Blog Archive

Thursday, 29 June 2023

iPusnas: Portal Menuju Akses Buku Tanpa Batas

 Hai, Sobat Ahya!

Yuk, kenalan sama iPusnas!


foto:google.com

Tahukah kamu bahwa demi meningkatkan minat baca di Indonesia, pada tahun 2018 kementrian pendidikan dan kebudayaan meluncurkan perpustakaan digital bernama iPusnas yang merupakan singkatan dari (Indonesia Publication National System). Tujuannya jelas, untuk mempermudah kita mengakses ribuan judul buku baik fiksi, nonfiksi, tesis, dan jurnal sekalipun. Dan, semakin ke sini, iPusnas semakin berkembang, loh. Berikut adalah beberapa perkembangan iPusnas yang semakin ramah bagi penggunanya.

1. Konten di iPusnas Beragam

Penambahan konten di iPusnas terus diupayakan sehingga koleksi buku digitalnya semakin beragam. Ribuan judul baru terus ditambah setiap tahun. Keren, kan? Apalagi di sana nggak cuma bisa baca fiksi. Buku-buku terkenal, jurnal ilmiah, publikasi akademik, dan berbagai jenis bahan bacaan lainnya.

2. Peningkatan Aksesibilitas

Sekarang login ke iPusnas lebih mudah dan gampang banget, loh. iPusnas terus berupaya meningkatkan aksesibilitas bagi penggunanya. Melalui aplikasi mobile dan situs web yang dioptimalkan, jadi Sobat Ahya bisa dengan mudah mengakses iPusnas dari perangkat apa pun, kapan saja, dan di mana saja.

3. Peningkatan Fungsionalitas

Ini yang paling aku suka, iPusnas terus berkembang. Semakin ke sini semakin mudah menggunakannya. iPuanas menambahkan fitur-fitur baru yang memudahkan pengguna dalam pencarian, navigasi, dan interaksi dengan konten. Ini termasuk fitur pencarian canggih, rekomendasi buku yang dipersonalisasi, serta integrasi dengan media sosial. iPusnas juga menambahkan fitur penanda buku dan catatan. Di mana kamu bisa menyimpan, menandai hal penting, dan membuat catatan pribadi saat membaca.

4. Kolaborasi dengan Penerbit dan Institusi

iPusnas telah menjalin kemitraan dengan berbagai penerbit dan institusi terkemuka, baik dalam dan luar negeri. Hal ini memungkinkan iPusnas untuk menyediakan akses ke buku-buku terbaru dan informasi terkini dari berbagai sumber terpercaya.

Perkembangan ini menunjukkan komitmen iPusnas dalam menyediakan platform bacaan digital yang berkualitas tinggi, memberikan akses mudah bagi pengguna untuk mengeksplorasi dunia literasi, dan mendukung pengembangan minat baca di kalangan masyarakat.

Setelah mengenal lebih jauh iPusnas, sobat Ahya harus membuat akun sebelum meminjam buku-buku keren di sana. Ini adalah langkah-langkah membuat akun di iPusnas.

Langkah 1: Download aplikasi iPusnas di playstrore

Langkah 2: Klik pada tombol "Daftar" Pada halaman utama iPusnas, cari tombol "Daftar" atau "Buat Akun" dan klik di atasnya.


foto:screenshoot

Langkah 3: Lengkapi Data pada Formulir Pendaftaran

Setelah mengklik tombol "Daftar", kamu akan diarahkan ke halaman pendaftaran. Jangan lupa melengkapi data pada formulir pendaftaran. Pastikan jangan ada detail yang terlewatkan.

Langkah 4: Verifikasi Email

Setelah mengisi formulir pendaftaran, periksa kotak masuk email yang Anda berikan saat pendaftaran. Cari email verifikasi dari iPusnas dan buka pesan tersebut. Klik tautan verifikasi yang disediakan dalam email untuk mengaktifkan akun kamu. Langkah 5: Masuk ke Akun iPusnas Setelah mengaktifkan akun kamu melalui tautan verifikasi, kembali ke situs web iPusnas. Klik ikon "Masuk" atau "Login" kemudian masukkan alamat email dan kata sandi yang kamu daftarkan pada langkah sebelumnya dan klik tombol "Masuk". Langkah 6: Mulai Menjelajahi iPusnas Setelah berhasil masuk, kamu bisa mulai mengeksplorasi koleksi buku dan fitur-fitur lain yang tersedia di iPusnas. kamu bisa melakukan pencarian buku berdasarkan judul, pengarang, atau kategori, menyimpan buku favoritmu, membuat penanda halaman, dan menikmati membaca di platform iPusnas. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu akan dapat membuat akun di iPusnas dan menikmati akses ke koleksi buku digital yang kaya serta berbagai fitur bermanfaat yang disediakan oleh platform tersebut.

Berikut adalah langkah-langkah untuk meminjam buku di iPusnas: Langkah 1: Masuk ke Akun iPusnas Buka aplikasi iPusnas dan masuk ke akun kamu dengan menggunakan alamat email dan kata sandi yang telah didaftarkan sebelumnya. Langkah 2: Cari Buku dan Pilih Buku Kamu bisa menggunakan fitur pencarian atau jelajahi koleksi buku di iPusnas untuk menemukan buku yang ingin kamu pinjam. Kamu dapat mencari berdasarkan judul buku, pengarang, atau kategori. Setelah menemukan buku yang ingin kamu pinjam, klik pada gambar atau judul buku untuk membuka halaman detail buku.


Langkah 3: Periksa Ketersediaan dan Konfirmasi Peminjaman Pada halaman detail buku, periksa ketersediaan buku tersebut untuk dipinjam. Jika buku tersedia, kamu akan melihat tombol "Pinjam" atau "Borrow" yang dapat diklik. Setelah mengklik tombol "Pinjam", kamu akan diminta untuk mengonfirmasi peminjaman buku. Periksa kembali detail peminjaman, seperti periode peminjaman dan batas maksimum peminjaman, lalu klik tombol "Konfirmasi" atau "Confirm". Langkah 4: Buku Dipinjam dan Baca Buku Setelah konfirmasi peminjaman, buku akan dipinjamkan ke akun kamu. Kamu akan bisa mengakses buku tersebut melalui perpustakaan digital di akun iPusnas kamu. Untuk membaca buku yang dipinjam, klik pada buku di perpustakaan digital kamu. Buku akan terbuka di pembaca buku digital iPusnas, di mana Anda dapat membaca buku secara online. Langkah 5: Mengembalikan Buku Setelah selesai membaca, kamu bisa memilih buku untuk dikembalikan sebelum batas waktu peminjaman berakhir. Untuk mengembalikan buku, pergi ke perpustakaan digital kamu dan temukan buku yang ingin dikembalikan. Klik tombol "Kembalikan" atau "Return" untuk mengembalikan buku ke iPusnas. Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut dapat meminjam buku digital di iPusnas dan menikmati membaca koleksi buku yang tersedia. Pastikan untuk mematuhi batas waktu peminjaman yang ditetapkan dan mengembalikan buku tepat waktu agar dapat memanfaatkan layanan iPusnas dengan baik. Gimana sobat Ahya? Sudah siap menjelajah dunia tanpa batas di iPusnas?

Buat kamu yang lebih suka liat tutoial meminjam buku di iPusnas dalam bentuk video singkat, kami bisa menontonnya di sini~


See you next post!

AhyaBee


Thursday, 22 June 2023

Ingin Membaca Buku, tetapi Tidak Punya Buku? Solusi Alternatif Ini Akan Membantumu!

Halo, Sobat Ahya!

Seneng banget bisa muncul lagi di sini, belakangan aku mendapat DM kira-kira begini bunyinya: Kakak aku pengen banget baca buku biar kayak Kakak, tapi bingung mulainya, nggak punya buku soalnya ....


foto: pixabay


Untuk menjawab keresahan salah satu followers-ku itu, aku menulis artikel ini. Semoga solusi alternatif ini akan membantumu. Memang, kadang-kadang, ketika kita ingin memperluas pengetahuan, menjelajahi dunia baru, atau sekadar bersantai dengan cerita yang menghibur, membaca adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan. Sayangnya, terkadang kita mungkin tidak memiliki akses langsung ke buku fisik atau nggak punya anggaran untuk membelinya. Jangan khawatir, dalam artikel ini, kami akan menjelaskan solusi kreatif untuk membaca ketika tidak memiliki buku.


foto: pixabay


Di zaman modern seperti ini, membaca tidak selalu terbatas pada buku cetak. Era digital mempermudah segalanya. Cara mengaksesnya pun sederhana selama ada internet. Jadi nggak ada alasan lagi untuk tidak membaca hanya karena tidak punya buku cetak. Kita punya akses ke berbagai alternatif yang memungkinkan kita untuk terus menikmati kegiatan membaca tanpa harus memiliki buku fisik. Yuk, jelajahi beberapa solusi yang dapat digunakan ketika kita ingin membaca, tetapi tidak memiliki buku.

1. Perpustakaan Digital

Internet sudah membawa perubahan besar dalam cara kita mengakses buku. Dengan perpustakaan digital seperti Google Books, iPusnas, i-Jak, i-Jateng, Kominfo, Gramedia digital, platform online dll kamu bisa menemukan dan mengakses ribuan buku klasik dan kontemporer secara gratis maupun berbayar. Cukup dengan mengakses situs web/aplikasi perpustakaan digital, Sobat Ahya bisa membaca dan menikmati berbagai jenis buku.

2. E-Book

Format e-book semakin populer, Sobat Ahya dapat mengaksesnya melalui perangkat elektronik seperti smartphone, tablet, atau e-reader. Toko buku online seperti Amazon Kindle Store atau Kobo menyediakan berbagai judul e-book yang dapat dibeli atau bahkan diunduh secara gratis. Selain itu, terdapat juga platform berlangganan seperti Gramedia Digital, Scribd, atau Kindle Unlimited yang memberikan akses tak terbatas ke koleksi e-book. Eist, tapi hati-hati ... belakangan marak sekali penyebaran e-book illegal, web yang menyediakan e-book illegal, pokoknya jangan sampai tergelincir mengonsumsi e-book haram, okey?

3. Audiobook

Nggak cuma baca buku, loh. Buat kamu yang lebih suka mendengarkan cerita, audiobook bisa jadi pilihan yang tepat. Dengan aplikasi seperti Audible, Storytel, Google Play Books dll. Sobat Ahya dapat menemukan berbagai judul buku dalam format audio. Beberapa aplikasi seperti iPusnas juga sudah dilengkapi dengan fitur audiobook ini. Kamu bisa banget mendengarkan di perjalanan, saat berolahraga, atau sambil melakukan kegiatan lainnya.

4. Blog dan Situs Web

Situs web dan blog memenuhi dunia online, mereka menawarkan konten bermanfaat, termasuk artikel, cerpen, atau esai. Temukan penulis favorit atau topik yang menarik dan nikmati kegiatan membaca secara online melalui platform-platform ini.

Meski nggak punya buku fisik, pokoknya hal itu tidak boleh menjadi hambatan bagi kegiatan membaca kita. Dengan adanya alternatif digital dan akses mudah ke berbagai platform, kita masih bisa menikmati dunia literatur dan mengeksplorasi berbagai buku. Ingatlah untuk mengakses perpustakaan digital, memanfaatkan e-book dan audiobook, serta menjelajahi blog dan situs web yang menawarkan konten menarik. Keep reading and let the magic unfold!

Kira-kira minggu depan bahas apalagi, ya? Yuk, komen!

See you next post!

AhyaBee

Thursday, 15 June 2023

Menyusuri Lorong Kegilaan: Mengenali Genre Thriller Psikologis dengan Kehati-hatian

Halo, Sobat Ahya!

Pernah nggak kebayang di benakmu, alasan mengapa sebuah novel bergenre Thriller Psikologi laris manis di pasaran? Film-film dengan genre serupa selalu ramai di bioskop-bioskop kesayangan. Penasaran nggak, sih? Aku pun demikian, dalam kegelapan yang tersembunyi di antara halaman-halaman novel, terdapat genre yang mampu mengguncang dan membingkai kehidupan kita dengan cara yang tak terduga. Selamat datang di dunia thriller psikologis, sebuah wilayah gelap di mana jalinan intrik dan ketegangan menyatu dengan lapisan psikologi yang memikat. 


foto:/dokumen pribadi


Di sinilah imajinasi kita diuji, ketakutan diprovokasi, dan batas-batas pikiran kita dipermainkan. Sambutlah, karena artikel ini akan membawa kamu ke dalam dunia yang gelap, tetapi memikat ini. Artikel ini mengenalkan kamu pada genre thriller psikologis yang tak tertandingi! Siapkah kamu untuk menggali ke dalam lubang-lubang pikiran yang gelap?

Genre thriller psikologis telah menjadi favorit bagi banyak pembaca, termasuk aku. Hal itu dikarenakan adanya elemen yang hanya ditemukan dalam novel bergenre thriller psikologis yang seringkali tidak ditemukan dalam genre lain di antaranya adalah:

1. Menggali Lebih Dalam Sifat Manusia

Dengan mengupas sifat manusia sampai sisi tergelapnya, genre ini seringkali menguguhkan karakter manusia yang kompleks. Tak jarang hal itu membuat pembaca merenung tentang aspek-aspek sisi gelap dan tersembunyi dalam diri manusia, serta mempertanyakan nilai-nilai moral, kebenaran, dan batasan-batasan psikologis yang ada. Segala sesuatu yang terkait dengan sisi emosional manusia selalu menarik diulik.

2. Manipulasi Psikologis

Novel thriller psikologis kaya akan manipulasi psikologis yang saling terkait antara satu karakter dengan para tokoh lainnya. Tak jarang manipulasi yang dilakukan antagonis ke protagonisnya akan menaikkan taruhan cerita berupa ketidakpastian membuat tensi cerita terjaga. Hal itu juga yang bikin aku suka banget novel thriller psikologis, mungkin pembaca lain juga. Cerita genre ini menekankan pada manipulasi dan pengaruh psikologis antara karakter-karakternya.

3, Menyelami Pikiran

Dalam novel bergenre thriller psikologis, pembaca diundang untuk menelusuri pemikiran tokoh-tokoh utama untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang motivasi mereka, ketakutan mereka, dan pertarungan internal yang mereka hadapi. Hal ini akan membuat pembaca lebih percaya dan berimpati kepada tokohnya. Ketika tak ada jarak antara pembaca dan karya akan menciptakan pengalaman membaca yang tidak terlupakan. 

4. Pertarungan Internal yang Intens

Novel thriller psikologis seringkali mengeksplorasi pergolakan batin yang intens dalam diri karakter-karakternya. Ini bisa berupa pertarungan dengan kegelapan batin, ketakutan yang menghantui, atau pertarungan antara nafsu dan akal sehat. Pertarungan ini menciptakan ketegangan yang kuat dan menggambarkan perjuangan psikologis yang tidak biasa.

5. Twist dan Kejutan Psikologis

Siapa yang tidak suka dengan kejutan apalagi kejuatannya berhubungan dengan psikologis yang dapat mengubah arah cerita. Kejutan yang mengungkapkan sisi-sisi psikologis yang tersembunyi atau rahasia yang mempengaruhi plot dan karakter. Hal ini menciptakan momen yang mengejutkan dan menggugah pembaca secara emosional. Dalam rangka menggugah ketegangan dan menghadirkan dimensi psikologis yang kuat, novel bergenre thriller psikologis memberikan pengalaman membaca yang khas dan tak terlupakan, dengan penekanan pada manipulasi psikologis, twist psikologis, pertarungan internal yang intens, dan penggalian dalam sifat manusia.

6. Sensasi Derasnya Aliran Adrenalin

Cerita-cerita dalam genre ini biasanya berjalan dengan kecepatan tinggi, mempercepat detak jantung pembaca, dan memberikan sensasi adrenalin. Pergulatan yang intens dan keseluruhan atmosfer yang mencekam memberikan pengalaman membaca yang mendebarkan dan membuat tak bisa berhenti.

Dalam kesimpulannya, orang-orang menyukai genre thriller psikologis karena memberikan pengalaman membaca yang menggugah emosi, penuh dengan kejutan tak terduga, menggali sisi psikologis manusia, mengajak pembaca untuk merenung, dan memberikan sensasi adrenalin yang memikat. Genre ini berhasil memenuhi dahaga akan kisah-kisah yang mampu mempertanyakan batasan-batasan psikologis dan memikat pembaca ke dalam dunia yang penuh misteri dan kegelapan.

Setelah bahasan ini, kita lebih memahami genre ini, ya. Semoga bermanfaat~

See you next post!

AhyaBee

Thursday, 8 June 2023

Perjalanan Seorang Calon Penulis yang Berpengaruh: Mengenal Keunikan dan Kreativitas Yandi Asd

Hai, Sobat Ahya!

Aku datang lagi dalam postingan pertama bertajuk #authorspotlight

Aku akan mengajak sobat Ahya untuk mengenal lebih dekat author kece di balik karya-karya yang menakjubkan. 

Dalam dunia literasi, ada segelintir individu yang memiliki kemampuan luar biasa untuk menggugah emosi, memikat imajinasi, dan membawa pembaca ke dalam dunia yang penuh dengan misteri dan keajaiban. Salah satu penulis yang telah mengukir namanya dalam genre thriller lokal adalah Yandi Asd. Dalam artikel ini, aku akan mengulas perjalanan inspiratif seorang calon penulis yang berpengaruh ini, dari karya-karyanya yang tak terlupakan hingga peran aktifnya sebagai editor lepas di beberapa penerbit.

foto:instagram/yandi.asd

Aku memanggilnya Kak Yan, dia telah mencuri perhatian pembaca dengan karya-karyanya yang menarik dan penuh dengan nilai. Dua karyanya, "Kelanar" dan "Rankaku," telah menempatkan Kak Yan di hati pembaca--aku-- sebagai salah satu penulis lokal favorit. Melalui cerita-ceritanya yang menegangkan, Yandi Asd berhasil menunjukkan kemampuannya dalam menciptakan plot yang memikat dan mempersembahkan ide-ide kreatif yang tak terduga.


foto: instagram/yandi.asd


"Kelanar" dan "Rankaku" adalah contoh nyata dari kepiawaian Yandi Asd dalam menghadirkan cerita yang penuh dengan intrik dan ketegangan. Dalam "Kelanar," dia berhasil menyajikan dunia paralel yang menakjubkan, sementara "Rankaku" menghadirkan narasi yang membangkitkan rasa penasaran dengan menggambarkan sesuatu yang rapuh dan wajib dilindungi disimbolkan dengan cangkang telur. Melalui ide-ide kreatif ini, Yandi Asd membuktikan dirinya sebagai penulis yang berbakat dan inovatif. Aku ngefans banget sama beliau ini.

Sebelum Kelanar dan Rankaku:

Jarang ada yang tahu, Yandi Asd sudah menerbitkan dua buku sebelum Kelanar dan Rankaku, loh!

Cerita pertama Kak Yan adalah fantasi lokal yang menceritakan tentang serangga, novel ini ditulis 2017 ketika awal kuliah. Selanjutnya adalah Anchorage Bar, sebuah novel dewasa yang merupakan jebolan event dari sebuah anak cabang dari penerbit ini, buku ini menjadi novel pertamanya yang terbit tahun 2018. Dan ada satu buku nonfiksi berhasil diterbitkan di tahun 2020, buku berjudul Bukan Buku Gila: Jangan Dibeli berisi tutorial menulis novel. Keren banget, ya, perjalanan Kak Yandi ini.

Rahasia Umum:

Bukan hal yang baru sosok Yandi. Asd dikenal sebagai bibliophile di kalangan teman-temannya. Dalam setahun, dia bisa melahap 110 buku pada tahun 2022. Gila, nggak, sih? Udah pinter, jago baca, jago nulis, paket komplit banget!

Makanya, nih, ketika salah satu naskahku, Song of Death berkesempatan dikurasi dan dibimbing beliau rasanya sujud syukur banget. Kemampuan editingnya nggak kaleng-kaleng.

foto:instragram/yandi.asd

Meskipun masih berada dalam masa pendidikan S2, Yandi Asd tidak berhenti mengejar gairahnya dalam menulis. Selain sebagai penulis, dia juga aktif sebagai editor lepas di beberapa penerbit. Peran ini memperluas wawasan dan pemahamannya tentang industri penerbitan, sementara karyanya sebagai penulis terus menarik minat pembaca dengan cerita-cerita yang unik dan menggugah.

Dalam perjalanannya, aku yakin banget, kelak Kak Yan akan menjadi seorang calon penulis yang berpengaruh dan setiap karyanya akan dinantikan setiap pembacanya. Kak Yandi telah membuktikan dedikasinya dan kemampuan untuk menciptakan karya-karya yang tak terlupakan. Kreativitasnya dalam merangkai cerita, kepiawaiannya dalam membangun plot yang menegangkan, dan perannya sebagai editor lepas menjadikannya sosok yang patut diacungi jempol dalam dunia sastra lokal. Kita tidak sabar menanti apa yang akan ditawarkan oleh Yandi Asd di masa depan, sementara kita tetap terpesona dengan karya-karyanya yang sudah ada.

Baca juga: Reviu Rankaku karya Yandi. Asd

Sampai ketemu di postingan selanjutnya~


Friday, 2 June 2023

Menyelami Batas Jiwa dalam Pertukaran Tak Terduga: (S)witch Karya Jili Nai

Hai, Sobat Ahya!

Senang sekali menyambut awal Juni dengan mengisi dengan suatu yang bisa mengembangkan skill, aku juga selalu menantikan saat-saat ketika menyapa sobat Ahya berharap semua dalam keadaan baik-baik saja. Kali ini aku akan mengulas sebuah buku yang menjadi TBR-ku, (S)witch karya Jili Nai. Yuk, ulas lebih dekat #bersamaAhya.

foto:doc.pribadi

Aku suka sampulnya yang putih, siluet orang membuat covernya terkesan misterius.



Buku ini masih baru, terbit akhir tahun 2022. Dan ini penampakan blurbnya. Kebaca nggak?



Pertama kali mendengar Switch, otakku langsung nyangkut sama anime Your Name, tetapi keduanya sangat berbeda. Ketika membaca kisah ini aku langsung suka dengan idenya. Meski pertukaran jiwa bukan hal baru, Kak @jili_nai mampu membidik dari sudut pandang yang berbeda yaitu seorang pemuda kaya raya bernama Satya yang bertukar tubuh dengan seorang ibu rumah tangga bernama Luna. Ini membuat ide cerita terasa segar. Terlebih lagi gaya bahasanya yang renyah membuat kisah Satya-Luna asyik untuk diikuti.




Sejak awal penulis menyuguhkan konflik dengan kurva yang bagus, konflik utama langsung dimunculkan dan narasi yang disampaikan dari PoV Satya dan Luna menggiring spekulasi pada satu titik kejadian di Jogya sebagai penyebab pertukaran jiwa. Konflik demi konflik muncul mengiringi proses agar tubuh mereka segera kembali. Aku suka karakter Satya di sini dia punya perubahan karakter yang jelas dari awal sampai akhir.

Sayangnya di sepertiga awal tensi menurun, ada beberapa adegan yang menurutku membuat tujuan utama nyaris dilupakan. Dan detail info ada yang terlambat dimunculkan, tetapi nggak apa, meski terlambat nggak sampai membuat plothole. Ketika sampai pada halaman 200-an cerita kembali stabil aku suka banget di bagian ini dialognya lebih renyah, mungkin karena pengaruh mereka sudah beradaptasi jadi tidak sekaku di asal yang menonjolkan kecanggungan bertemu dengan orang asing dalam situasi yang tak terduga sebelumnya.

Cuma penyampaian konsep dengan PoV bergantian seperti ini agak riskan di suara tokohnya. Aku merasa keduanya memiliki suara yang sama meski pada PoV Satya pakai gue dan Luna pakai aku. Cara mereka melontarkan pun setipe dan aku suka lelucon mereka. Aku nggak mempermasalahkan perbedaan subjek, cuma logatnya Luna kurang ditunjukkin dalam dialognya cuma diceritakan sama beberapa orang bahwa Logat Luna medok.

Konsep cerita begini memang pas buat pertukaran jiwa di mana fokus mereka adalah perasaan bagaimana tokohnya menghadapi itu, tetapi seandainya interaksi dengan orang-orang terdekat mereka dieksplor lebih dalam lagi aku yakin cerita ini bakal menggigit banget. Bayangin aja batita sadar dia nggak kayak ibunya, kecurigaan tetangga, teman-teman, mertua dll.

Yang cukup mengganggu ada di perubahan PoV Satya dari gue menjadi aku. Aku menemukan alasan dan memang dijelaskan beberapa kali dari sudut pandang Luna kenapa penyebutan subjeknya berubah. Namun, perubahannya ini nggak konsisten. Aku kira abis Satya ganti aku, nggak akan pernah nemu gue lagi. Atau penggunaan akunya hanya ketika dalam dialog/ interaksi bersama Luna saja, tetapi di sini terletak pada narasi. Apalagi ini PoV 1 di mana suara tokoh harus bisa dibedakan dan namanya logat udah terbentuk bertahun-tahun dan butuh waktu untuk berubah total. Aku berasumsi agar pembaca bisa mendapat feel sedih dan berempati ke Satya.

Untuk jenis kontennya, di awal aku rasa cukup sensitif, perdukunan. Kalau tidak hati-hati bisa menimbulkan interprestasi yang berbeda bagi pembacanya bahwa dukun itu sangat sakti bisa mengutuk orang dll. Untuk resolusi menuju ending aku suka, amanatnya tersampaikan ke pembaca dengan baik. Untuk genre magical realism bersetting modern ending seperti itu ending yang paling masuk akal dan dapat diterima. Keseluruhan aku suka novel ini apalagi pembawaan Kak Nai yang asyik aku merekomendasikan buku ini untuk kamu baca~

[🌟Rate: 3/5]

Baca juga buku terbitan Batik Publisher: Rankaku

Rekomendasi Bacaan Minggu ini: The Time We Walk Together karya Lee Kyu Young

Thursday, 1 June 2023

Mengungkap Misteri Cangkang Telur dalam Novel Thriller Psikologis RANKAKU Karya Yandi.Asd

Hai, Sobat Ahya!

Aku menyelesaikan membaca sebuah novel dari genre favoritku, Thriller. Buku ini paling kunantikan, penasaran kenapa? Yuk, simak lebih dekat bersama Ahya~

Berikut ini adalah penampakan sampul Rankaku. Sebuah cangkang telur yang retak menyiratkan sebuah kerapuhan, cocok banget dengan konten di dalamnya. Dominasi putihnya membuat sang telur yang menjadi objek utama lebih menonjol. Percikan darah di sudut sampul pun menguatkan genre yang diusung oleh Rankaku adalah Thriller-Psikologis. Setidaknya, itu kesan pertamaku terhadap desain sampul Rankaku.





Rankaku - Cangkang Telur
Penulis: Yandi.Asd
Penerbit: ATpress2023 || 386 halaman
QRCBN: 622340758820
____
Aku akan mati. 
Mayatku akan dikremasi. 
Kepergianku tak akan ditangisi. Namun, itu dulu ketika aku belum bertemu denganmu, malaikatku–halaman 3
DESKRIPSI BUKU:



Rankaku dibuka dengan suara hati si aku yang mengungkapkan rasa syukurnya telah lolos dari maut setelah bertemu dengan Malaikatnya. Selanjutnya Rankaku tak hanya mengisahkan tentang bagaimana perjalanan aku saja, novel ini juga mengisahkan beberapa kisah dengan konflik yang berbeda. Konflik-konflik itu mengerucut pada satu titik singgung yang mengejutkan. Konsep seperti ini mengingatkanku dengan novel terjemahan Jepang. Mendengar konsep mentahnya saja aku langsung ingin membaca Rankaku sejak draf awalnya. Sejujurnya, aku bingung mereviu Rankaku yang memiliki konsep yang kompleks dan padat, banyak banget hal menarik yang aku hightlight!

Pertama, dengan mengusung tema Syndrom Asperger, Rankaku memberi warna tersendiri pada genre psikological-thriller. Menurutku ini menjadi kekuatan Rankaku. Jarang banget ada novel mengangkat tema seperti ini. Apalagi yang diulas dalam Rankaku bukan hanya satu konflik. Rankaku menjabarkan Syndrom Asperger dari berbagai perspektif yang berbeda sehingga aku yang awam dengan kelainan mental ini mendapatkan gambaran yang jelas.

Makna Rankaku yang berarti cangkang telur ini kegali banget, aku nggak nyangka "hal itu" bisa dianalogikan dengan cangkang telur alias Rankaku. Dan setiap orang berhak menjaga cangkang telur mereka. Seperti kisah-kisah dalam Rankaku ini. Setiap karakternya mencoba melindungi "Cangkang telur" mereka dengan cara mereka sendiri. Kerennya, penulis berhasil menggiring pembaca untuk menyelami kedalaman emosi para tokohnya, kompleksitas konfliknya, dan membuat pembaca mempercayai motif tindakan para karakternya.

Rankaku menceritakan anak dengan Syndrom Asperger, orang yang hidup bersama dengan penderita Syndrom Asperger, penyintas Syndrom Asperger (kondisinya sudah stabil), dan terapis wicara yang menangani penderita syndrom asperger. Menarik bukan?

Meski mengambil setting Jepang, jangan harap mendapati nuansa sakura bermekaran yang menambah suasana romantis. Rankaku justru menggambarkan sisi gelap Jepang: perundungan, abusive, sikap toksik, pembunuhan, KDRT dll. Nuansa Jepang tidak digambarkan dengan detail, tapi porsinya pas.

Rankaku: Lindungilah Cangkang Telurmu!

Rankaku mengisahkan lima kisah dengan konflik terpisah. Ditulis dalam alur maju sesuai sudut pandang masing-masing, tetapi memiliki rentang waktu yang berbeda. Setiap karakter Rankaku mengalami transformasi karakter yang membawa nilai-nilai untuk pembaca. Melalui kisah mereka, amanat Rankaku tersampaikan dengan baik.

Fumiko, seorang pekerja di restoran yang memiliki utama berbahan dasar telur bernama Kakoran. Dia terus dihantui masa lalunya karena sudah melahirkan anak menyerupai iblis. Fumiko harus menghentikan teror tersebut. Sementara Akio, anak berusia 4 tahun dari seorang aktris ternama bernama Seika dan ayahnya Hajime, Akio menderita Syndrom Asperger diperlakukan tidak baik oleh kedua orang tuanya. Selain itu ada Keiko, pegawai pabrik makanan kalengan, dia penyintas sindrom asperger yang harus menjaga keutuhan rumah tangganya yang di ambang kehancuran. Dia selalu ketakutan ditinggal Takuma. Di sisi lain, Hiroki seorang remaja yang tumbuh di lingkungan toksik dan hidupnya teramat malang harus mengurus ibu dan bibi kurang ajar serta adik kecil pengidap syndrom asperger. Hiroki melalui hari-hari yang buruk di sekolah karena perundungan terus menerus. Mereka semua ditempa masalah demi masalah.

Penyampaian Rankaku terasa hidup, aku masih tak mengerti ... Biasanya aku akan menempatkan diri pada salah satu tokoh dalam cerita. Namun, aku tidak bisa memihak siapa pun dalam cerita Rankaku. Anehnya, aku merasa terlibat di dalam cerita. Mungkin karena penyampaiannya yang sederhana yang mengalir dan ada beberapa kalimat yang menurutku menguatkan rasa setiap narasi Rankaku. Dialog polosnya Akio, interaksinya bersama Makoto membuatku tersentuh dan merasa hangat. Begitu juga dengan interaksi Hiroki-Aoi. Psikologi dalam Rankaku dikulik secara mendalam. Aku bisa merasakan empati kepada tiap tokohnya, tetapi juga merasa kesal dan marah disaat bersamaan.

Aku berusaha tidak over claim dalam mengulas Rankaku. Aku berusaha melupakan bahwa penulisnya adalah idolaku, editorku, guruku, bahkan orang yang aku percaya ketika merujuk sesuatu. Aku berusaha menilai dan melihat Rankaku ya Rankaku sebuah karya~

Kesimpulannya, Kenapa aku bisa suka banget Rankaku?

Pertama, meski ini bukan pertama kali membaca Rankaku, aku masih dibuat takjub sama konsepnya. Penyampaiannya asyik. Punya alur lambat yang page turner banget. Isu sosial yang diangkat dalam Rankaku banyak banget: parenting, perundungan, banyak informasi terkait berbagai jenis profesi, robotik, terkait telur, dan Jepang yang dijadikan sebagai latar utama penggerak cerita.

Membaca Rankaku itu kenyang dan puas banget. Hanya saja memang ada beberapa adegan yang masih bisa dieksplor lagi. Kayak adegan thriller-nya bakal lebih mantul kalau di-showing. Namun, kurasa penulis punya pertimbangan sendiri mengingat buku ini sudah cukup tebal. Penulisannya rapi banget aku bahkan hanya menemukan satu tipo nama. Hal itu wajar banget, apalagi Rankaku cerita dengan banyak tokoh.

Rankaku cocok untuk dibaca pembaca 21+ mengingat beberapa adegan mature konten diekspos secara eksplisit. Buat kamu yang punya ketakutan dengan darah, trauma dengan kekerasan cerita ini bisa memicu trigger warning. Cerita ini juga cukup gelap, menurutku tidak semua orang bakal cocok dengan buku ini. Namun, buat kamu pencinta thriller, misteri, kamu harus merasakan sensasi pergolakan perubahan emosi ketika membaca Rankaku!

Menjelang ending, kamu akan dihajar dengan double twist yang bikin kamu bahkan pengen melempar buku setebal itu ke muka orang ... Nggak nyangka banget akan disuguhi tipe ending kayak gitu~

🌟Rate Rankaku: 4.95/5


Unggulan

Mengurai Kisah Inspiratif: Menembus Portal Maple Universe Melalui Maple Media

1. Menembus Portal Maple Universe Mundus est plenus magicis et prodigiis, s atu kalimat ini menggambarkan Maple Universe sebagai dunia yang ...

Populer