirian. Dia sering ditemani tim yang mendukung, menguji, atau bahkan memperumit perjalanan itu. Setiap anggota tim biasanya membawa dampak unik pada perjalanan hero.

  5. Prize

    Apa yang dikejar tokoh utama? Bisa berupa sesuatu yang nyata, seperti harta karun, atau sesuatu yang abstrak, seperti kedamaian batin. Namun, biasanya
    prize sesungguhnya adalah pelajaran yang didapat dari perjalanan itu sendiri.

Attack on Titan sebagai Contoh Golden Fleece

Attack on Titan (AoT) karya Hajime Isayama merupakan salah satu karya yang dapat dianalisis sebagai contoh dari struktur Golden Fleece dalam metode Save the Cat. Walaupun permukaan ceritanya menonjolkan konflik epik melawan para Titan, perjalanan yang dihadirkan mencakup elemen-elemen utama dalam struktur ini: misi besar, perjalanan fisik dan emosional, transformasi karakter, serta team dynamics.



Elemen Golden Fleece dalam Attack on Titan:

  1. Hero (Eren Yeager)
    Sebagai protagonis, Eren memulai cerita dengan motivasi sederhana: membalas dendam pada Titan setelah melihat ibunya dimakan. Namun, seiring perjalanan, misinya berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar, yaitu membebaskan umat manusia dari rasa takut terhadap Titan. Kekurangan utama Eren adalah emosinya yang impulsif dan visinya yang sering kali terlalu fokus pada kebencian, yang menjadi sumber utama transformasinya.



  2. Road (Perjalanan Fisik dan Emosional)
    Elemen "road" dalam AoT sangat jelas melalui perjalanan literal yang dilakukan Eren bersama Survey Corps untuk mengungkap rahasia di balik keberadaan Titan. Mereka melintasi tembok, medan perang, dan bahkan menuju konflik besar yang melibatkan politik dan pengkhianatan. Namun, perjalanan ini tidak hanya bersifat fisik; ia juga berupa perjalanan batin. Eren dan timnya menghadapi tantangan moral yang memaksa mereka mempertanyakan siapa sebenarnya "musuh" dan apa arti kebebasan yang mereka kejar.

  3. Team (Survey Corps)
    Eren tidak pernah berjalan sendirian. Mikasa, Armin, Levi, Hange, dan anggota Survey Corps lainnya membentuk tim yang mendukung (dan kadang memperumit) perjalanan Eren. Setiap anggota tim ini tidak hanya memberikan kekuatan fisik atau taktik, tetapi juga menghadirkan perspektif yang berbeda yang memperkaya pengembangan cerita. Armin, misalnya, sering menjadi suara rasional di tengah impulsivitas Eren, sementara Mikasa mewakili kesetiaan tanpa syarat.




  4. Prize (Kebebasan dan Pemahaman)
    Awalnya, "prize" bagi Eren tampak sederhana: membebaskan umat manusia dari ancaman Titan. Namun, di akhir cerita, tujuan ini berkembang menjadi pemahaman kompleks tentang kebebasan, siklus kebencian, dan pengorbanan. "Prize" sebenarnya adalah transformasi Eren sebagai individu yang menyadari bahwa perjuangannya memiliki konsekuensi jauh melampaui ambisinya sendiri.

Rintangan dan Transformasi Karakter

Cerita AoT dipenuhi rintangan yang relevan dan signifikan. Mulai dari kematian tragis anggota tim, pengkhianatan dari karakter yang mereka percayai, hingga dilema moral tentang siapa yang sebenarnya layak dilindungi. Setiap rintangan ini mendorong perkembangan Eren dan timnya. Mereka dipaksa untuk tumbuh, menghadapi trauma, dan menemukan cara baru untuk mendefinisikan diri mereka di dunia yang penuh ketidakpastian.

Eren, misalnya, memulai cerita sebagai individu yang dipenuhi kebencian dan semangat balas dendam. Namun, seiring waktu, dia berubah menjadi sosok yang memahami harga kebebasan dan akhirnya menerima tanggung jawab atas tindakan-tindakannya, meskipun itu berarti menjadi musuh bagi banyak orang.

Attack on Titan adalah contoh sempurna bagaimana struktur Golden Fleece dapat diterapkan dalam cerita yang kompleks dan epik. Dengan protagonis yang memiliki misi jelas, perjalanan penuh rintangan, dinamika tim yang kuat, dan pencapaian "prize" yang lebih dari sekadar tujuan material, AoT mencerminkan elemen-elemen utama dari genre ini. Transformasi Eren dan rekan-rekannya adalah inti dari cerita, membuktikan bahwa perjalanan sejati bukan hanya tentang melawan musuh eksternal, tetapi juga menghadapi kebenaran tentang diri sendiri dan dunia.

Ini Tipsnya, Yuk, Tulis Ceritanya!

Kalau kamu ingin mencoba menerapkan struktur ini untuk ceritamu, berikut adalah tips yang bisa diikuti:

  1. Tetapkan Tujuan yang Jelas
    Pastikan hero memiliki tujuan spesifik di awal cerita, baik itu eksplisit (seperti menemukan seseorang) atau implisit (seperti mencari jati diri). Ini penting banget untuk mempertajam cerita kamu. 

  2. Buat Rintangan yang Bermakna
    Tantangan yang dihadapi hero harus relevan dengan perjalanan transformasinya, bukan hanya sekadar hiasan cerita. Rintangan harus menggerakan protagonis, terhubung, dan bukan tempelan saja. Ini akan membuat pembaca mudah berempati.

  3. Bangun Tim yang Dinamis
    Karakter pendukung harus memberikan warna unik pada cerita. Mereka bisa membantu atau malah menguji hero, tapi selalu memberikan kontribusi penting terhadap alur cerita. Hati-hati, kesalahannya biasanya kita terlalu fokus sama Hero sehingga side character yang sebenarnya penting kurang mendapat sorotan sehingga hanya sekadar numpang lewat saja.

  4. Tunjukkan Transformasi Hero
    Akhir cerita harus menggambarkan perubahan nyata pada hero—baik secara emosional, mental, atau bahkan spiritual. Ini adalah poin penting yang bisa dipetik para pembaca. jika keempat hal tersebut terpenuhi, Cerita Golden Fleece sering kali mengundang pembaca untuk ikut merenung tentang perjalanan hidup mereka sendiri.

Golden Fleece bukan hanya tentang perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin dan transformasi diri. Struktur ini mengajarkan kita bahwa yang terpenting dalam sebuah cerita bukanlah pencapaian akhirnya, melainkan proses dan pelajaran yang didapatkan sepanjang jalan cerita itu sendiri. Jadi, kalau kamu sedang mencari cara untuk menulis cerita dengan perjalanan penuh makna, coba terapkan struktur ini. Siapa tahu, Golden Fleece versimu akan menjadi kisah yang tak terlupakan!

Karena aku suka banget sama Levi Ackerman, kubonusin pict Levi!



Baca Juga: 
7 Tip Jitu Menulis Buku Pertamaku, Jangan Ragu Mulai Aja Dulu

Rankaku - Yandi Asd


No comments:

Post a Comment

Unggulan

Mengurai Kisah Inspiratif: Menembus Portal Maple Universe Melalui Maple Media

1. Menembus Portal Maple Universe Mundus est plenus magicis et prodigiis, s atu kalimat ini menggambarkan Maple Universe sebagai dunia yang ...

Populer