Blog Archive

Wednesday, 8 November 2023

Mengurai Kisah Inspiratif: Menembus Portal Maple Universe Melalui Maple Media


1. Menembus Portal Maple Universe

Mundus est plenus magicis et prodigiis, satu kalimat ini menggambarkan Maple Universe sebagai dunia yang penuh dengan keajaiban, misteri, dan pesona alam yang memikat. Ketika membicarakan tentang Maple Universe, pikiranku seketika melayang ke tempat-tempat ajaib yang dihuni oleh makhluk-makhluk fantastis, peri, dan kekuatan magis yang tak terbatas. Namun, apa yang ada di benak Sobat Ahya ketika mendengar tentang Maple Universe dan Maple Media?

Dalam wawancara eksklusif dengan pendiri Maple Media, Gusti Riant, kita akan mengungkap kisah inspiratif tentang perjalanan dari bagaimana menggali ide hingga merealisasikan gagasan tersebut menjadi kenyataan. Selain itu, kita juga akan mengulas bagaimana Maple Media berhasil bertahan di tengah pandemi yang mempengaruhi dunia penerbitan. Sobat Ahya juga pasti penasaran, sebenarnya Maple Media dan Maple Universe itu sama atau beda, sih? Yuk, kita bahas bersama!



Maple Media adalah sebuah penerbit indie yang berdiri pada tanggal 2 Februari 2020. Siapa yang menyangka pada awalnya, Maple Media fokus pada genre senandika, meski tetap menerima naskah dengan genre lain. Namun, kecintaannnya terhadap genre fantasi membuat Gusti Riant ingin mewujudkan dunia fiksi impiannya sendiri. Dia mulai melebarkan sayap dengan mendirikan Maple Universe. Gebrakan ini mendapat sambutan baik dari Netizen. Bahkan, sekarang lebih banyak orang yang mengenal Maple Media sebagai penerbit buku dengan genre unggulan fantasi.


2. Penerbit Maple Media dan Sejarahnya

 "Awalnya saya ingin membuat penerbit sesuai dengan idealisme saya. Mau buat kover sesuai yang saya mau, layout sesuai keinginan, dan sebagainya."

 

Dalam perjalanan membangun Maple Media, Gusti Riant mengutamakan visi penerbitan yang idealis. Dia ingin menciptakan buku dengan kover sesuai visinya, layout sesuai keinginan, dan aspek lain yang memenuhi standar tinggi sebuah buku. Maple Media berkomitmen untuk memberikan perhatian khusus terhadap aspek fisik buku, karena dia percaya bahwa buku yang dirancang dengan baik dapat memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pembaca dan penulis itu sendiri. Mereka tak akan ragu membanggakan karya-karyanya yang diterbitkan Maple Media.

Nama Maple Media sendiri terinspirasi dari daun Maple. Gusti Riant mengaku dia menyukai daun maple. Awalnya, sempat terbesit keinginan untuk menamakan penerbitan miliknya dengan nama Clover Media, tetapi karena nama itu sudah dipakai penerbit berlabel mayor, dia memutuskan memakai nama Maple Media. Baginya, daun maple dan clover sama-sama memiliki makna yang penting. 

Seperti yang kita tahu, Maple Media awal berdiri di tengah pandemi sedang parah-parahnya di tahun 2020. Ketika semua kegiatan dunia luar terhenti, Gusti Riant justru mencari kegiatan lain yang bisa di rumah dan membangun serta mengembangkan Maple Media adalah pilihan paling tepat.


3. Pemuda di Balik Suksesnya Maple Media


pict: instagram/gusti_riant


Mengupas perjalanan sukses Penerbit Maple Media tidak lengkap tanpa memperkenalkan sosok di baliknya, Gusti Riant. Lelaki kelahiran 1993 ini merupakan seorang yang memiliki hasrat yang tinggi terhadap literatur dan dunia kreatif. Tahun 2010 adalah pertama kalinya dia mulai meniti karier menjadi seorang gosh writer. Kemudian Intrumental dari Surga adalah buku pertamanya yang terbit tahun 2014. Sekarang, lebih dari delapan judul buku telah ditulis, beberapa di antaranya masih bisa ditemukan di Gramedia dan toko buku di Indonesia. Pengalamannya di dunia penerbitan sangat beragam: editor, layouter, desainer cover, dan content creator. Tidak heran di usianya yang baru menginjak 30 tahun sudah sukses membesarkan nama Maple Media.

Untuk mengenal lebih dekat, Sobat Ahya bisa banget follow akun sosial medianya  gusti_riant, sandikala_stories


4. Menggali Semesta Fiksi Maple Universe



Maple Universe merupakan semesta fiksi yang didirikan enam bulan setelah Penerbit Maple Media berdiri. Landasan dari semesta ini adalah Maple Media itu sendiri. Di mana letak semua imajinasi dan ide kreatif berkembang tanpa batas. Konsep dan Ide Maple Universe sudah ada sejak lama dan mengendap dalam kepala. Namun, ketika pandemi datang, dia memiliki banyak waktu kemudian memutuskan untuk mengembangkan Maple Universe.

Dalam proses merancang semesta fiksi ini, Gusti Riant memiliki patokan. Terinspirasi dari dua novel fantasi legendaris. Untuk rancangan atau konsep akademi berpatokan pada Hogwarts di Harry Potter, sedangkan untuk Worldbuilding awal berpegang pada Middle Earth yaitu dunia di Lord of the Rings. Namun, untuk menciptakan worldbuilding secara utuh, patokannya waktu itu adalah Teyvat, dunia di dalam game Genshin Impact.

Harapan Gusti Riant dengan adanya universe ini adalah ada hal-hal yang ingin dicapai. Untuk dirinya sendiri, alasan membangun Semesta Maple Universe adalah merealisasikan impiannya memiliki dunia fiksi sendiri. Dan itu sudah terwujud atau sedang terwujud saat ini. Sedangkan untuk capaian penulis adalah menciptakan dunia fantasi yang menyenangkan bagi para penulis sehingga mereka mau menitipkan cerita mereka di semesta Maple Universe. Lalu dia menambahkan bahwa dia ingin menciptakan ruang atau semesta bagi para penulis penyuka fantasi untuk berkreasi. Tentu saja para penulis bebas mengembangkan dunia mereka sendiri selama tidak melenceng dari panduan Guide Maple Universe.

Saat ini, Maple Universe adalah tempat di mana para penulis dapat mengeksplorasi, berkolaborasi, dan menciptakan dunia fantasi mereka sendiri. Semesta ini tumbuh dan berkembang bersama-sama dengan komunitas penulisnya. Maple Media dan Maple Universe terus berkembang. Mereka merencanakan berbagai program dan proyek yang akan datang, termasuk acara-acara dan inisiatif komunitas yang lebih besar. Gusti Riant berharap dapat terus memberikan ruang dan kesempatan kepada para penulis berbakat dari seluruh penjuru Indonesia.

Maple Universe adalah contoh bagaimana imajinasi, kreativitas, dan kerja keras dapat menghasilkan dunia fantasi yang tak terbatas. Itu adalah tempat di mana penulis dan pembaca dapat terlibat dalam cerita-cerita menakjubkan dan merayakan keindahan dunia fantasi. Kegiatan mereka bisa dilihat di sosial media Maple Universe.


5. Melihat Penghalang Sebagai Peluang

Makin tinggi sebuah pohon, makin kencang angin bertiup. Seperti yang kita tahu, pandemi Covid-19 saat itu mempengaruhi keadaan perekonomian bahkan kebiasaan masyarakat pada umumnya. Rasa penasaran membuatku ingin mengetahui bagaimana penerbit Maple Media melewati masa-masa sulit yang mempengaruhi daya beli masyarakat ini. Apakah berimbas pada penjualan mereka? Inilah jawaban CEO muda Maple Media yang menyatakan bahwa, sebenarnya, pandemi tidak memberi dampak yang berarti bagi Maple Media sendiri. Jika kita lihat ke belakang, Maple Media awal berdiri di tengah pandemi sedang parah-parahnya di tahun 2020. Ketika semua kegiatan dunia luar berhenti, banyak penerbit ketar-ketir akhirnya gulung tikar, Gusti Riant justru mendirikan penerbitan dan bertahan setelah melewati semua itu.

Saat ini, Maple Media memiliki enam cabang yang aktif, masing-masing memiliki ciri khas dan fokus sendiri dalam mendukung penulis berbakat. Maple Media Pusat memberikan kebebasan kreatif kepada para pemred cabang untuk mengeksplorasi dan mengembangkan berbagai aspek, termasuk penyelenggaraan acara/event nubar, menerbitkan naskah dari platform khusus, dan banyak lagi. Meski memiliki kebebasan dalam mengelola penerbitan cabang, Maple Media pusat tetap menetapkan standar khusus yang tidak bisa ditawar untuk menjaga eksistensi dan kualitas terbitannya.

Seperti pepatah, tak ada gading yang tak retak, dalam membangun serta mengembangkan Maple Media dan Maple Universe memiliki tantangan tersendiri. Dia mengungkapkan tantangan terbesar mengembangkan Maple Universe adalah diri sendiri.


"Saya suka beralih ke hal baru dengan cepat tanpa menunggu selesai hal yang sedang berjalan. Atensi saya cepat teralihkan ke hal-hal baru."


Tantangan terbesar penerbit, khususnya Maple Media adalah platfrom online. Maple Media berdiri di akhir kejayaan penerbit yang menerbitkan novel-novel yang berada di media sosial. Setelah salah satu grup penulis berbasis media sosial membuat aplikasi, banyak penerbit gulung tikar atau berhenti beroperasi karena mengandalkan naskah dari media sosial yang beralih semuanya ke aplikasi digital.

Yups, pandemi mengubah sebagian kebiasaan. Banyaknya PHK, membuat mereka banyak memanfaatkan tawaran menulis di platform digital. Dengan iming-iming gaji ratusan dolar dalam sebulan memicu mereka yang bukan penulis pun menulis dan meraup keuntungan di sana. Di tengah kerasnya gempuran nyata itu, Maple Media justru membangun dan mengembangkan semesta fiksi yang memfasilitasi para penggila cerita fantasi. Respons terbentuknya Maple Universe pun mendapat sambutan yang baik dari para penulis. Terbukti dengan antusiasnya penulis fantasi yang ikut meramaikan seleksi Maple Academy tahun pertama tahun 2020. 


"... saya tidak menyangka pesertanya akan membludak sebanyak itu."


Momen lainnya tak kalah membuatnya terkesan adalah saat melebarkan sayap atau ide, bukan hanya soal Maple Academy, tapi juga soal sekolah lain, lalu merambat ke dungeon, university, dan lain-lain mendapat respons yang bagus dari para penulis. 



Sedangkan  tantangan lain seperti penulis, guide, dan lain-lainnya tidak begitu ada masalah. Para penulis yang sudah bergabung ke dalam Maple Universe selalu bisa diandalkan untuk membantu, baik menjadi panitia, membantu mengusung guide, dll. Jadi untuk sumberdaya manusia, Maple Universe ini sangat melimpah dan berpotensi untuk dikembangkan. Gusti Riant pun  memercayakan mereka membuat event (academy) sendiri.


6. Masa Depan dan Harapan

Konsistensi adalah kunci untuk mempertahankan dan mengembangkan Maple Media dan Maple Universe. Bagi para penulis, konsistensi juga menjadi kriteria yang harus dipenuhi. Setelah bergabung dengan Maple Universe, setiap penulis diharapkan untuk menyelesaikan minimal satu cerita agar dapat diakui secara resmi. Untuk para penulis, bekerja sama dengan Maple Universe memberikan peluang besar. Penulis bebas berkarya mengembangkan idenya, dicetak dengan pelayanan terbaik dari penerbit Maple Media yang memiliki standar tinggi terkait buku-buku yang diterbitkannya.

Seperti program tahun ini, Maple Universe mengundang penulis untuk berpartisipasi dalam berbagai proyek, termasuk Mythemporary Saga Series yang melibatkan lebih dari 50 penulis. 



Di Maple Universe memiliki banyak sumber daya yang bisa dioptimalkan potensinya untuk mengembangkan semesta fiksi ini agar terus berkembang. Dengan lebih dari 100 penulis dan 50 judul buku yang telah diterbitkan. Diharapkan mereka akan menjadi wadah yang aman dan nyaman bagi penulis dan pembaca. Untuk para penulis yang ingin bergabung dengan Maple Universe, sekarang bukan hanya melalui seleksi, tapi juga bisa dengan mengajukan diri. Syaratnya hanya satu, berkomitmen menyelesaikan satu cerita.

Maple Universe adalah dunia yang selalu berubah dan berkembang, seperti daun maple yang selalu menyesuaikan diri dengan musim. Maple Universe adalah tempat di mana imajinasi tak terbatas dan keajaiban tak berakhir. Maple Universe adalah milik bersama dan dikembangkan secara bersama-sama.

Menarik banget, bukan? Nah, setelah membaca ringkasan obrolan singkat kami, apakah Sobat Ahya tertarik bergabung ke dalam Maple Media dan menjadi bagian dari mereka, mengembangkan Maple Universe dengan ide-ide original kamu? Coba tinggalkan kesanmu di kolom komentar ya~


Baca juga kisah inspirasi di pojok #authorspotlight

Yandi Asd

Tip Membaca Buku, Ketika Kamu Tidak Punya Buku




4 comments:

Unggulan

Mengurai Kisah Inspiratif: Menembus Portal Maple Universe Melalui Maple Media

1. Menembus Portal Maple Universe Mundus est plenus magicis et prodigiis, s atu kalimat ini menggambarkan Maple Universe sebagai dunia yang ...

Populer