Blog Archive

Friday, 27 January 2023

Bikin Lis To Be Read Bagi Pencinta Buku, Perlu Nggak, sih? Berikut 3 Tip Menyusun TBR Antiribet!

Hai, Sobat Ahya apa kabar, nih. Akhir pekan nanti mau ke pada hangout ke mana? Di rumah aja kayak aku? Hiks~

Jangan sedih, banyak hal yang bisa kita lakukan saat berakhir pekan dan nggak bisa ke mana-mana. Misalnya apa, nih? Kayak kepoin sosial media aku wkwkwkwk plaaakkkk!

Eh, tapi boleh, loh, buat sobat Ahya yang mau berteman denganku di Instagram klik di sini.

Kali ini enaknya mau bahas apa, ya mendung-mendung gini?

Pernah nggak, sih, kamu berpikir membuat reading list untuk bacaanmu? Jadi bulan lalu, aku mencoba membuat list to be read untuk menantang diriku yang impulsif ini apakah akan manut dan menurut sama apa yang udah aku targetin sendiri. Berikut ini TBR yang aku buat untuk bulan Januari 2023.



Nah, dalam nentuin buku apa yang dimasukin lis, ada beberapa tip antiribet dalam menyusun TBR. Ada yang penasaran nggak, sih, aku berhasil membaca buku dari TBR yang aku buat? Jawabannya adalah ....




Taraaaa ... aku berhasil membaca enam buku bulan ini. Tiga di antaranya dari TBR yang aku buat. Artinya aku berhasil menyelesaikan 90% dari rencana. Kenapa nggak dibaca semua, sih? Nanggung amat! Karena aku DNF. Dan aku nggak bisa lanjutin buku yang DNF dalam waktu dekat. Dari caraku menyusun TBR tampaknya ada hal yang harus dibenahi.

Berikut ini, TBR-ku untuk bulan Februari 2023 dan cara menyusunnya.




Penting buat pencinta buku bikin lis to be read setiap bulannya. Berikut 3 tip menyusun TBR antiribet!

1. Pastikan buku yang akan dibaca adalah buku yang paling ingin kamu baca.

Dengan memilih buku yang sudah lama ingin kamu baca akan menghindarkan dari mager saat mencoba merealisasikan TBR yang kamu buat.

2. Tetapkan waktu membacanya.

Nah, TBR yang kita buat akan masuk akal saat kita berhasil menentukan tenggat membacanya. Biar nggak ada buku yang terbengkalai nggak kebaca karena nggak melihat kemampuan. Kayak aku, nih, hanya memasukan tiga judul buku karena beberapa alasan yang harus diperhatikan seperti beratnya tema yang diangkat, tebal bukunya, dan yang pasti masuk akal ketiga buku tersebut bisa aku baca dalam waktu sebulan.

3. Pastikan ketersediaan buku.

Jika kamu membaca buku digital, pastikan buku itu tersedia atau tidak nantinya. Jangan sampai kita udah bikin lis ternyata antrean di iPusnas yang panjang mengacaukan lis yang sudah dibuat.

Itulah 3 tip antiribet dalam menyusun TBR setiap bulannya. Selamat mencoba!
Aku punya rekomendasi buku bagus, nih, yang bisa kamu masukin ke reading list kamu. Cek reviunya dulu, ya di sini.

Akhir kata, sampai bertemu pada postingan selanjutnya~


Wednesday, 25 January 2023

Funiculi Funicula - Kisah-Kisah Yang Baru Terungkap Karya Toshikazu Kawaguchi: Sekeras Apa Pun Usaha Di Masa Lalu, Kenyataan Tidak Akan Berubah!

Book Review by AhyaBee

Halo, sobat Ahyaaa~

Apakah kalian merindukanku? Hihi ...

Setelah mengulas Funiculi Funicula Before The Coffee Gets Cold kali ini aku akan mereviu buku keduanya yaitu Funiculi Funicula Kisah-Kisah Yang Baru terungkap. Buku ini menjadi penutup bacaanku di bulan Januari 2023. Yeayy ... aku menyelesaikan semua TBR bulan ini! Senangnya ....

Oke fokus, balik lagi ke buku yang akan kita bahas ini memiliki sampul buku yang sangat memikat. Menggambarkan musim semi di jalanan dekat kafe Funiculi Funicula. Nuansanya sangat hangat seperti efek yang ditimbulkan setelah selesai membacanya. Ini dia penampakan depan kover yang kece itu. Oh, iya buku ini tersedia juga di gramedia digital, loh! Sayangnya, bulan ini belum masuk paketan fiction premium, jadi harus beli satuan gitu. Hiks, sedih~



[Reviu Buku] 

Funiculi Funicula - Kisah-Kisah Yang Baru Terungkap

Penulis: Toshikazu Kawaguchi
Penerbit: @fiksigpu, 2022 || 200 halaman
ISBN: 9786020663845
ISBN Digital: 9786020663852
_____

Selain sampul depan yang eye catching, sampul belakang tak kalah menarik. Burung-burung yang ada di kabel listrik. Awalnya, kukira ada kaitannya burung ini dengan isi cerita ternyata ... tahan sebentar, kita akan membahas blurb dari buku ini.


DESKRIPSI BUKU

Funiculi Funicula, sebuah kafe di gang sempit di Tokyo, masih kerap didatangi orang-orang yang ingin menjelajahi waktu. Peraturan-peraturan yang merepotkan masih berlaku, tetapi itu semua tidak menyurutkan harapan mereka untuk memutar waktu.

Kali ini ada seorang pria yang ingin kembali ke masa lalu untuk menemui sahabat yang putrinya ia besarkan, seorang putra putus asa yang tidak menghadiri pemakaman ibunya, seorang pria sekarat yang ingin melompat ke dua tahun kemudian untuk memastikan kekasihnya bahagia, dan seorang detektif yang ingin memberi istrinya hadiah ulang tahun untuk pertama sekaligus terakhir kalinya.

Kenyataan memang akan tetap sama. Namun dalam singkatnya durasi sampai kopi mendingin, mungkin masih tersisa waktu bagi mereka untuk menghapus penyesalan, membebaskan diri dari rasa bersalah, atau mungkin melihat terwujudnya harapan…


Luka psikologis tidak dapat dilihat. Selain itu, sulit menyembuhkan luka seseorang yang menganggap dirinya penyebab kematian orang yang penting dalam hidupnya. Lagi pula, orang yang mati tidak akan hidup kembali --halaman 176

Empat kisah mengharukan dikemas dengan apik menggunakan bahasa ringan yang nyaman. Mereka mengunjungi Funiculi Funicula, sebuah kafe di Tokyo yang terkenal dengan mitos lokalnya bisa membawa pengunjung ke masa lalu juga masa depan. Mereka datang dengan harapan masing-masing.

Kenyataan tak ada yang berubah. Aturan itu membuat cerita tidak mengalami efek domino yang membosankan. Punya batas-batas jelas yang kadang bikin pembaca menahan napas dan ingin berkata, "Habiskan kopinya sebelum dingin."



Seorang pria yang ingin menemui sahabatnya untuk mengungkap sebuah kebenaran. Kebenaran itu sudah dipendam 22 tahun lamanya, kini harus segera diakhiri. Selama 22 tahun, Gotaro Chiba berbohong pada Haruka, putrinya. Dia ingin kembali ke masa lalu menemui temannya bernama Suichi agar kebohongan yang dia tutupi dua puluh dua tahun segera berakhir. Apa hubungan Suichi dan Haruka? Kisah ini sangat mengharukan sampai membuatku berkaca-kaca saat membaca bagian pertemuan kedua sahabat ini. Keduanya memiliki hubungan persahabatan yang harmonis. Hubungan Gotaro dan Haruka juga sangat manis.




Kisah kedua, seorang putra yang putus asa tidak bisa menghadiri pemakaman ibunya dan ingin menemui ibunya yang sudah meninggal. Dia memutuskan menemui sang ibu sebelum wanita itu diopname. Suasana pertemuan itu lebih dari sekadar mengharukan karena aku sampai menangis di bagian ini. Alasan-alasan yang disampaikan Yukio sangat masuk akal. Kisah Yukio sangat emosional, dia diliputi penyesalan yang mendalam. Saat tahu, kembali ke masa lalu tidak akan mengubah apa, pun, dia tidak ingin kembali ke masa kini dan terjebak di sana selamanya. Namun, ada satu momen yang membuat hatiku juga menghangat saat membaca bagian ini.




Kisah keempat, seorang pria yang sekarat mengunjungi masa depan memastikan kekasihnya bahagia. Namanya Kurata, hidupnya divonis enam bulan lagi. Dia ingin ke masa depan memastikan Asami menjalani kehidupan normal. Kisah ini sangat manis, baik tindakan Asami ataupun Kurata menunjukkan ini, loh, yang seharusnya dilakukan seorang pendamping!





Kisah Kazu menjadi penutup yang memuaskan. Di bagian ini juga kepingan kisah yang belum terjawab di buku sebelumnya terjawab. Hal ini ditunjukkan oleh perjalanan lintas waktu yang dilakukan oleh seorang detektif tua yang ingin memberikan hadiah ulang tahun kepada istrinya untuk pertama dan terakhir kalinya. Buku yang sangat istimewa, menunjukkan penyesalan demi penyesalan yang mengendap pada manusia dalam berbagai bentuk. Kemudian buku ini memberi akhir pada kisah-kisah itu sebuah kepuasan dalam bentuk sebuah perubahan.

Bukan kenyataan pada masa kini yang berubah, melainkan diri mereka sendiri yang mengalami transformasi.  

Kisah-kisah yang disajikan pada buku kedua menguak sebagian kisah rahasia dibuku pertama, kayak siapa sebenarnya hantu bergaun putih. Di buku ini juga memunculkan sosok lain yang ternyata bisa menuang kopi untuk mengantar pengunjungnya ke masa lalu atau masa depan. Bukan Kazu Tokita, loh! Siapa, ya?





Meski di buku ini diberi diagram karakter untuk memudahkan memahami hubungan antar karakter, hal itu sama sekali tidak mengganggu dan mengurangi ketertarikan membaca. Buku ini mengikat pembacanya secara emosional, buku yang memberi efek hangat selepas membaca kisah deep. Banyak pembaca lebih menyukai buku ini daripada buku pertamanya, tetapi buku pertama menurutku lebih berkesan.

Mungkin karena ada pengulangan info yang terlalu sering dan monoton seperti penggambaran keadaan interior kafe. Kalimatnya itu beneran sama, itu-itu aja. 

... Dinding plester tanah sewarna tepung kedelai dengan noda samar tersebar yang sepertinya terbentuk dalam waktu lama di seluruh permukaannya. Karena berada di lantai bawah tanah, di kafe itu tak ada jendela dan hanya berpenerangan lampu remang yang menggantung di langit-langit, mewarnai ruangan itu dengan nuansa sepia.

Peraturan kembali ke masa lalu pun dijelaskan berulang kali baik di narasi juga dialog. Namun, hal itu sama sekali tidak mengurangi ketertarikan untuk membaca seri selanjutnya jika diterjemahkan. Meski demikian, tak mengurangi antusiasku untuk merekomendasikan buku ini buat kamu yang suka sama literatur Jepang. Buku ini sangat manis, hangat, dan menyenangkan~

    Friday, 20 January 2023

    Funiculi Funicula - Before The Coffee Gets Cold karya Toshikazu Kawaguchi: Memutar Waktu Kembali Ke Masa Lalu

    Hai, halo sobat Ahya, kembali lagi setelah beberapa hari yang lalu aku abis mereviu novel klasik Dr. Jekyll and Mr. Hyde. Kali ini aku akan mengulas novel Jepang yang cukup populer Funiculi Funicula. Novel seperti apa, sih, yang akan kita bahas? Yuk, kita simak detailnya kayak apa!

     [Reviu Buku]


    Judul: Funiculi Funicula - Before The Coffee Gets Cold
    Penulis: Toshikazu Kawaguchi
    Penerbit: @fiksigpu, 2021 || 224 halaman
    ISBN: 9786020651927
    ISBN Digital: 9786020651941

    ______

    Deskripsi Buku Funiculi Funicula - Before The Coffee Gets Cold

    Di sebuah gang kecil di Tokyo, ada kafe tua yang bisa membawa pengunjungnya menjelajahi waktu. Keajaiban kafe itu menarik seorang wanita yang ingin memutar waktu untuk berbaikan dengan kekasihnya, seorang perawat yang ingin membaca surat yang tak sempat diberikan suaminya yang sakit, seorang kakak yang ingin menemui adiknya untuk terakhir kali, dan seorang ibu yang ingin bertemu dengan anak yang mungkin tak akan dikenalnya.

    Namun, ada banyak peraturan yang harus diingat. Satu, mereka harus tetap duduk di kursi yang telah ditentukan. Dua, apa pun yang mereka lakukan di masa yang di datangi tak akan mengubah kenyataan di masa kini. Tiga, mereka harus menghabiskan kopi khusus yang disajikan sebelum kopi itu dingin.

    Rentetan peraturan lainnya tak menghentikan orang-orang itu untuk menjelajahi waktu. Akan tetapi, jika kepergian mereka tak mengubah satu hal pun di masa kini, layakkah semua hal dijalani?




    Gawat! Kopinya suam-suam kuku! Sebentar lagi dingin! --halaman 53

    Penyesalan kadang membawa kita pada keinginan untuk kembali ke masa lalu dan memperbaiki segalanya. Funiculi Funicula adalah sebuah kafe yang bisa membawa pengunjungnya ke masa lalu. Letaknya di sebuah gang kecil di Tokyo. Sayangnya, pergi ke masa lalu tak semudah yang dipikirkan. Banyak dari mereka yang datang dari penjuru dunia dengan sebuah harapan pada akhirnya pulang dengan tangan kosong. Pertama, mereka hanya bisa menemui orang yang pernah mengunjungi Funiculi Funicula, kedua mereka hanya akan duduk pada sebuah kursi khusus. Jika pergi dari kursi itu, secara terpaksa akan terseret kembali ke masa kini. Dengan kata lain, kembali ke masa lalu hanyalah kesia-siaan.


    Serentetan aturan yang merepotkan bahkan membuat mereka tetap memaksa melakukan perjalanan lintas waktu yang berisiko. Selain mereka hanya punya waktu yang sangat singkat dan terbatas: sebelum kopi dingin, mereka mempertaruhkan banyak hal penting dalam hidup mereka jika salah satu aturan dilanggar. 

    Empat orang dengan kisah yang berbeda memberi pembelajaran yang berharga. Tentang betapa pentingnya waktu. Kisah-kisah merana yang mengharukan, tetapi juga hangat membuatku betah berlama-lama di depan buku ini.

    Kisah pertama seorang kekasih bernama Fumiko yang ingin kembali ke masa di mana Goro belum berangkat ke Amerika untuk meraih pekerjaan impiannya, Fumiko ingin meminta maaf dan menyampaikan isi hatinya. Kisah kedua, kisah seorang istri sekaligus perawat yang ingin tahu surat yang ditulis oleh suaminya sebelum Fusagi benar-benar melupakan dirinya karena Alzheimer yang diderita. Ketiga, adalah seorang Kakak bernama Hirai yang menyesali seluruh tindakannya kepada Kumi dia ingin bertemu Kumi sebelum sang adik meninggal dunia. Keempat, kisah seorang ibu yang sakit ingin menemui anaknya yang belum lahir ke dunia.

    Mereka pergi ke masa lalu dengan diantar oleh Kazu yang menuang kopi dari cangkir perak dan duduk di sebuah kursi khusus. Kursi itu diduduki hantu bergaun putih yang hanya akan ke toilet sehari sekali. Perjuangan mereka kembali ke masa lalu membuatku trenyuh apalagi mereka tahu kalau kenyataan tidak akan berubah sekeras apa pun mereka mengubahnya di masa lalu~




    Alur yang digunakan maju mundur sehingga tidak membosankan. Gaya bahasanya pun ringan. Nuansanya memberi efek hangat sehabis membaca novel ini. Aku paling suka bagian Fumiko menemui Goro gemes-gemes gitu~

    Kamu suka bagian mana dari empat kisah yang unik ini?




    [Rate: 3,75/5]

    Tuesday, 10 January 2023

    The Strange Case of Dr. Jekyll And Mr. Hyde Karya Robert Louis Stevenson: Kendalikan Setiap Monster Dalam Dirimu!

    The Strange Case of Dr. Jekyll And Mr. Hyde

    Penulis:  Robert Louis Stevenson
    Penerjemah: Julanda Tantani
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2011 ll 128 halaman
    ISBN: 9789792271256
    E-ISBN: 9786020604510
    Baca di: Gramedia Digital



    Hai, sahabat Ahya, aku kembali lagi kali ini aku akan mengulas sebuah buku klasik yang kisahnya sangat melegenda: The Strange Case of Dr. Jekyll And Mr. Hyde biasanya hanya disebut Dr. Jekyll And Mr. Hyde saja. Buku ini bisa dibaca gratis di Ipusnas, KLIK DI SINI Mari kita lihat seberapa menarik blurb-nya sampai-sampai menggelitik rasa penasaraanku untuk membaca buku ini.



    Buku ini memiliki tipe blurb yang memikat, siapa pun yang membacanya di toko buku pasti memiliki keinginan untuk membawa pulang buku dengan blurb seperti ini. Belum lagi kovernya yang didominasi warna gelap juga memiki daya tarik tersendiri, mencerminkan nuansa dalam novel ini.

    Mr. Utterson, seorang pengacara pendiam yang jarang tersenyum menemukan sebuah kejanggalan pada surat wasiat Dr. Henry Jeckyll. Di mana semua harta benda dan kekayaan diwariskan kepada Mr. Hyde. Tak ada yang paham siapa Mr. Hyde yang disebut-sebut Jekyll dalam surat itu. Sampai pada suatu pagi, Utterson melakukan rutinitasnya seperti biasa. Berjalan pagi bersama sepupunya, Enfield. Mereka tak sengaja melewati gang sempit. Di sana ada sebuah bangunan tua hanya memiliki pintu, tetapi tidak memiliki jendela. Di sana, Enfield pernah melihat sosok Hyde.

    Hyde digambarkan dalam bentuk lelaki bertubuh kecil dengan aura menyebalkan yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Memiliki kesan cacat, tetapi tidak bisa dideskripsikan cacat dalam hal apa. Mungkin, jika orang pada umumnya merupakan gabungan antara baik dan buruk, Hyde hanya terdiri dari sisi buruk. Dia sangat jahat dan tidak berbelas kasih. 

    Enfield melihatnya menginjak-injak gadis dengan sadis dan pergi tanpa perasaan bersalah sedikit pun. Kasus itu tak sampai ke tangan hukum, Hyde memberi sejumlah uang yang sangat besar dalam bentuk cek bertanda tangan seorang doktor ternama, Henry Jekyll. Namun, ternyata ... Hyde tak hanya berulah sampai di situ. Kasus pembunuhan Carew yang merupakan sahabat Jekyll dan Utterson menyeret nama Hyde sebagai tersangka. Selengkapnya bisa dibaca di bukunyaaa! Kan, nggak seru kalau kena spoiler sana sini.

    Buku tipis ini merupakan buku yang sangat menarik untuk diperbincangkan. Mengangkat dualitas kehidupan manusia. Saking berpengaruhnya, kata Jekyll dan Hyde bahkan menjadi bagian dari ilmu psikologi, ini menurut Wikipedia, loh, ya wkwkwkwk.

    Aku sendiri tidak memiliki kapasitas membahas tentang psikologi dalam novel ini, maka aku akan menceritakan bagaimana perasaanku saat membaca kisah ini.

    Saat menemukan buku ini, aku langsung suka dengan gaya bahasanya. Kalau fokus membaca saja, buku ini bisa selesai dalam beberapa jam saja. Namun, kemarin aku juga lagi nulis, jadi menyelesaikan buku ini butuh waktu tiga malam (tuh, kan, curhaaattt). 

    Jangan tanya gimana realistisnya penulis menggambarkan bobroknya kehidupan London yang jauh dari keindahan dan kemegahan kota itu.

    ... deretan toko itu terputus oleh jalan masuk sebuah pekarangan; dan persis di tempat itu sebuah gedung yang teramat jelek menjulurkan atap tirisnya ke arah jalanan. Gedung itu berlantai dua dan tidak berjendela. Pokoknya tidak ada apa-apa selain sebuah pintu di lantai dasar dan dinding luntur di lantai atasnya. Dari penampilannya bisa disimpulkan bahwa gedung itu sudah lama dibiarkan tidak terurus-- halaman 10

    Setiap adegan yang diceritakan memiliki kesan tersendiri buatku. Salah satunya adalah proses perubahan sosok Jekyll menjadi Hyde. Proses transformasinya menyakitkan. Namun, ambisi yang tinggi membuat kecerdasan di atas rata-rata memiliki ide gila. Dia ingin memisahkan sisi baik dan buruk sifat-sifatnya dengan meracik ramuan. Siapa yang menyangka Jekyll menciptakan monster. Membuat sosok itu lebih kuat dari yang secara alami seharusnya kerdil dan tak berkuasa. Dia sadar, begitu banyak hal yang dia pertaruhkan demi memunculkan Hyde. Salah satunya semakin kuatnya sosok Hyde bisa mengendalikan Jekyll dan keseimbangan dalam dirinya akan rusak. Dia harus mengambil keputusan penting sebelum ada lebih banyak lagi korban kejahatan Hyde.

    Aku suka sekali di bagian akhir cerita ini membuatku merasa iba, aku puas sekali. Walau sempat terjadi pergantian fokus saat membaca surat dari Dr. Lanyon, tetapi tidak terlalu bermasalah karena pada akhirnya aku sangat enjoy dan menikmati cerita klasik ini sampai selesai.

    Horor seperti ini yang aku suka, tanpa melibatkan hal mistis tetap terasa ketegangannya. Nah, buat kamu yang mau mencoba membaca horor gotic bisa, nih, baca ini dulu. [Rate: 3.75/5]



    Saturday, 7 January 2023

    The Time We Walk Together karya Lee Kyu Young: Momen Biasa Semakin Istimewa Bersama Dia!

    The Time We Walk Together




    Penulis: Lee Kyu Young

    Penerbit: Bhuana Sastra imprint Bhuana Ilmu Populer, 2020 || 200 halaman

    ISBN: 9786232167117


    _______


    Deskripsi Buku

    Semua orang di dunia mencintai dengan caranya masing-masing. Mari saling mencintai dengan cinta kita sendiri: yang saling percaya, saling menjaga, dan tidak goyah. Graphic novel dengan gambar emosional tentang kisah cinta manis dalam kehidupan sehari-hari, dari pertemuan pertama yang seperti takdir.

    Ini pertama kalinya aku membaca novel berilustrasi. Ilustrasinya bagus, lucu-lucu banget. Setiap gambar mewakili isi ceritanya. Adegan yang ada di dalamnya merupakan kegiatan sehari-hari, entah mengapa membaca buku ini membuat kegiatan yang terlihat biasa-biasa aja jadi sangat manis.

    _______

    Cinta dan mimpi adalah keajaiban. Meski tidak terdengar dan tidak dikatakan, meski tidak bisa berkomunikasi karena perbedaan bahasa, keduanya bisa dirasakan--Hal. 25
    Ini pertama kalinya aku membaca novel berilustrasi. Ilustrasinya bagus, lucu-lucu banget. Setiap gambar mewakili isi ceritanya. Aku suka banget sama adegan yang ada di dalamnya. Bukan adegan lebai yang didramatisasi. Ini merupakan kegiatan sehari-hari yang bisa dilakuin semua orang, tanpa terkecuali.

    Entah mengapa membaca buku ini membuat kegiatan yang terlihat biasa-biasa aja jadi sangat manis.Buku yang sangat hangat, bahkan sampai berpikir mungkin nggak, sih, ada kehidupan semanis itu di dunia nyata? Namun, setiap orang berhak berharap, mengutarakan cinta dengan cara-cara mereka, dan akhirnya ... buku ini cocok banget dijadiin pelajaran khususnya buat yang sudah berpasangan. Jadi jujur aja The Time We Walk Together sangat tidak ramah buat para jomlo 🤣🤣🤣

    Soalnya apa? Isinya bikin baper banget apalagi bacanya sambil ngehalu di sisi doi wkwkwk. Tapi, ya, bukan berarti kamu yang single nggak boleh baca, loh! Buku ini pun aku saranin buat kamu. Bisalah, ya, buku ini jadi panduan buat para suami biar bisa berlaku manis sama istrinya buahaaaa (ketawa jahaaat). 

    Membaca buku ini sangat menyenangkan. Aku paling suka di bagian akhir bikin melting. Berhubung aku baca The Time We Walk Together di gramedia digital, ebook, jadi gambarnya kurang puas. Kalau baca versi cetaknya pasti bakal puas banget karena gambarnya nggak kepotong. 

    Ternyata, tadi aku cek di Ipusnas juga ada, loh. Kamu bisa baca The Time We Walk Together secara gratis di sini. 

    Kamu udah baca buku ini belum? Akhir pekan nanti mau baca buku apa, nih?

    Setelah reviu tentang buku Saving Ludo, hari ini The Time We Walk Together, next review kira-kira mau reviu buku apa, ya? 

    With Love, 
    AhyaBee~

    Friday, 6 January 2023

    Saving Ludo Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie: Ketika Bukan Cuma Tuhan Yang Mendengarkan Permintaanmu!

    Saving Ludo

    Penulis: Ziggy Z

    ISBN : 9786022426561

    Penerbit: Dar! Mizan, 2015

    Baca di: Ipusnas



    Blurb Saving Ludo

    Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie



    Saving Ludo memiliki blurb menarik yang mampu menarik pembaca tanpa perlu berpikir dua kali. Awalnya aku mengira Ludo itu sebuah permainan papan yang cukup populer dan sering aku mainkan sejak kecil. Walau ceritanya tak jauh-jauh dari anak kecil, ternyata ... tidak ada hubungannya dengan ludo yang itu!

    Tidak ada dadu, tidak ada bidak. Namun, kalau diperhatikan, cerita ini mirip dengan ludo (tuhhh, kan, mulai ngawur bin ngelantur!) Abisnya gimana, ya ... Ludo dan Theo sudah seperti bidak yang dipermainkan Alice yang menjadi pemain yang mengocok dadu takdir mereka. Maksudnya gimana, sih? Simak detail reviu dariku di bawah ini!

    "Masuk keluar, tidak bisa masuk karena tokonya belum buka.
    Masuk keluar, tidak bisa keluar karena tokonya belum tutup.
    Kalau kau masuk dan tidak bisa keluar, Domba akan memakan bola matamu.
    Kalau kau keluar dan tidak masuk, Domba akan menyembelih perutmu.
    Masuk keluar, masuk lalu keluar."--halaman 26

    Kisah persahabatan tragis ini membuatku terharu, sedih, dan bereaksi "Kenapa harus berakhir seperti ini" apalagi untuk anak berusia 12 tahun. Perasaanku berantakan saat membacanya. Theo sangat menyayangi Ludo, sahabatnya yang mengidap leukimia. Kondisi Ludo semakin memburuk setiap harinya. Dalam perjalanan pulang menjenguk Ludo, Theo yang putus asa berdoa setiap langkahnya sampai mengundang kelinci ajaib yang membawanya pada Alice. Di toko Alice, Theo akhirnya terbujuk membeli sesuatu. Sekali terjerat, mereka tak akan bisa lepas untuk selamanya. Hanya terjerat semakin dalam.

    Alice merupakan sosok iblis yang menciptakan delusi seakan-akan mengabulkan setiap permintaan. Namun, perjanjian dengan setan selalu mendatangkan bencana. Theo harus membayar mahal atas keputusannya itu.
    Tipu daya iblis dalam kisah ini tergambarkan jelas melalui Alice. Dia seakan menjadi penolong, memberi solusi, tapi secara gamblang dan jujur Alice menjelaskan kebenaran tentang dirinya, tentang perjanjian mereka, dan harga yang harus dibayar untuk bantuan itu.

    Aku suka sekali penceritaan Saving Ludo, aku nggak nyangka akan dibawa ke ending yang seperti itu padahal premisnya sederhana menurutku, tetapi ketika di tangan Ziggy jadi nggak sesederhana itu. Aku terharu saat keduanya rela berkorban satu sama lainnya, walau dia tahu harga kesembuhan Ludo tidak murah. Theo kehilangan persahabatan dan kenangan mereka. Imajinasi Kak Ziggy liar sekali aku takjub. Benang merah yang membawa ke masa lalu, menguak fakta dari beberapa reinkarnasi dari kehidupan membuat aku sangat bersimpati. Cuma menurutku buku ini terlalu dark buat remaja.

    Aku paling suka sama sama amanatnya yang bertebaran di mana-mana, walau sedih banget akhir kisah Theo dan Ludo sangat mengenaskan, aku juga suka ending yang terjadi pada Reginald dan Alice.

    Kamu tahu... kadang-kadang kamu berdoa, dan... Yah, Tuhan memang selalu mendengarkan. Tapi yang mendengar bukan cuma Tuhan, lho.

    Dari cerita ini, aku jadi pengen baca Alice Adventure in Wonderland! Kenapaaa? Tidak, tidak. Aku tidak mau spoiler baca aja Saving Ludo ~

    Unggulan

    Mengurai Kisah Inspiratif: Menembus Portal Maple Universe Melalui Maple Media

    1. Menembus Portal Maple Universe Mundus est plenus magicis et prodigiis, s atu kalimat ini menggambarkan Maple Universe sebagai dunia yang ...

    Populer