The Strange Case of Dr. Jekyll And Mr. Hyde
Penulis: Robert Louis Stevenson
Penerjemah: Julanda Tantani
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2011 ll 128 halaman
ISBN: 9789792271256
E-ISBN: 9786020604510
Baca di: Gramedia Digital
Hai, sahabat Ahya, aku kembali lagi kali ini aku akan mengulas sebuah buku klasik yang kisahnya sangat melegenda: The Strange Case of Dr. Jekyll And Mr. Hyde biasanya hanya disebut Dr. Jekyll And Mr. Hyde saja. Buku ini bisa dibaca gratis di Ipusnas,
KLIK DI SINI Mari kita lihat seberapa menarik
blurb-nya sampai-sampai menggelitik rasa penasaraanku untuk membaca buku ini.
Buku ini memiliki tipe blurb yang memikat, siapa pun yang membacanya di toko buku pasti memiliki keinginan untuk membawa pulang buku dengan blurb seperti ini. Belum lagi kovernya yang didominasi warna gelap juga memiki daya tarik tersendiri, mencerminkan nuansa dalam novel ini.
Mr. Utterson, seorang pengacara pendiam yang jarang tersenyum menemukan sebuah kejanggalan pada surat wasiat Dr. Henry Jeckyll. Di mana semua harta benda dan kekayaan diwariskan kepada Mr. Hyde. Tak ada yang paham siapa Mr. Hyde yang disebut-sebut Jekyll dalam surat itu. Sampai pada suatu pagi, Utterson melakukan rutinitasnya seperti biasa. Berjalan pagi bersama sepupunya, Enfield. Mereka tak sengaja melewati gang sempit. Di sana ada sebuah bangunan tua hanya memiliki pintu, tetapi tidak memiliki jendela. Di sana, Enfield pernah melihat sosok Hyde.
Hyde digambarkan dalam bentuk lelaki bertubuh kecil dengan aura menyebalkan yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Memiliki kesan cacat, tetapi tidak bisa dideskripsikan cacat dalam hal apa. Mungkin, jika orang pada umumnya merupakan gabungan antara baik dan buruk, Hyde hanya terdiri dari sisi buruk. Dia sangat jahat dan tidak berbelas kasih.
Enfield melihatnya menginjak-injak gadis dengan sadis dan pergi tanpa perasaan bersalah sedikit pun. Kasus itu tak sampai ke tangan hukum, Hyde memberi sejumlah uang yang sangat besar dalam bentuk cek bertanda tangan seorang doktor ternama, Henry Jekyll. Namun, ternyata ... Hyde tak hanya berulah sampai di situ. Kasus pembunuhan Carew yang merupakan sahabat Jekyll dan Utterson menyeret nama Hyde sebagai tersangka. Selengkapnya bisa dibaca di bukunyaaa! Kan, nggak seru kalau kena spoiler sana sini.
Buku tipis ini merupakan buku yang sangat menarik untuk diperbincangkan. Mengangkat dualitas kehidupan manusia. Saking berpengaruhnya, kata Jekyll dan Hyde bahkan menjadi bagian dari ilmu psikologi, ini menurut
Wikipedia, loh, ya wkwkwkwk.
Aku sendiri tidak memiliki kapasitas membahas tentang psikologi dalam novel ini, maka aku akan menceritakan bagaimana perasaanku saat membaca kisah ini.
Saat menemukan buku ini, aku langsung suka dengan gaya bahasanya. Kalau fokus membaca saja, buku ini bisa selesai dalam beberapa jam saja. Namun, kemarin aku juga lagi nulis, jadi menyelesaikan buku ini butuh waktu tiga malam (tuh, kan, curhaaattt).
Jangan tanya gimana realistisnya penulis menggambarkan bobroknya kehidupan London yang jauh dari keindahan dan kemegahan kota itu.
... deretan toko itu terputus oleh jalan masuk sebuah pekarangan; dan persis di tempat itu sebuah gedung yang teramat jelek menjulurkan atap tirisnya ke arah jalanan. Gedung itu berlantai dua dan tidak berjendela. Pokoknya tidak ada apa-apa selain sebuah pintu di lantai dasar dan dinding luntur di lantai atasnya. Dari penampilannya bisa disimpulkan bahwa gedung itu sudah lama dibiarkan tidak terurus-- halaman 10
Setiap adegan yang diceritakan memiliki kesan tersendiri buatku. Salah satunya adalah proses perubahan sosok Jekyll menjadi Hyde. Proses transformasinya menyakitkan. Namun, ambisi yang tinggi membuat kecerdasan di atas rata-rata memiliki ide gila. Dia ingin memisahkan sisi baik dan buruk sifat-sifatnya dengan meracik ramuan. Siapa yang menyangka Jekyll menciptakan monster. Membuat sosok itu lebih kuat dari yang secara alami seharusnya kerdil dan tak berkuasa. Dia sadar, begitu banyak hal yang dia pertaruhkan demi memunculkan Hyde. Salah satunya semakin kuatnya sosok Hyde bisa mengendalikan Jekyll dan keseimbangan dalam dirinya akan rusak. Dia harus mengambil keputusan penting sebelum ada lebih banyak lagi korban kejahatan Hyde.
Aku suka sekali di bagian akhir cerita ini membuatku merasa iba, aku puas sekali. Walau sempat terjadi pergantian fokus saat membaca surat dari Dr. Lanyon, tetapi tidak terlalu bermasalah karena pada akhirnya aku sangat enjoy dan menikmati cerita klasik ini sampai selesai.
Horor seperti ini yang aku suka, tanpa melibatkan hal mistis tetap terasa ketegangannya. Nah, buat kamu yang mau mencoba membaca horor gotic bisa, nih, baca ini dulu. [Rate: 3.75/5]